Headline Nasional

Senin, 5 Oktober 2020 - 01:07 WIB

3 minggu yang lalu

Perkebunan Teh Jayanegara : Keindahan Alam, Rezeki dan Pengharapan

TBOnline [Sukabumi] — Perkebunan Teh Jayanegara yang berada di Kecamatan Kabandungan-Kabupaten Sukabumi, kini menjadi salah satu ikon wisata yang tidak hanya dikunjungi wisatawan, namun juga menjadi buruan para pengendara motor (baca: raider) yang berasal dari berbagai klub motor, untuk sekedar hunting dan sanmori.

Salah satu nya Riki, seorang pemuda pengendara motor asal Cisaat, Kabupaten Sukabumi, yang mengaku sudah dua kali mengunjungi lokasi dengan bentangan alam perkebunan teh yang menakjubkan ini.

“Ini kunjungan kedua, setelah 3 minggu lalu. Kali ini bersama-sama 20 orang pengendara motor,” kata Riki yang ditemui TBO di lokasi, Minggu (4/10/2020).

Alasan Riki mengunjungi perkebunan Teh Jayanegara yang mempunyai nama populer heliped yang artinya tempat pemberhentian helikopter namun sudah tidak digunakan lagi, ialah karena panorama alam dan pemandangan yang menakjubkan.“Meskipun tidak terdapat wahana seperti taman rekreasi lain, namun kita dapat menikmati indahnya alam kebun teh dan curug sentral. Dan di bawah ada juga seperti yang di Cikidang, Monumen Kapal Terbang,” jelas Riki.

Trek Menantang Para Goweser

Tak hanya para pengendara motor, lokasi perkebunan teh ini nyatanya banyak juga dikunjungi para goweser atau para pehobi sepeda.“Begitu indah di pandang mata, jalan setapak dengan kondisi trek tanah merah yang berada di lereng bukit Kebun Teh Jayanegara, membuat kami para goweser sangat senang, karena tidak dijumpai di daerah lain,” ujar Basis, salah seorang goweser asal Palabuhan Ratu.

Ramainya para pejalan kaki, kata Basis, membuat para goweser semakin bersemangat menuju curug sentral yang menjadi tujuan puncak nya.“Kami dari Palabuhan Ratu sengaja berkunjung ke Curug Sentral Jayanegara di hari libur ini, awal perjalanan gowes kami dimulai dari kampung bawah. Secara kebetulan isteri berasal dari Cisarua yang menjadi perbatasan Kecamatan Kalapanunggal dan Kecamatan Bojonggenteng,” katanya.

Lanjut Basis, awal perjalanan bersepeda dimulai dari rumah orang tua nya di Kampung Cisarua, perbatasan Bojonggenteng dan Kalapanunggal.

“Ini adalah kunjungan pertama kali bagi klub sepeda kami, lebih bersemangat karena perjalanan menuju curug sentral ditemani istri tercinta,” tukas nya.

Menjemput Rezeki di Kebun Teh

Ramainya wisatawan dan pengunjung Perkebunan Teh Jayanegara ini, nyatanya memberikan manfaat secara ekonomi bagi warga sekitar.Salah satunya bagi Ceu Mimin, pedagang kopi keliling yang ikut ketiban rezeki di lokasi wisata ini. Mimin, yang sudah tidak memiliki pendamping hidup ini mengaku saban liburan, dagangannya laris manis dibeli pengunjung.

“Segini juga sudah Alhamdulilah, gak ada yang ngusahain atuh da, lumayan aja kalau lagi rame mah suka dapat Rp300 Ribu an, kalau lagi sepi mah dapet aja Rp100 sampai Rp200 Ribu. Alhamdulilah pokoknya,” ungkap Mimin.

Hal serupa, bagi seorang pemuda pengelola retribusi jalur wisata Kebun Teh Jayanegara.

“Kegiatan ini dilakukan hanya pada Sabtu dan Minggu saja. Ini pun dilakukan khusus bagi yang ingin berkunjung sebagai wisatawan saja. Adapun retribusi dipatok sebesar Rp5 Ribu untuk pengendara roda dua (motor) dan Rp10 Ribu bagi pengendara roda empat (mobil),” ungkap pemuda yang menolak menyebutkan nama ini.

Di lain tempat, Nanang yang akrab disapa Eki, selaku penggagas dan pembuka jalur wisata Curug Sentral pada masa kepemimpinan Drs. Bhakti Satriwan, anak dari Almarhumah Adja Wiarsih selaku pemilik saham perkebunan ini, mengaku aktivitasnya sempat terhenti karena kurangnya dukungan dari pihak kebun.

“Tetapi hari ini saya merasa bangga, karena diizinkan untuk mengelola kembali wisata ini bersama teman-teman sekampungnya.

“Semoga saja ke depannya ada sinergitas antara pemerintah, pemilik kebun dan juga masyarakat sekitar yang dilibatkan selaku pengelola, agar ke depannya lokasi ini menjadi sebuah destinasi wisata yang berpotensi dan mampu mendatangkan income bagi semua pihak,” harap Eki. Dedi Cobra

Artikel ini telah dibaca 246 kali

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A
Baca Lainnya