Pengemudi Profesional dan Bersertifikasi, PSMKB Tempatnya !!!

0
673

TB-Online, Jakarta

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang identik dengan perdagangan bebas menuntut berbagai profesi ditanah air memiliki keahlian khusus yang tersertifikasi, sehingga menghasilkan tenaga kerja qualified dan kompeten yang mampu bersaing dilingkup global, demikian penuturan H. Kasmun, Ketua PSMKB (Persatuan Sekolah Mengemudi Kendaraan Bermotor) yang didampingi Ahmad Ramdani (Sekretaris PSMKB), mengawali pembicaraan ihwal konsep awal pendirian PSMKB kepada Target Buser diruang kerjanya, belum lama ini.

Kecintaan H. Kasmun dan rekan-rekannya dengan profesi mengemudi, inilah yang kemudian melahirkan PSMKB, yang berlokasi di Jalan Supriyadi Raya, Nomor 7 A, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas – Jakarta Timur. Apalagi pemerintah sudah mengatur regulasi terkait hal ini. “Mengemudi butuh pengetahuan dan kecakapan khusus, ada filosofi tersendiri, karena menyangkut keselamatan diri sendiri dan orang lain,” katanya. Lebih jauh, H. Kasmun menyatakan peran PSMKB melalui badan usahanya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSI) Transportasi Global Indonesia (TGI), yang menyelenggarakan sertifikasi bagi profesi pengemudi. “Kita memiliki resource berupa tenaga ahli, instruktur, mobil latihan berbagai jenis dan tempat praktek yang memadai, semuanya diciptakan untuk mendukung profesi mengemudi. Selain itu, yang terpenting ialah kita bekerjasama dengan pemerintah pusat dan daerah dalam menyelenggarakan kegiatan ini”.

Menurut H. Kasmun, membanjirnya tenaga kerja asing di Indonesia dengan berbagai profesi dan keahlian menciptakan persaingan yang semakin keras dalam dunia kerja ditanah air. “Kita tangkap peluang ini,” katanya. Untuk itulah sertifikasi profesi pengemudi bakal menjadi kebutuhan. “Regulasinya sudah ada, kita harus menciptkan pengemudi handal yang memiliki nilai jual. Inilah tujuan berdirinya PSMKB”. Karena tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia, sudah dibekali pengetahuan dan kompetensi dinegaranya masing-masing, jangan nanti terjadi persaingan tidak sehat, karena tenaga kerja kita, khususnya pengemudi tidak memiliki sertifikasi.

Sekretaris PSMKB, Ahmad Ramdani menambahkan, berdirinya PSMKB berawal dari beberapa sejawat yang memiliki sekolah mengemudi. “Kemudian dengan pengetahuan yang dimiliki masing-masing, kita mendirikan PSMKB,” tukasnya.

Ahmad Ramdani menuturkan PSMKB belum lama ini sudah menyelenggarakan ujian kepada 31 orang dari 9 skema. “Ada Angkutan Keluarga (family driving, Angkutan Taksi, Angkutan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Angkutan Bus Pariwisata, Angkutan Massal dengan Angkutan Bus Gandeng dan Tingkat, Angkutan Barang dan Pengangkut Alat Berat, Angkutan Barang Pengangkut Peti Kemas, Angkutan Barang Pengangkut Barang Khusus dan Angkutan Barang Pengangkut Bahan Berbahaya dan Berancun (B3),” katanya.

 Regulasi di Ibukota

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, akan memberikan layanan kenyamanan bagi para penumpang angkutan umum dengan memberikan pengawasan ketat kepada seluruh pengemudi angkutan. Dimana nantinya, seluruh pengemudi angkutan bakal memiliki sertifikat, disamping kelayakan mengemudi seperti Surat Izin Mengemudi (SIM).

Andri Yansyah (Kadishub DKI)

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya mengacu pada undang-undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Hal tersebut mempunyai peran strategis dalam mendukung pembangunan dan integrasi nasional sebagai bagian dari upaya memajukan kesejahteraan umum. “Karena nantinya semua angkutan umum terintegritas dengan bus Transjakarta, jadi persyaratan itu hukumnya wajib. Ini juga sesuai dengan visi misi Gubernur,” kata Andri.

Menurut Andri upaya yang dilakukan pihaknya, karena selama ini, diketahui masih banyak para sopir angkutan umum yang hanya memiliki SIM A polos. Padahal, surat izin itu hanya diperuntukan bagi pengemudi yang bukan mengendarai angkutan umum. “Dengan bersertifikasi pastinya mempunyai jaminan dalam melakukan aktivitas sesuai dengan ketentuan,” ungkapnya.

Ditahap awal, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Sehingga nantinya tak ada lagi sopir yang ugal-ugalan dan menjadikan pekerjaan sopir sebagai profesi. “Selama inikan masih banyak sopir angkutan umum yang menjadikan pekerjaan supir sebagai kerja sambilan, tapi kami berupaya merubah bahwa profesi ini bisa menjadi pekerjaan tetap,” paparnya.

Langkah bertahap, sambung Andry, akan dilakukan dinas perhubungan untuk menjalankan rencana tersebut. Karena pihaknya akan terlebih dahulu melihat sekolah-sekolah mengemudi yang mengeluarkan sertifikat apakah sanggup mengatasi pengemudi yang ada. “Kami juga akan berkordinasi dengan kementrian perhubungan terkait masalah ini,” imbuhnya.

R. Isk/Jo. Hutabarat

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of