Berita Polisi

Rabu, 4 November 2020 - 08:15 WIB

6 bulan yang lalu

Polda Banten Bongkar Praktik Klinik Aborsi Ilegal di Pandeglang

TBOnline [POLDA BANTEN] —Ditreskrimsus Polda Banten berhasil mengungkap kasus praktek aborsi di Klinik Sejahtera yang berada di Kampung Cipacung, Kecamatan Kaduhejo-Pandeglang.

Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar melalui Direskrimsus Kombes Pol Nunung Syaifuddin menjelaskan pengungkapan ini, saat digelarnya ekspose keberhasilan ungkap kasus oleh Tim Subbid IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Banten, Selasa (03/11/2020) di Ruang Press Conference, yang didampingi Kabid Humas Polda Banten.Kombes Pol Nunung Syaifudin, menyampaikan kepada awak media, bahwa keberhasilan ini bermula dari adanya laporan informasi masyarakat, soal adanya praktik aborsi ilegal di Klinik Sejahtera oleh pelaku NN (53 tahun) yang berprofesi sebagai bidan.

“Saat itu, pada Senin (26/10) sekitar pukul 16.00 Wib, polisi mengamankan sepasang kekasih inisial RY (23) warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak dan W (23) yang juga warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Diduga telah melakukan aborsi di klinik pelaku bidan NN warga pandeglang,” kata Kombes Nunung.Nunung Syaifudin melanjutkan, bahwa 3 orang yang diamankan petugas di lokasi, ialah satu bidan Inisial NN (53), satu asistennya inisial E (38) yang membantu aborsi dan satu orang perempuan yang sedang menggugurkan, inisial RY (23).

“Terungkapnya praktik aborsi ilegal tersebut setelah adanya laporan dari masyarakat bahwa ada klinik sekaligus rumah yang dijadikan tempat aborsi,” tambah Nunung.

Kemudian, tim ke lokasi dan didapati seorang pasien wanita Ry (23) bersama seorang pria inisal W (23) usai menggugurkan janinnya yang masih berumur sekitar satu bulan.

“Saat diinterogasi kedua orang tersebut membenarkan bahwa baru saja mengaborsi menggugurkan janin yang baru satu bulan umurnya, di Klinik Sejahtera,” ujar Nunung.

Berdasarkan informasi tersebut, kemudian petugas melakukan pemeriksaan kepada bidan tersebut dan mengakui usai melakukan aborsi kepada pasiennya.“Dilakukan konfirmasi kepada seorang bidan dan asistennya yang masih berada di klinik itu. Hasilnya bidan itu mengakui baru saja melakukan aborsi sesuai dengan permintaan, yang selanjutnya polisi menggelandang pelaku tersebut ke Polda Banten”.

Sebagai barang bukti, Nunung menyampaikan petugas mengamankan baskom, alat kesehatan berupa alat suntik, alat injeksi dan uang tunai Rp2,5 juta dari pelaku RY kepada pelaku NN hasil kegiatan aborsi ilegal tersebut.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh keterangan bahwa NN sejak tahun 2006 sampai tahun 2020 sudah melakukan kegiatan aborsi sebanyak lebih dari 100 kali,” sebut Nunung.Sementara, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan dari hasil pemeriksaan oleh penyidik, bahwa motif dari pelaku bidan NN, yaitu untuk mencari keuntungan dari pekerjaannya. Sedangkan RY wanita yang menggugurkan kandungannya, tidak menghendaki lahirnya bayi yang ada di dalam kandungan.

“Sedangkan modus nya, NN telah menggunakan klinik dan alat-alat kesehatan yang ada, digunakan untuk menggugurkan kandungan wanita lain. Sedangkan RY, modus nya dengan sengaja menggugurkan janin dalam kandungannya secara ilegal karena pelaku dan pacarnya tidak menginginkan adanya bayi hasil dari hubungan nya. Sementara lelaki W yang menemani pelaku RY, masih diperiksa sebagai saksi,” kata Edy Sumardi.

Edy Sumardi melanjutkan, pelaku bidan NN (53) dan asisten nya E (38), dikenakan Pasal 194 Jo Pasal 75 Ayat (2) UU RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan (setiap orang yang dengan sengaja melakukan aborsi tidak sesuai dengan ketentuan dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar).
.
“Sedangkan RY dikenakan Pasal 346 KUH Pidana (seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun) ,” tandas Edy Sumardi.

Naskah & Foto : Bidhumas Polda Banten

Editor :  Ade KS /(TBO)

Artikel ini telah dibaca 161 kali

Baca Lainnya