Headline Nasional

Rabu, 19 Agustus 2020 - 08:05 WIB

4 bulan yang lalu

Pembangunan 7 Unit Rutilahu di Desa Tajur, M. Hasim Azis : Kita Komitmen dan Transparan

TBOnline [BOGOR] — Desa Tajur, Kecamatan Citereup-Kabupaten Bogor mendapatkam bantuan pembangunan rumah tidak layak huni [Rutilahu] dari Pemerintah Kabupaten Bogor sebanyak 7 unit yang tersebar di 7 RW. “Dimana pembangunan 7 unit rutilahu ini dilaksanakan Tim Pelaksana Kerja [TPK] Desa Tajur dengan Ketua M Hasim Azis,” ungkap Kades Tajur Ade Pahrudin, Selasa [18/08].

Ketua TPK M. Hasim Azis yang dijumpai saat meninjau pelaksanaan rutilahu di wilayah RT04 / RW05 mengungkapkan dirinya memang harus selalu berada di lokasi. “Beginilah kalau jadi TPK harus turun ke lokasi dan melihat langsung proses pembangunan dan pengiriman material nya. Karena 1 unit diberi waktu 7 hari kerja sudah selesai. Sekalian sosialisasi ke warga tentang kelayakan penerima rutilahu,” katanya.

Salah seorang penerima bantuan Rutilahu, Elah kepada TBO mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan rutilahu yang diterimanya ini. “Alhamdulillah dapat bantuan pembangunan rutilahu ini. Saya banyak mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah, Kepala Desa Tajur, Ketua TPK, Ketua RW dan RT. Sehingga tadi nya rumah saya tidak layak huni, sekarang sudah bagus dan tidak bocor lagi,” ungkap Elah. Dalam kesempatan ini, TBO diajak Ketua TPK berkeliling ke RW01, 02, 04, 06, 07 dan 08 untuk menyaksikan pembangunan rutilahu sesuai penerimanya. “Sekarang kita di RT02 / RW04 penerima ibu Rosidah,” tutur Ketua TPK saat berhenti di salah satu kediaman warga penerima rutilahu.

Rosidah, saat dijumpai dengan perasaan haru tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya. “Alhamdulillah sangat senang sekali, karena rumah yang lama sudah tidak layak huni, bocor, tiangnya kropos dan kami sekeluarga takut roboh. Sekarang sudah lebih baik dan tidak bocor lagi. Terimakasih kepada pemerintah daerah, Kepala Desa Tajur, Ketua TPK, Ketua RW dan RT,” kata Rosidah. Penerima rutilahu selanjutnya ialah Yayah, warga RT03 / RW02, yang juga sangat bahagia atas bantuan yang diterimanya ini.
“Alhamdulilah jadi barokah ke saya, rumah yang lama sudah sangat tidak layak lagi di tempati, dengan bantuan pembangunan rumah rutilahi ini rumah saya jadi bagus dan layak di tempati,” katanya.

Tidak serta merta berjalan mulus, menurut Hasim Azis beberapa kendala yang dihadapi pihak nya dalam pembangunan rutilahu ini diantaranya penerima yang tidak paham mekanisme, di tambah lagi ada warga yang tidak mengerti tata kelola pelaksanaan pembangunan rutilahu sehingga memberikan statemen negatif.

“Makanya kami tim TPK turun langsung ke lokasi sekalian memberikan masukan dan sosialisasi. Kadangkala kita berbuat baik belum tentu baik pula yang kita dapat, ada saja suara-suara miring, tapi karena ini sudah menjadi tanggung jawab kita ya harus bisa menghadapinya, apalagi pihak media sudah melihat langsung proses pembangunannya. Dimana pikiran, tenaga dan waktu kita curahkan agar proses pembangunan rumah rutilahu ini berjalan sesuai waktunya dan terwujud sesuai arahan bapak kepala desa agar semua proses pembangunan rumah rutilahu ini berjalan lancar dan transparan, sehingga dapat dipertanggungjawabkan sesuai peraturan dan mekanismenya. Intinya kita komitmen dan transparan dalam pekerjaan,” pungkas Hasim.

Adapun terkait syarat penerima rutilahu disebut Hasim Azis harus penduduk setempat dan penghasilannya rendah. “Yang paling pokok ialah rumahnya benar-benar tidak layak huni dan diajukan Ketua RT masing-masing,” kata Azis sambil membuka semua dokumen pembangunan rutilahu se Desa Tajur yang ia kerjakan. Hery Rudi

Artikel ini telah dibaca 203 kali

Jangan Lupa Tanggal 9 Desember 2020, Pilih Pasangan AMAN nomor 1 ( Adjo – Iman )
Baca Lainnya