Headline Nasional

Monday, 23 September 2019 - 08:09 WIB

4 weeks yang lalu

Proyek dinding penahan tanah [TPT] pada ruas jalan Bantarkuning - Sirnasari [Foto: PM Hutabarat]

Proyek dinding penahan tanah [TPT] pada ruas jalan Bantarkuning - Sirnasari [Foto: PM Hutabarat]

Menyingkap “Tuyul” dalam Proyek Dinding Penahan Tanah Bantarkuning – Sirnasari [Bagian Kedua]

TBOnline [BOGOR] – Dalang dibalik penyusutan kualitas maupun kuantitas material pada proyek pembuatan dinding penahan tanah [TPT] pada ruas Jalan Bantarkuning – Sirnasari dengan pagu senilai Rp 869.200.000 di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, sedikit demi sedikit mulai tersingkap.

Andre, salah satu pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang [DPUPR] Kabupaten Bogor yang kala itu bertindak sebagai PPK [Pejabat Pembuat Komitmen], dijumpai bersama DBY, pada Kamis [12/9/2019] di ruang rapat PJJ DPUPR, menjelaskan bahwa terdapat perubahan dokumen serta keseluruhan spesifikasi dalam proyek TPT ini. “RAB [Rincian Anggaran Biaya] pada proyek ini sudah diganti, bahkan terdapat perubahan lokasi dan spesifikasi pekerjaannya,” ujar Andre. Bahkan DBY meyakinkan bahwa RAB lama sudah tidak terpakai. “Kalau RAB yang lama yang dipakai sudah jelas salah,” yakin nya.

 

Andre, salah satu pejabat PUPR saat dijumpai, Kamis [12/9/2019] lalu [Foto: Pencus Hutabarat]

Sayang, baik Andre maupun DBY enggan merinci lebih dalam apa yang dimaksud keduanya dengan perubahan spesifikasi dan lokasi dalam proyek TPT ini, karena bila memakai logika keduanya, tentu proyek yang dibiayai APBD ini menjadi mubazir. Terlebih proyek ini sudah rampung dan diserahterimakan bahkan biaya perawatan yang menelan APBD Kabupaten Bogor pun sudah lama dikucurkan dan terdokumentasi dalam LPSE.

Dihubungi melalui layanan WhatssApp, Andre yang kini jabatannya dirotasi ke UPT masih bungkam alias tidak memberikan komentar.

Sementara itu, sumber Target Buser yang meminta namanya tidak diungkap menjelaskan bahwa aroma kolusi dan nepotisme sangat kentara dalam proyek ini. “Sejak proses lelang hingga pelaksanaan pekerjaan disinyalir sudah ada permainan. Kuat dugaan proyek ini memang sudah diatur sejak awal, seperti bagi-bagi kue APBD. Bupati Bogor mesti tahu bagaimana permainan dibawah, jangan sampai menodai bersih-bersih birokrasi yang sejak awal digalakkan bupati,” ungkap sumber sembari menunjukan dokumen lelang proyek TPT ini.

[ikuti investigasi Biro Target Buser Bogor Selanjutnya]

 

Artikel ini telah dibaca 436 kali

Baca Lainnya