Menguak Gurita “Rasuah” di Indramayu (Bagian Pertama)

0
715
Rohadi

Kesaksian Rohadi

Dudung Badrun, SH : Sewaktu Rohadi jadi “perisai” di Indramayu. Bila kedatangan Menteri Pertanian bertepatan dengan kehadiran Rohadi, maka yang pertama dihormati dan dijamu Yance itu adalah Rohadi, sementara menteri ngeloyor ke saung dan turun ke sawah.    

Rabu, 15 Juni 2016 itu disekitar Kantor Dwidua Tour, Jakarta Utara hanya tampak Mitsubishi Pajero Sport Hitam milik Panitera Pengganti PN Jakarta Utara, Rohadi. Penyidik yang berjumlah sekitar 5 orang belum melihat Mitsubishi Pajero Sport putih milik Berthanatalia, pengacara Syaiful Jamil. Rupanya Rohadi dan Bertha mengubah tempat pertemuan. Informasi yang sampai ke Tim Satgas, Halaman Kampus Universitas 17 Agustus (Untag) yang kemudian dipilih bertransaksi.  

Menurut Marc, begitu mobil Rohadi berhenti di depan kampus, sekitar 5 menit kemudian, Pajero Sport putih milik Bertha berhenti di belakang mobil Rohadi. Tak lama kemudian, Rohadi turun dan menghampiri kendaraan Bertha. Terlihat Rohadi membawa bungkusan yang diduga berisi uang.

Setelah Rohadi menerima bungkusan dan kembali ke mobilnya, tim satgas KPK segera menangkap Rohadi dan mengamankan barang bukti.

Marc yang saat itu mendapat tugas untuk menangkap Bertha, hampir kehilangan target. Mobil yang dikemudikan sopir Bertha melesat untuk meninggalkan lokasi penyerahan uang.

Kendaraan yang ditumpangi Marc kemudian berusaha mengejar dan menghalangi mobil yang ditumpangi Bertha. Tak lama setelah mobil Bertha berputar arah, tim satgas berhasil menghentikan laju kendaraan. Saat itu, Marc mengetuk kaca pengemudi, namun sopir Bertha tidak membuka kaca.

Marc kemudian mengetuk kaca di bagian tengah mobil. Bertha akhirnya menurunkan kaca dan menanyakan kepentingan Marc. Setelah Marc menjelaskan identitas dan keperluannya tak lama kemudian Rohadi dan Berthanatalia digelandang ke Gedung KPK untuk diperiksa.

Inilah kesaksian Marc Valentino seorang penyidik KPK dihadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (13/10/2016) pada saat persidangan terdakwa Berthanatalia dan kakak Saiful Jamil, Samsul Hidayatullah.

Marc dalam kasus OTT ini kebagian tugas untuk mencokok langsung transaksi suap antara Panitera Pengganti PN Jakarta Utara, Rohadi dengan pengacara artis Syaiful Jamil, Berthanatalia. Menurut Marc, saat tangkap tangan tersebut, Rohadi kedapatan menerima bungkusan dari Bertha yang berisi uang Rp 250 juta. Uang tersebut merupakan suap yang ditujukan kepada majelis hakim yang mengadili Saiful Jamil dalam perkara pencabulan.

Masygul nasib Rohadi, putusan 7 tahun kurungan dalam perkara penyuapan pengaturan hukuman Saiful memang sudah selesai dipalu hakim, namun Rohadi kembali lagi harus berperkara dengan hukum. Kali ini penyidik KPK lebih jauh mendalami peran Panitera Pengganti PN Jakut ini dalam memback banyak perkara hukum, apalagi “klien” Rohadi pun terlacak bukan dari level sembarangan. Tak ayal, pundi harta Rohadi pun menggunung, ia terbukti memiliki aset menggurita dari puluhan mobil, rumah sakit, apartemen hingga hotel. Penyidik KPK pun mendera Rohadi dengan jeratan gratifikasi plus pidana pencucian uang (TPPU). Semua harta dan aset Rohadi yang diduga berasal dari laku kejahatan pun disita, alhasil kenyataan ini membuat Rohadi limbung, ia depresi dan satu ketika pernah mencoba bunuh diri dari lantai 9 Rutan KPK.

