Kriminal Metropolitan

Tuesday, 5 December 2017 - 13:09 WIB

2 years yang lalu

Foto MY sumber Korban

Foto MY sumber Korban

Niat Baik Membantu Tapi Tertipu, MY Diduga Terkait Sindikat Pencuri Mobil Rental

TB-Online, Jakarta

Berawal dari pertemanan hingga tumbuh rasa saling berbagi dan saling bercerita dikalangan wanita adalah hal lumrah sehingga rasa persaudaraan kian kuat melebihi ikatan pertemanan tersebut. Namun ungkapan pagar makan tanaman dirasa pantas digunakan untuk kejadian yang menimpa Novita, ibu rumah tangga yang tinggal di Rusun, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang dikerjai oleh Maya, seorang teman yang sudah dianggap seperti saudaranya sendiri.

KTP Maya sumber Korban

Kisah ini bermula ketika Novita, tanpa menaruh curiga meminjamkan mobil pribadinya kepada Maya yang berkeluh kesah terkait masalah keuangan yang membelitnya. Mobil Novita ini sedianya akan disewakan Maya kepada Hendri, salah seorang yang menurut Maya sudah seperti keluarganya sendiri, dan bekerja di kantor Bea Cukai, Tanjung Priok. “Pengakuan Maya, Hendri ini salah satu petinggi di Bea Cukai Tanjung Priok,” kata Novita menirukan Maya. Alhasil, Novita pun menuruti Maya dan menyewakan mobil miliknya kepada Hendri selama 3 hari. “Alasan Maya ketika itu mobil Hendri rusak, dan mobil diperlukan untuk membawa istri Hendri yang mau melahirkan ke RS, mobil saya pengakuannya akan dibayarkan dimuka,” kata Novita. Namun disinilah kedok asli Maya mulai terkuak, karena hingga 3 hari setelah mobil Novita dibawa Maya, jangankan uang sewa, mobilpun belum juga dikembalikan Maya. Ketika ditelepon, Maya beralasan mobil tersebut ada padanya, dan Hendri sang petinggi Bea Cukai tengah mempersiapkan acara penyambutan kelahiran bayinya di Sulawesi. Maya menenangkan Novita dengan beralibi uang sewa akan dilunasi sekembalinya Hendri dari Sulawesi. Tunggu punya tunggu, batang hidung Maya dan Hendri tidak juga muncul, hingga batas kesabaran Novita pupus dan puncaknya Novita mendesak Maya agar segera mengembalikan mobil miliknya.

foto SP2HP sumber Korban

Selang beberapa hari, akhirnya Maya muncul kerumah Novita membawa mobil, namun belum dapat membayar sewa mobil yang dipakainya. Dengan besar hati, Novita mengikhlaskan uang sewa tersebut, terpenting mobil miliknya kembali. Maya kala itu masih meyakinkan Novita agar mobil bisa dibawanya sampai Hendri melunasi uang sewa, namun Novita bersikukuh menahan mobilnya. Kemudian kejadian diluar dugaan Novita terjadi. “Waktu itu saya sedang masak didapur dan Maya pamit mau pergi, namun kunci mobil yang tadi diserahkan diambil kembali oleh Maya tanpa sepengetahuan saya, ia pun pergi membawa mobil,” tutur Novita.

Foto Mobil sumber Korban

Novita kemudian memberitahukan kepada suaminya, Soni yang waktu kejadian berada di Menado, Sulawesi Utara. Sekembalinya Soni ke Jakarta, ia memanggil Maya dan menanyakan tanggungjawab serta  keberadaan mobilnya, Maya berdalih bahwa mobil tersebut ada di Bea Cukai dan dibawa Hendri, kemudian Soni meminta Maya untuk menghubungi Hendri. Ketika tersambung, Soni lantas mengambil HP Maya untuk berbicara langsung ke Hendri, namun bukan Hendri malahan yang ditelepon mengaku bernama Dayat, dan menyatakan mobil ada di kantor Bea Cukai, Tanjung Priok.

Dengan perasaan kesal, Soni beserta istrinya Novita kemudian membawa maya menuju Kantor Bea Cukai, Tanjung Priok memastikan keberadaan mobil. Ditengah perjalanan kembali Maya menghubungi seseorang yang menurutnya adalah suaminya, berinisial DS, yang menurutnya ialah seorang Mayor Jenderal (Mayjen) yang bertugas di istana presiden. Maya pun kemudian memberikan telponnya kepada Soni untuk langsung bicara kepada DS. Di telepon, DS sang Mayjen yang dilakonkan sebagai suami Maya meyakinkan Soni agar tidak usah gusar dan takut, karena mobil ada padanya. Kontan Soni tidak terima dan tetap meminta mobilnya kembali. “Saya sempat adu mulut dengan DS, dan minta mobil saya dikembalikan hari itu juga, DS mengaku sedang sibuk dan mempersilahkan untuk mengambil mobil di Bea Cukai,” tutur Soni.

