Metropolitan

Selasa, 29 Desember 2020 - 12:14 WIB

2 bulan yang lalu

Meresahkan Warga, Diduga Agen MIRAS di Ciganjur Jagakarsa Tidak Kantongi Izin

TBOnline [JAKARTA] —  Ciganjur, sebuah kelurahan yang berada di selatan Kota Jakarta, berbatasan dengan Kota Depok dengan jumlah kepadatan penduduk ± 2.400 jiwa dan luas 156 km², penduduk yang heterogen dengan kultur budaya betawi serta agamis yang kuat.

Namun sangat disayangkan, tepatnya berada di Jalan H. Khayar RT010/RW06, Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa-Jakarta Selatan terdapat agen minuman keras (miras) yang diduga nyaris belum pernah tersentuh aparat hukum, pemilik agen juga warung tersebut sengaja berjualan sembako atau kebutuhan bahan pokok (klontong) dengan tujuan supaya tidak terlalu mencolok perhatian masyarakat, pemiliknya diduga bernama Ismail.Pantauan media, hampir setiap menjelang sore hari, anak-anak dibawah umur membeli minuman keras yang dijual dalam berbagai merk disana.

“Miras dari golongan A, B maupun C yang memiliki beragam kadar alkohol dengan  berbagai merk dijual di warung ini. Bahkan dari sini kemudian miras di suplay ke warung-warung kecil tukang jamu yang ada di sekitar wilayah Ciganjur, Cipedak, Srengseng Sawah Jagakarsa dan Gandul,” sebut sumber TBO di lokasi.

Diduga toko miras ini tidak mengantongi izin, sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 25 Tahun 2019, Tentang Perubahan Keenam Atas Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 20/M-DAG/PER/4/2014 Tahun 2014 Tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol.Seyogianya, izin ini diterbitkan supaya produsen dapat menjual minuman beralkohol sesuai peraturan yang ada, yang sudah diatur dalam Surat Izin Tempat Usaha Penjualan Minuman Beralkohol (SITU-MB) dan Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Berakohol (SIUP-MB) agar legalitas usaha tersebut diakui pemerintah dan pembayaran pajak sesuai ketentuan yang berlaku dari penjualan miras tersebut.

“Toko ISMAIL ini kerap didatangi oknum dari kepolisian, sering bergantian oknum ke agen tersebut untuk ambil jatah, sangat disayangkan padahal tingkat kriminalitas di wilayah hukum Jagakarsa lumayan cukup tinggi dari sisi kenakalan remaja. Ranmor juga pencurian yang tidak menutup kemungkinan imbas dari kosumsi miras ini, juga anak yang dibawah umur tidak sepatutnya mengkonsumsi miras karena efek berbahaya dari minuman ini. Warga sudah jemu melihat peredaran miras yang cukup tinggi di wilayah kami, maka kami ingin pihak terkait dan yang berkompeten segera menindak tegas, jangan sampai warga berasumsi usaha tersebut dibeking aparat,” ungkap seorang warga. Sopian

Artikel ini telah dibaca 1722 kali

Baca Lainnya