Headline Kabupaten Sukabumi

Rabu, 30 September 2020 - 09:28 WIB

3 minggu yang lalu

Ruang Fatmawati yang di upgrade menjadi ruang isolasi Covid 19 di RS Sekarwangi (Foto : TBO)

Ruang Fatmawati yang di upgrade menjadi ruang isolasi Covid 19 di RS Sekarwangi (Foto : TBO)

Mengenal Ruang Isolasi Khusus Bertekanan Negatif di RS Sekarwangi Sukabumi

TBOnline [SUKABUMI] — Nama Ruang Isolasi Penanganan Covid 19 Bertekanan Negatif yang terdapat di BLUD RS. Sekarwangi, Cibadak-Kabupaten Sukabumi, mungkin terdengar asing bagi masyarakat awam.

Gedung Fatmawati bagi pasien paru, yang kemudian difungsikan sebagai gedung isolasi bertekanan negatif bagi pasien terkonfirmasi Covid 19 (foto : joy)

Apa dan bagaimana sebenarnya gedung yang dibangun dengan anggaran Rp16 Miliar ini.

Direktur BLUD RS. Sekarwangi Dr. Albani Nasution kepada TBO mengungkap secara sederhana bahwa ruang bertekanan negatif ini sebagai kamar sterilisasi.

“Orang yang terkonfirmasi Covid 19 tidak akan menularkan kepada siapa pun, bila dirawat dalam ruang tersebut,” kata Albani, Selasa (29/9/2020).

Menurutnya gedung yang kini digunakan sebagai ruang isolasi bertekanan negatif ini merupakan pemugaran dari ruang khusus pasien paru-paru sebelumnya.

“Gedung nya di upgrade, kini digunakan khusus untuk merawat pasien terkonfirmasi Covid 19,” jelasnya.

Albani menambahkan, kehadiran gedung isolasi bertekanan negatif ini sangat dibutuhkan RS Sekarwangi sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid 19 di Jawa Barat.

Selasar RS Sekarwangi yang berada di muka Gedung Isolasi bertekanan negatif (foto : joy)

“Sebelum dibangun, pernah satu kali kita menerima pasien terkonfirmasi Covid 19, lalu kita rujuk ke salah satu RS di Jakarta, sampai di RS yang dituju ruangan penuh dan ketika kembali pasien tersebut meninggal dunia,” kenang Albani.

Ruang Fatmawati yang difungsikan kembali sebagai ruang isolasi bertekanan negatif di RS Sekarwangi (foto : joy)

Saat ini, tambah Albani, terdapat 6 ruang dengan kapasitas 35 tempat tidur dalam gedung bertekanan negatif ini, dan sudah melayani ratusan pasien yang terkonfirmasi Covid 19.

“Satu ruang ada sekitar 4 sampai 6 tempat tidur, dan bila diakumulasi dari Maret 2020 sudah ratusan orang yang dirawat. Saat ini ada sekitar 32 pasien,” jelas Albani.

Untuk operasional, mesin yang digunakan dalam ruang bertekanan negatif ini menggunakan daya listrik yang besar.

“Kita bahkan meminta tambahan daya ke PLN, yang kemudian menyediakan genset khusus,” singkat nya.

Mesin dengan ukuran dan kapasitas daya besar untuk menyuplai mesin khusus di ruang isolasi bertekanan negatif di RS Sekarwangi (foto : joy)

Dalam kesempatan ini, Albani memberi pengetahuan terkait ciri dan gejala Covid 19.

“Selain gejala biasa seperti pilek, panas dingin dan sesak nafas. Yang paling dicirikan ialah yang datang dari zona merah”. M. Rizwan /(joy)

Artikel ini telah dibaca 209 kali

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A
Baca Lainnya