Sesampainya di Kantor Bea Cukai, Tanjung Priok, beberapa sekuriti mengaku tidak mengenal salah seorang petinggi bernama Hendri. ”Disini tidak ada yang menyewa mobil karena sudah ada mobil kantor apalagi kalau seorang petinggi,” cerita seorang sekuriti.

Melihat Maya sudah mati angin dan semakin ketahuan bohongnya, Soni dan istrinya kemudian menggelandang Maya ke Polsek Kemayoran, namun rupanya di Polsek Kemayoran, Maya lagi-lagi berulah. Ia berteriak sambil menunjuk-nunjuk petugas di Polsek tersebut dan berkata, jangan main-main dengannya, karena abang-abangnya merupakan orang berpangkat, sembari menepuk-nepuk pundaknya. Namun petugas tetap meminta Maya dan Novita menjelaskan duduk persoalannya. Sayangnya pengaduan Novita ditunda karena mobil yang jadi barang bukti (BB) tersebut masih belum lunas/kredit, laporan akan dilanjuti setelah novita membawa surat bukti kepemilikan dari tempat novita kredit mobil tersebut.

Akhirnya Laporan Polisi No : 92/K / X / 2017/ Sek Kmo Tanggal 13 Oktober 2017 atas nama Novita LM Besse tentang perkara tindak pidana pencurian dengan pemberatan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUHP, yang terjadi pada hari Rabu tanggal 4 Oktober 2017 diparkiran Rusun Dakota 14 RT/RW 014/011 Kelurahan Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat dibuat. Sampai saat ini surat panggilan ke 2 sudah dilayangkan namun Maya belum diketahui keberadaannya atau pun datang untuk menghadap ke Polsek Kemayoran, sementara Rusun yang Maya tempati pun sudah tidak pernah dia tinggali lagi.

Hasil penelusuran wartawan Target Buser dan keluarga korban sekarang mobil Avanza Velos Nopol B.1548 PYR berada di Bengkel Auto 2000 Kemayoran dalam kondisi rusak parah karena tabrakan dengan mobil Yaris yang juga berada di Auto 2000 tersebut, tabrakan terjadi didaerah Kelapa Gading dan dibawa ke Auto 2000. Pengendara Avanza milik korban diduga bernama Fauzi dan pengendara Yaris diduga bernama Lenardo. Sampai saat ini kedua pengendara tersebut belum ada datang untuk mengambil kendaraan tersebut.

Hingga kini pihak korban masih menunggu surat panggilan ke- 3 untuk Maya dan diharapkan apabila surat panggilan ke 3 sudah terbit dan Maya tidak hadir, keluarga korban berharap Polsek Kemayoran menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Maya, dan pihak kepolisian agar segera memanggil kedua pengendara mobil tersebut dan pihak Auto 2000. “Karena sampai saat ini belum ada titik terang akan kasus ini, bahkan saksi-saksi yang sudah dimintai keterangan oleh penyidik ditelepon oleh salah seorang yang diduga aktor dibelakang kejadian ini yang berinisial DS (mengaku sebagai aparat hukum-red) mengancam saksi agar jangan ikut campur dengan urusan ini, sampai saksi tersebut mengganti nomor telponnya dikarenakan ketakutan,” ungkap sumber Target Buser.

Alhasil masalah pun semakin runyam, sampai terakhir beberapa hari lalu wartawan Target Buser ke Polsek Kemayoran untuk menemui penyidik namun tidak berada ditempat karena sedang diluar dan belum ada yang bisa memberikan keterangan. Menurut Soni, tanggal 6 November 2017 ini pihak Polsek Kemayoran akan memanggil pihak bengkel Auto 2000 (Danu-red) untuk diminta keterangan. “Semoga dalam hal ini akan mendapatkan titik terang dan berharap untuk pihak Polsek Kemayoran agar dapat segera mengungkap kasus ini supaya dikemudian hari tidak ada lagi kasus seperti ini terulang,” tutup Soni.

Zulkarnain/Johanes Hutabarat/Yudi Iskandar

Artikel ini telah dibaca 597 kali

Baca Lainnya