Beruntung belakangan semangat Rohadi kembali terangkat. Dalam suasana perenungan di LP Sukamiskin, Bandung, Rohadi sadar dan bulat bertaubat. Pilihannya sedikit, yang paling mungkin ialah Rohadi mesti ikut membantu negara membongkar rasuah yang dulu pernah ia lakukan bersama para koleganya, langkah ini juga dapat mengurangi hukuman Rohadi. Dalam suasana hati penuh kebimbangan ia pun meneken kesediaan sebagai Justice Collaborator (JC) bagi KPK untuk mengungkap tirai rasuah dengan cara memberikan kesaksian.

Lakon Bupati Indramayu Anna Sophanah menjadi satu dari sekian banyak kesaksian Rohadi dihadapan penyidik KPK. Nama Rohadi tentu sangat familiar bagi Bupati Indramayu beserta keluarga, bahkan mantan bupati Yance yang juga suami bupati Indramayu saat ini, Anna Sophanah diketahui berkawan dekat dengan Rohadi, keduanya pun sekian lama menjalin “kemesraan” tak lazim dan membentuk hubungan rapat untuk saling bantu satu sama lain. Selain karena berasal dari Indramayu, Rohadi yang berdinas dilingkungan hukum diibukota Jakarta terbukti memiliki banyak koneksi diberbagai peradilan dan memiliki kemampuan lobi lumayan tinggi, sementara bupati dengan akses luar biasa ke lumbung APBD Indramayu jelas memerlukan “jasa” Rohadi untuk mengamankan jalan, persoalan uang tentu bukan masalah.

Namun jalan insyaf Rohadi segera menemui ujian, pergaulan intimnya dengan bupati ibarat pepatah terlanjur “pecah santan”, kisah pemberian Mobil Pajero kepada Bupati Indramayu, sebagai pemulus perizinan RS Reysa milik Rohadi mengawali kesaksiannya dihadapan penyidik.

Sementara itu jalanan Indramayu menggelegak. Para ulama, tokoh masyarakat, aktivis anti korupsi bersama warga menggelar isthigosah dan meyakinkan batin Rohadi akan pilihannya. Warga Indramayu seperti dapat “angin” untuk membongkar dugaan praktek culas yang dilakoni bupati bersama kompanyonnya selama ini.

Dudung Badrun, SH, kuasa hukum dan juru bicara Rohadi yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat dan aktivis anti korupsi di Indramayu, kepada Target Buser bercerita panjang bagaimana awal mula ia bertemu Rohadi, hingga kesediaan Rohadi menjadi Justice Collaborator (JC) bagi penyidik KPK dan mulai membongkar praktek korupsi di Indramayu. Berikut petikannya :

Bagaimana awal mula anda bertemu Rohadi ?

Waktu itu Rohadi masih dalam suasana kontemplasi (perenungan-red), dan bertemu saya di LP Sukamiskin. Pertama ia kaget dan bingung mau jadi Justice Collaborator (JC) atau tidak, awalnya agak bimbang, terus saya yakinkan kalau mau bertobat jangan bimbang. Allah juga maha pengampun, negara juga tidak akan sadis. Dia tanya apa bisa bantu, saya bilang bisa, masyarakat mau bantu, ulama juga mau bantu. Akhirnya ia mengaku ingin bertaubat dan bersedia mengungkap semuanya. Ia juga menjelaskan bahwa yang membentengi Yance (mantan Bupati Indramayu-red) selama ini adalah dirinya. Dan sekarang dia akan mengungkap, semua yang dia bentengi itu. Makanya kita laksanakan Isthigosah, dengan dukungan masyarakat dan ulama. Ini korupsi harus dibongkar di Indramayu. Bukan kita belain dia, kalau dia sudah jelas menjadi terpidana. Tapi bukti barunya ini kita ungkap, khususnya di Indramayu.

Artinya hanya yang di Indramayu saja ?

