Jangan Lupa Tanggal 9 Desember 2020 Coblos Nomor 1 Adjo Sardjono – Iman Adinugraha

Headline Kabupaten Sukabumi

Rabu, 28 Oktober 2020 - 07:51 WIB

1 bulan yang lalu

Gedung isolasi bertekanan negatif covid 19 di RS Sekarwangi, yang merupakan peningkatan dari Ruang Fatmawati khusus pasien paru-paru (Foto : TBO)

Gedung isolasi bertekanan negatif covid 19 di RS Sekarwangi, yang merupakan peningkatan dari Ruang Fatmawati khusus pasien paru-paru (Foto : TBO)

Misteri Bilik Isolasi di RS Sekarwangi – Tana Tetap Bungkam, Hera Menohok Tajam

TBOnline [SUKABUMI] — “Saya masih pusing kang dengan sesuatu. Nanti aja”.

Beginilah satu-satunya jawaban —gak nyambung— H. Tana, pejabat di Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Sukabumi, yang juga bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek pembangunan ruang isolasi covid 19 bertekanan negatif di RS Sekarwangi, Cibadak, senilai Rp16 Miliar, kepada TBO pada Kamis (15/10/2020) lalu.

Suasana dan kondisi Ruang Fatmawati yang di upgrade menjadi ruang isolasi Covid 19 di RS Sekarwangi (Foto : TBO)

Baca Juga : Dikonfirmasi Terkait Ruang Isolasi di RS Sekarwangi, PPK Mendadak Kehilangan Sinyal

Ihwal jawaban singkat H. Tana ini —setelah sejak 6 Oktober 2020 bungkam— berdasar pertanyaan TBO terkait mesin besar pendingin udara buatan Daikin Industries (Thailand) LTD, sebanyak lebih kurang 8 unit yang berada melingkari gedung isolasi bertekanan negatif di RS Sekarwangi. Saking besarnya, RS Sekarwangi konon meminta PLN menambah daya listrik dan merancang generator listrik (genset) khusus agar mesin ini terus beroperasi.

Mesin dengan ukuran dan kapasitas daya besar untuk menyuplai mesin khusus di ruang isolasi bertekanan negatif di RS Sekarwangi (foto : joy)

Secara sederhana, mesin ini dianggap sebagai mesin bertekhnologi mutakhir (high tech) yang mampu menstabilkan dan menarik virus yang keluar dari pasien Covid 19 selama karantina di ruang isolasi kemudian membuangnya ke udara, sehingga menjaga ruang tetap steril dari virus.

Baca Juga : Mengenal Ruang Isolasi Khusus Bertekanan Negatif di RS Sekarwangi Sukabumi

Berdasarkan penelusuran TBO, salah satu mesin dengan tipe RUR10NY14 dan ukuran yang sama persis dengan yang berada di gedung isolasi Covid 19 di RS Sekarwangi ini, dipasarkan oleh salah satu distributor dengan harga Rp52.300.000 sampai Rp100.000.000.

Dari sini TBO kemudian membuat ilustrasi harga 8 unit mesin di ruang isolasi Covid 19 RS Sekarwangi, dengan perbandingan nilai anggaran Rp16 Miliar yang dikelola Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi ini.

Pertanyaan inilah yang kemudian diduga menjadi pemantik H. Tana sebagai PPK dalam proyek ruang isolasi covid 19 ini mendadak ‘pusing dengan sesuatu’.

Salah satu sumber TBO di RS swasta di Sukabumi, menyebut biaya pembangunan untuk satu ruang isolasi covid 19 berkisar di angka Rp400 juta-an Per ruang.

“Kita tahu dari kunjungan kami ke RS Sekarwangi,” jelas sumber yang minta namanya tidak disebut ini.

Sikap H. Tana yang menutup rapat informasi terkait pembangunan ruang isolasi khusus bertekanan negatif senilai Rp16 Miliar ini juga disikapi Hera Iskandar, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, menohok sebagai bagian dari karakter.

Hera Iskandar, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi (Foto : Ist)

“Untuk pejabat publik terkait yakni Dinas Kesehatan, baik itu Kepala Dinas, Kabid dan seterusnya harus bisa dihubungi, untuk memberikan keterangan yang sifatnya transparansi informasi, baik atau tidaknya informasi tersebut harus dijelaskan, karena mereka pejabat publik yang harus melayani masyarakat dan juga insan pers. Pejabat seperti itu (baca : yang menutup rapat informasi) harus ditegur kalau perlu diganti karena itu bagian dari karakter, sangat tidak mungkin semisalnya HP rusak? Dan itu bukan hanya Dinas Kesehatan saja, salah satu nya juga pejabat Dinas Pendidikan, Kadis, Kabid nya sangat sulit untuk dihubungi, hal ini Pjs Sekda dan BKPSDM harus bisa menyikapi persoalan pejabat negara yang sulit untuk dihubungi untuk ditindaklanjuti. Kalau Pjs Bupati saya rasa kurang tepat untuk sikap persoalan tersebut, Pjs Sekda dan BKPSDM harus ambil sikap,” tegas Hera.

Isolasi : Ruang Fatmawati Yang Dimodifikasi

Dilansir dari portal sukabumikab.go.id. Demi menanggulangi laju penyebaran Covid 19, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus bergerak cepat, bahkan berencana membuat beberapa kamar isolasi di RSUD Sekarwangi.

“Ruangan tersebut akan dibangun dibelakang RSUD Sekarwangi. Sekarang saja sudah menyiapkan 24 ruang isolasi di Sekarwangi” ujar Bupati H. Marwan Hamami saat jumpa pers di Pendopo Sukabumi, Selasa (24/3/2020).

Baca Juga : Soroti Anggaran Covid Rp300 Miliar, Pansus III DPRD Kabupaten Sukabumi Kunjungi RS Sekarwangi

Kedatangan anggota Pansus III DPRD Kabupaten Sukabumi ke RS Sekarwangi, Cibadak (Foto: TBO)

Nah, gedung yang dimaksud Bupati Marwan Hamami sebagai ruang isolasi bagi pasien Covid 19 di RS Sekarwangi inilah, berdasar informasi yang dihimpun TBO merupakan peningkatan (upgrade) dari ruang Fatmawati, yang sebelumnya ditujukan khusus bagi pasien penyakit paru.

Bila kita runut, Ruang Fatmawati ini bukan tergolong bangunan tua. Setahun lalu, tepatnya pada Januari 2019, Bupati Marwan Hamami meresmikan gedung ini bersama Gedung IGD dan ICU di RS Sekarwangi, dengan anggaran Rp13 Miliar. red

Artikel ini telah dibaca 833 kali

Jangan Lupa Tanggal 9 Desember 2020, Pilih Pasangan AMAN nomor 1 ( Adjo – Iman )
Baca Lainnya