Headline Metropolitan

Monday, 6 August 2018 - 08:38 WIB

1 year yang lalu

Modus Lowongan Kerja Perusahaan di Jatinegara Diduga Melakukan Penipuan

TB -Online, Jakarta- Bermodus perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja, PT Resto Dapur Nusantara diduga melakukan penipuan dengan mengutip sejumlah uang kepada para pencari kerja. “Kami dikenakan biaya Rp 600 ribu, katanya untuk pembuatan kartu member dan biaya formulir,” ungkap Dede (19 tahun)  pekan lalu, seorang remaja asal Serang, Banten yang baru saja lulus SMA. Biaya Rp 600 ribu ini menurut Dede dapat diangsur. “Bisa diangsur 2 kali, dikasi waktu hanya 1 hari, besoknya harus lunas,” katanya.

Dede mengaku awalnya mendapatkan brosur lowongan kerja PT Resto Dapur Nusantara melalui sosial media, pada brosur tersebut tertera cara calon tenaga kerja melakukan prosedur lamaran dengan mengirimkan biodata lengkap beserta posisi yang diinginkan melalui pesan WA (Whatssapp) ke nomor 0878.8306.6614. Selesai mengirimkan pesan, Dede menerima pesan balasan dari manajemen PT Resto Dapur Nusantara yang memberikan informasi jadwal interview. “Saya mendapatkan pesan jadwal interview jam 8 pagi di Ski Building, Jln Jatinegara Barat 1 No 133A, Gg. Banten, Bali Mester Jatinegara, Jakarta Timur dan diarahkan menemui HRD bernama Ibu Eni, SH”. Saking senangnya karena bakal mendapatkan kerja, remaja Dede bahkan malam sebelum interview sudah berada di Jakarta. “Berangkat dari Serang sore hari dan malamnya menginap dirumah bibi di wilayah Ragunan, Jakarta Selatan,” ujar Dede.

Keesokan harinya, sesuai jadwal Dede sudah berada dialamat kantor PT Resto Dapur Nusantara untuk melakukan interview. Dilokasi, menurut Dede sudah banyak calon pencari kerja yang lain seperti dirinya. Namun alih-alih melakukan wawancara, Dede malah diarahkan untuk melakukan pembayaran. “Katanya untuk formulir dan kartu member, kami diharuskan membayar Rp 600 ribu, bila uang tidak cukup bisa diangsur, pokoknya pelamar harus mengeluarkan uang hari itu, bahkan staf PT Resto Dapur Nusantara menyarankan meminjam uang kepada pelamar kerja lain bila uang kita kurang. Jadi bukan jadwal wawancara,”. Setelah dilakukan pembayaran para calon pelamar kerja mendapatkan kwitansi pembayaran lengkap dengan surat pernyataan.

Kecurigaan Dede semakin menjadi karena seluruh pelamar kerja tidak diizinkan membawa HP ke ruangan, bahkan para staf kantornya pun sangat tidak ramah. “Ada satu pelamar yang ingin memotret kegiatan didalam, langsung dibentak dan disuruh mematikan HP. Mungkin supaya tidak meninggalkan bukti”.
Kini uang ratusan ribu milik Dede pun raib bersama mimpi pekerjaan yang dijanjikan PT Resto Dapur Nusantara. “Saya takut mau kembali lagi kesana menanyakan tindak lanjut lamaran saya,” kata Dede.

Endang, orang tua Dede yang dihubungi Target Buser berharap agar aparat kepolisian segera menyelidiki dugaan penipuan dengan modus lowongan kerja yang dilakukan PT Resto Dapur Nusantara ini. “Bila benar menipu sungguh berani, karena wilayah nya berdekatan dengan Kantor Polres Jakarta Timur. Semoga tidak bermunculan lagi perusahaan serupa yang hanya memanfaatkan anak-anak yang baru lulus sekolah dan sedang giat-giatnya mencari kerja,” tukas Endang. (Iar Agustin)

Artikel ini telah dibaca 27257 kali

Baca Lainnya