Tidak, yang di Jakarta juga. Diakan ada menyebut oknum2, seperti Sareh Wiyono, kemudian Karel Tupu itu akan diungkap. Posisi Rohadi kini sebagai terpidana kasus gratifikasi Saiful Jamil, disisi lain ia sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang.

Rohadi divonis 7 tahun dalam perkara suap, kemudian dalam perkara gratifikasi dan TPPU bekerjasama dengan penyidik KPK mengungkap yang lain. Apakah nanti ada keringanan hukuman ?

Itukan ada surat edaran Mahkamah Agung, dalam perkara yang baru dia kan bisa juga dikategorikan sebagai whistleblower, saksi sekaligus pengungkap. Kemudian perkara yang lama, dia bekerjasama dengan penyidik KPK sebagai Justice Collaborator (JC). Dalam PP 99 tahun 2012, persyaratan mendapatkan remisi, pengurangan setahun dua kali itu, harus menjadi JC. Namun yang sudah putus 7 tahun, belum mendapatkan remisi karena tidak menjadi JC

Kalau menjadi JC, berapa banyak yang harus diungkap?

Kan dilihat dari perkembangannya. TPPU inikan belum P21, masih dibuka, akan dikembangkan. Makanya kita dorong KPK agar segera dibuka kembali TPPU nya. Karena uangnya ini merata kemana-mana di Indramayu.

Dibuka bagaimana maksudnya ?

Perkara Rohadi inikan pertama soal penyuapan kasus Saiful Jamil, ini sudah diputus, beres satu kasus. Kemudian dalam prosesnya penyidik KPK menemukan ada transaksi yang mencurigakan, ada gratifikasi kepada Rohadi, sehingga ditetapkan diluar kasus (penyuapan-red), dia sebagai tersangka TPPU. Ini belum lanjut, mandeg ini, karena waktu itu dia belum buka. Contohnya Seperti mobil Pajero, fakta dilapangan penyidik KPK menemukan bahwa mobil Pazero ini diberikan Rohadi untuk Bupati Indramayu terkait perizinan RS Reysa. Sudah disita RS nya, mobilnya disita, ketika ditanya dia masih tutupin waktu itu. Dia sakit kan mau bunuh diri, mau lompat, akhirnya stroke. Setelah dia pindah ke Sukamiskin, kemudian dia renungkan, pas dalam suasana kontemplasi dia bertemu saya, dan ia mengatakan saya mau membuka semuanya

Apakah anda yang mendorong ?

Tidak, ini kebetulan karena kemauan sendiri. Dia tanya kalau dibuka bagaimana, saya bilang oleh negara akan dijamin keselamatannya. Saya pun sebagai warga masyarakat akan bantu negara.

Menurut anda ini yang terbaik saat ini ?

Yang paling baik yang seperti itu

Bukannya jadi malah tambah banyak musuh ?

Bukan tambah musuh, inikan negara bukan musuh dia. Negara punya policy kebijakan, negara ini harus bebas KKN. Jadi kalau ada yang menghalangi pemberantasan korupsi berarti melawan negara bukan melawan Rohadi

Jadi seperti membuka aib sendiri ?

Bukan membuka aib, dia bertaubat. Orang bertaubatkan dia ungkapkan. Kalau serius ya harus diungkap, itu namanya pertaubatan. Jadi itu yang menjadi latar belakangnya, makanya ulama Indramayu mendukung. Mendukung negara melawan birokrat yang korup, petanya begitu di Indramayu sekarang. Negara didorong oleh rakyat.

Terkait pemberian Pajero kepada Bupati Indramayu, dan sudah diperiksa KPK. Informasi terkini bagaimana ?

Saya tidak berani menjelaskan, tapi menurut beberapa orang yang sudah diperiksa, saya nggak perlu sebut namanya, yang menerangkan bahwa mobil itu dipergunakan oleh bupati, kemudian mobil itu diserahkan di pendopo, kemudian mobil itu untuk proses perizinan. Karena RS itu belum layak dapat izin, kepala dinas belum mau memberikan rekomendasi, tapi atas perintah bupati dengan suaminya Yance, izin langsung di bypass ke bagian perizinan. Ada datanya di KPK, kan sudah diperiksa semua, lebih dari 50 orang yang diperiksa.

