Jangan Lupa Tanggal 9 Desember 2020 Coblos Nomor 1 Adjo Sardjono – Iman Adinugraha

Headline Nasional

Sabtu, 10 Maret 2018 - 10:53 WIB

3 tahun yang lalu

Nelayan di Kabupaten Bima menggunakan pukat biasa saat mangkap ikan di perairan Bima.

Nelayan di Kabupaten Bima menggunakan pukat biasa saat mangkap ikan di perairan Bima.

Nelayan Bima Dilarang Gunakan Cantrang

Kadis Nurma : “Menggunakan pukat hela akan ditangkap”

TB-Online, Bima – Dinas Kelautan dan Periksanan (DKP) Kabupaten Bima melarang nelayan menggunakan cantrang atau pukat hela, karena penggunaan pukat cantrang ini dapat merusak kelestarian dan ekosistem laut. ‘’Kelestarian laut sebuah keharusan. Laut adalah warisan tak ternilai untuk anak cucu kita kedepan. Jadi harus dijaga,’’ ungkap Kadis DKP Kabupaten Bima Ir Hj Nurma, belum lama ini.

Larangan menggunakan cantrang, sambung kadis, sudah menjadi keputusan pemerintah, sesuai yang termaktub pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015, tentang larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela. ‘’Jadi di seluruh wilayah perairan Indonesia dilarang menggunakan pukat ini,’’ terangnya.

Dijelaskannya, larangan menggunakan pukat hela sangat berdampak pada ekosistem laut. Penggunakan pukat hela dapat menurunkan pertumbuhan ikan. Karena itu, pemerintah mengambil langkah tegas melarang menggunakan pukat yang bisa merusak ekosistem laut. ‘’Larangan ini bersifat nasional. Kalau ada nelayan yang menggunakan pukat hela, maka akan ditangkap,’’ tegasnya.

Dia mengaku, sejauh ini nelayan di Kabupaten Bima belum ada yang beroperasi menggunakan cantrang. Meski demikian, pihaknya tetap akan memantau dan memberi pemahaman terhadap para nelayan. ‘’Kita akan segera sosialisasikan larangan ini. Kita berharap nelayan bisa mencari ikan dengan menggunakan alat yang sewajarnya dan tidak merusak laut,’’ pungkasnya. Sirat

Artikel ini telah dibaca 498 kali

Baca Lainnya