Headline Kabupaten Sukabumi

Selasa, 3 November 2020 - 14:55 WIB

6 bulan yang lalu

Pembangunan Ruang Isolasi Covid 19 Dinilai Tidak Transparan, Fauzan Ali Bakal Lapor ke Ombudsman dan KIP

TBOnline [SUKABUMI] — Ruang isolasi bertekanan negatif bagi pasien Covid 19, yang terdapat di RSUD Palabuhan Ratu-Kabupaten Sukabumi, dibangun dengan anggaran Rp8 Miliar, sebagai pengalihan dana untuk pembangunan RS Sukalarang.

Serupa dengan rumah sakit milik Pemkab Sukabumi lainnya, yakni RS Sekarwangi di Cibadak. Di RSUD Palabuhan Ratu, bangunan gedung isolasi bertekanan negatif juga merupakan pengembangan atau modifikasi dari gedung yang sudah ada sebelumnya.

Baca Juga : Misteri Bilik Isolasi di RS Sekarwangi – Tana Tetap Bungkam, Hera Menohok Tajam

“Lokasi nya ada di belakang, bangunannya merupakan pengembangan dari ruang perawatan kelas 3,” ujar Direktur RSUD Palabuhan Ratu, dr. Damayanti kepada TBO saat dijumpai di ruangannya, Senin (02/11/2020).

RSUD Palabuhan Ratu (Foto : TBO)

Damayanti menerangkan, terdapat 11 tempat tidur (ruang) dengan 9 kamar bertekanan negatif dan 2 ruang ICU di gedung yang kini penuh oleh pasien covid 19 tersebut.

“Kita hanya menerima manfaat (user) dari anggaran banprov ini. Semuanya, termasuk Alkes dan pembangunan ruangnya,” ujarnya.

Mesin yang melingkupi ruang isolasi di RSUD Palabuhan Ratu (Foto : TBO)

Baca Juga : Dikonfirmasi Terkait Ruang Isolasi di RS Sekarwangi, PPK Mendadak Kehilangan Sinyal

Ketika disinggung nama perusahaan yang membangun ruang isolasi di RSUD Palabuhan Ratu, Damayanti menjawab akan menanyakan hal tersebut terlebih dulu ke bidang pelayanan.

“Kalau PT nya, nanti saya klarifikasi dulu dengan bidang pelayanan,” sebutnya.

Sebelumnya, dugaan korupsi dalam pembangunan ruang isolasi bertekanan negatif bagi pasien Covid 19 di Kabupaten Sukabumi ini menyeruak, terlebih dengan masih bungkamnya H. Tana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Kesehatan, saat dikonfirmasi terkait penggunaan anggaran dan spesifikasi dalam ruang isolasi tersebut.

Baca Juga : Mengenal Ruang Isolasi Khusus Bertekanan Negatif di RS Sekarwangi Sukabumi

Sumber TBO di lingkungan BPKAD Kabupaten Sukabumi menyebut pembangunan ruang isolasi bertekanan negatif ini untuk memenuhi sarpras ruang isolasi pasien Covid 19 di RSUD Palabuhan Ratu dan RS Sekarwangi.

Ruang Fatmawati yang di upgrade menjadi ruang isolasi Covid 19 di RS Sekarwangi (Foto : TBO)

“Anggarannya dari banprov dan merupakan relokasi dari pembangunan RS Sukalarang,” kata petinggi BPKAD ini, pekan lalu.

Adapun anggaran bagi pembangunan ruang isolasi di RS ini menurutnya sudah cair.

“Anggaran untuk RS Sekarwangi Rp16,1 Milyar lebih dan sudah cair. PPK nya Pa Tana, Kabid di Dinkes,” sebutnya.

Dijumpai terpisah, Fauzan Ali dari Lembaga Pemantau Kebijakan Publik (PKP) menyebut bungkam nya PPK dalam proyek pembangunan ruang isolasi bertekanan negatif ini semakin membuat publik curiga.

Aktivis Lembaga Pemantau Kebijakan Publik (PKP) Fauzan Ali atau yang akrab disapa Iwan (Foto : TBO)

“Investigasi kami nilai keseluruhan dari pembangunan ruang isolasi di kedua rumah sakit ini (RS Sekarwangi dan RSUD Palabuhan Ratu) sangat timpang dan disinyalir selisihnya sangat besar dengan anggaran yang sudah terealisasi sebesar 24 miliar, Anggaran ini perhitungan dari Rp16 Miliar untuk RS Sekarwangi dan Rp8 Miliar untuk pembangunan ruang isolasi di RSUD Palabuhan Ratu. Kemana sisa anggaran ini? Baiknya PPK maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi mengklarifikasi masalah ini ke publik, agar publik tidak menilai negatif”, kata Fauzan Ali yang akrab disapa Iwan ini.

Saat ini, lanjut Iwan, ia tengah berkoordinasi untuk melengkapi laporan ke Ombudsman RI dan Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Barat, terkait tidak transparannya pihak dan instansi terkait dalam proyek pembangunan ruang isolasi bertekanan negatif di RS Sekarwangi dan RSUD Palabuhan Ratu, apalagi pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi yang bertindak sebagai PPK enggan mengklarifikasi permasalahan tersebut.  Red

 

Artikel ini telah dibaca 368 kali

Baca Lainnya