Bupati Indramayu tidak punya salah ke Rohadi, apa ada motif lain atau murni pemberantasan korupsi ?

Sekarang begini, kalau orang sudah membuat pernyataan di KPK, bahwa siap menjadi Justice Collaborator (JC), kemudian ternyata masih ditutup-tutupi, itulah yang akan dikejar KPK, makanya dia stres. Sekarang dia sudah bertaubat, apalagi yang mau ditutupinya. Jadi bukan masalah sakit hati, KPK sudah punya data, sudah 50 orang lebih yang diperiksa. Dia sudah 17 tahun membackup korupsi di Indramayu, Rohadi ini salah satu pintunya.

Alangkah sakit hati keluarga Bupati Indramayu kepada Rohadi ?

Realitanya seperti ini, sekarang saya buru-buru tanggap. Kalo sudah jadi JC kalau bohong saya laporkan, saya juga punya data, tinggal mengiyakan saja. Dari mulai data JIS satelit untuk pemetaan, pembebasan PLTU 1, proyek jalan, penyalahgunaan APBD Indramayu, anggaran kasus Rumah Sakit, semua data ada disaya.

Ada konsekuensi kalau ternyata keterangan Rohadi bohong?

Kita serahkan KPK, bohong atau bagaimana KPK sudah tahu datanya.

Mengenai Rumah Sakit Reysa bagaimana ?

RS kan kebutuhan faktual, tetapi persoalannya mekanisme hukum harus kita hormati. Kalau memang KPK itu mengizinkan masyarakat untuk mengelola, masyarakat siap. Daripada nanti nilainya rendah, siap-siap saja.

Saya dengar mau dikembalikan ke Pemda ?

Bukan dikembalikan ke Pemda, kalau yang namanya barang sitaan harus dibuktikan dulu dipersidangan. Memang perlu didalami, dalam APBD 2015 itu ada menyebutkan dana yang masuk ke RS Reysa, tetapi dalam kenyataannya itu uang Rohadi.

Maksudnya ?

Ada dana yang bersumber dari APBD Indramayu untuk RS Reysa milik Rohadi senilai Rp 11 miliar, bahkan dibuatkan Perbupnya. Sekarang tinggal KPK saja

Apa anda mengenal bupati secara pribadi ?

Kenal

Apa yang menjadi harapan anda untuk Indramayu?

Kedepan Indramayu harus bebas dari KKN. Kalau rakyatnya mau sejahtera, karena Indramayu ini kaya, jadi sumber pendapatan dan keuangan daerah harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan dan kemakmuran rakyat. Saya miris melihat warga Indramayu di Jakarta yang masih memungut sampah, masih banyak yang tersesat.

Lalu dengan adanya kasus Rohadi ini, anda seperti dapat momen?

Ini murni untuk perbaikan, karena kecintaan kepada Indramayu. Sebagai pembina dan motor dari banyak lembaga anti korupsi di Indramayu saya sudah puluhan tahun teriak-teriak korupsi di Indramayu, yang namanya amar ma’ruf nahi mungkar inikan fardhu ain. Kepada siapa kita mau mengadu ketidakberesan didepan mata. Anggota legislatif sebagai wakil rakyatnya saja tidak dapat berbuat apa-apa, karena disokong Bintek, Kunker dll, belum lagi pemilih yang sengaja digolputkan

Tapikan anda dibayar Rohadi ?

Enggak, siapa yang bayar. Rohadi sudah tidak punya apa-apa, boleh dicek. Walaupun namanya saya pengacara Rohadi, tetapi tidak dibayar. Mestinya kita yang dibayar KPK

Bagaimana saran anda kepada KPK?

KPK ini lembaga hukum, instansi yang dibentuk berdasarkan undang-undang negara ini. Kita wajib menghormatinya. Didalamnya terdapat orang-orang yang kredibel. KPK tidak dapat bekerja sendiri memberantas korupsi, masyarakat perlu support dan terus mengingatkan.

 Ilham AR, Zulkarnain, Johannes Hutabarat

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of