Bangka Belitung

Selasa, 26 Januari 2021 - 09:31 WIB

1 bulan yang lalu

Pesantren Khoirul Ummah Payung Bangka Selatan, Ciptakan Generasi Agamis dan Smart

TBOnline [BANGKA SELATAN] – Kemerosotan atau degradasi moral yang pada saat ini begitu merebak melanda dikalangan anak didik terutama di sekolah-sekolah formal yang tidak ada penyeimbangnya, seperti dengan maraknya kenakalan remaja, sudah sangat meresahkan.Untuk mengantisipasi hal tersebut, sejumlah tokoh Agama Islam yang peduli pada dunia pendidikan di Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan kemudian berdiskusi dan berembuk dengan tujuan berkeinginan mendirikan sebuah pondok pesantren modern, sarana pendidikan yang akan diberi nama Pondok Pesantren Modern Khoirul Ummah.

“Pesantren tersebut rencananya akan dibangun di Angkap Seruk, Dusun Mekar Jaya, Desa Payung, Kecamatan Payung,” tukas Ketua Umum Yayasan Khoirul Ummah yang menaungi pondok pesantren ini, M. Azizul Azmi, SHI saat ditemui pada Senin (25/01/2021).Lanjut Azizul, latar belakang didirikan Pondok Pesantren Modern Khoirul Ummah ini karena keinginan untuk mengatasi degradasi moral yang terjadi dikalangan anak didik yang cukup meresahkan.

“Keberadaan pondok pesantren tersebut untuk dapat menciptakan generasi muda khususnya di Kecamatan Payung menjadi generasi yang smart dan berahlakul karimah, yang mempunyai visi dan misi dalam berkehidupan, berupa tujuan hidup yang agamis,” katanya.

Selain itu, ditambahkan Azizul tujuan mulia dari dibangunnya pesantren modern ini ialah ingin mendidik anak-anak disekitar lingkungan menjadi sebaik-baiknya umat atau khoirul ummah.“Kami juga ingin agar anak yang kita didik kelak menjadi sebaik – baiknya umat, dan itu adalah tujuan mulia dari kami,” jelasnya.

Mengenai jenjang pesantren, dikatakan Azizul adalah Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang meneruskan pesantren yang ada di Desa Pangkal Buluh dengan jenjang Madrasah Ibtidayah (MIN). Dan kedepan Pondok Pesantren Khoirul Ummah akan berkolaborasi dengan Kementerian Agama RI.

“Pesantren kita berupa MTs untuk meneruskan MIN Pangkal Buluh. Dan Insya Allah pesantren kita akan berkolaborasi dengan Kementerian Agama,” paparnya.

Disebutkan Azizul, salah satu mata pelajaran yang akan diajarkan adalah Tahfidz (hapalan) Alqur’an, targetnya adalah apabila keluar dari pesantren minimal anak didik sudah hapal 5 juz.

“Diadakan Tahfidz Alqur’an, minimal anak didik kita, apabila keluar pondok telah hapal 5 juz, dan akan ditingkatkan, keinginan kita tiap tahun dapat hapal 5 juz,” ujar Azizul.

Sementara itu, Bendahara Yayasan Khoirul Ummah, Rasit mengatakan kemajuan pembangunan pondok pesantren untuk saat ini yang dikerjakan adalah pembangunan untuk asrama putri dan masih berupa pondasi. Asrama putri ini direncanakan terdiri dari 4 ruangan dan berlantai dua. Tetapi difokuskan dulu penyelesaian untuk 2 ruangan.

“Untuk fondasi asrama putri, fondasinya untuk 2 ruangan sudah selesai,” ujar Rasit.Mengenai sumber dana pembangunan, dikatakan Rasit utamanya adalah bantuan Gubernur Propinsi Bangka belitung Erzaldi Rosman sebesar Rp25 juta tunai. Bahkan gubernur turut hadir pada saat peletakan batu pertama pada 8 Desember 2020 lalu. Kemudian sumbangan dari berbagai kalangan, baik berupa uang maupun bahan material bangunan. Namun walaupun sudah terkumpul, tetapi masih kurang mengingat besarnya kebutuhan biaya.

“Untuk dana, utamanya bantuan gubernur Rp 25 juta. Sumbangan berbagai pihak, baik uang maupun material. Tetapi masih kurang,” kata Rasit.

Ditambahkan Rasit, pihaknya fokus penyelesaian asrama putri. Sementara untuk ruangan (lokal) belajar, dijanjikan akan dibangun oleh Gubernur Erzaldi Rosman. Dan untuk sumber tanah tempat berdirinya pondok pesantren seluas sekitar 5 hektar, yang sudah dilengkapi persuratan merupakan hibah atau waqaf dari seorang warga Desa Payung yang bernama Jumidi.

“Untuk tanahnya kami dapatkan dari hibah H. Jumidi, seluas 5 hektar lebih,” jelas Rasit. Jamalindo

Artikel ini telah dibaca 175 kali

Baca Lainnya