Headline Kabupaten Sukabumi Nasional

Kamis, 26 November 2020 - 12:38 WIB

2 bulan yang lalu

Petaka ’26 Detik’ Video Apdesi, Unjuk Gigi Atau Provokasi?

Video berdurasi 26 detik yang tengah viral menggambarkan deklarasi atau pernyataan sikap sebagian kepala desa yang tergabung dalam APDESI di halaman Kantor DPMD Kabupaten Sukabumi, dalam waktu singkat segera memantik kontroversi dan berujung laporan polisi.

Dalam video yang diunggah pada Selasa (24/11/2020) siang ini, tampak para kepala desa yang dikomandoi Wakil Ketua APDESI Ojang Affandi, yang juga tercatat sebagai Kades Jambe Nengang, Kecamatan Kebon Pedes, menyuarakan kecaman terhadap LSM dan media yang dianggap kerap mengganggu kinerja kepala desa.

“Menyatakan Melawan Kepada LSM dan Media Yang Selalu Mengobok-Obok Kepala Desa”.

Hanya dalam hitungan jam, video pernyataan sikap APDESI Kabupaten Sukabumi —yang bermula sebagai solidaritas terhadap kasus Mumu Mu’man Mantareja, Kades Cicukang— ini segera menjalar dan viral di berbagai group media sosial, serta menjadi sasaran kecaman dan amuk para jurnalis dari berbagai daerah yang menganggap APDESI tengah melakukan ujaran kebencian dan provokasi kepada media dan LSM.

Keesokan harinya, Rabu (25/11/2020), ratusan awak media bersama LSM  beraksi dan melaporkan tindakan Ojang Affandi dus APDESI Kabupaten Sukabumi ini ke Polres Sukabumi.

Meski klarifikasi Ojang Affandi atas nama APDESI Kabupaten Sukabumi sudah dibuat. Apa lacur, jejak digital 26 detik keburu membuat para wartawan dan LSM meradang.

TBOnline [SUKABUMI] — Ratusan orang dari berbagai media, organisasi pers dan LSM sudah berkumpul sejak pukul 09.00 Wib, pada Rabu (25/11/2020) di halaman Kantor Mapolres Kabupaten Sukabumi di Jalan Sudirman, No. 12, Pelabuhan Ratu-Citepus.Tidak hanya dari Kabupaten dan Kota Sukabumi, para awak media dan LSM ini juga ada yang datang jauh dari luar daerah.

“Kami datang sebagai bentuk solidaritas sesama insan pers. Titik kumpul para rekan media di Polres Sukabumi,” kata Cipto, wartawan asal Bekasi yang berangkat ke Sukabumi bersama 5 orang rekannya.Selesai menyuarakan aksi dan membuat laporan ke Polres Sukabumi, massa wartawan dan LSM kemudian berjalan kaki menuju Kantor DPMD Kabupaten Sukabumi, tempat dilakukan deklarasi dan pernyataan sikap para kepala desa sebelumnya.

Di lokasi, Ketum PSN Iwan Sugiyanto bersama Suyudi Ketum Kowasi, beserta perwakilan organisasi PWRI, mengecam apa yang dilakukan para oknum kades sebagai tindakan yang merendahkan marwah pers dan LSM.“Kami dari PSN, Kowasi, PWRI serta lembaga media lainnya secara bersama telah membuat laporan ke Polres Sukabumi. Kami akan tunggu 3 sampai 4 hari untuk pemanggilan para saksi. Kami harap proses hukum kasus ini tidak akan main-main”, tandas Irwan, perwakilan Kowasi Pajampangan.

Tidak hanya dari perwakilan media, sore harinya, LSM Gapura juga ikut melapor ke Polres Sukabumi, laporan dengan nomor : 074/LSM/DPP–GPR/RI/I/011/020 ini diterima petugas piket Satreskrim Polres Sukabumi Brigadir Endang Rodian.“Kita jangan hanya berputar di seputar opini, ini hanya sebagai tindak pidana ringan atau pencemaran nama baik, tapi ini sudah termasuk ujaran kebencian, yang mana ini sudah menjadi pidana murni. Karena itu ada berlapis-lapis pasal dalam KUHP yang mengatur tentang hal itu,” kata Hakim Afandy Lukman, Ketua Umum DPP LSM Gapura, yang dijumpai usai membuat laporan.

Hakim juga menekankan akan terus mengawal kasus ini.

“Jika tidak ditindaklanjuti di tingkat Polres, kita akan giring kasus ini ke Polda Jabar. Kalau juga tidak ditindaklanjut, kita akan himpun kawan-kawan LSM se Jawa Barat ke Mabes Polri,” pungkas Hakim. M. Rizwan /(joy)

Artikel ini telah dibaca 779 kali

Baca Lainnya