Polres Bangka Barat

Selasa, 6 Maret 2018 - 09:26 WIB

3 tahun yang lalu

Mengenal Pendidikan SD Muhammadiyah 2 Depok

TB-Online, Depok – SD Muhammadiyah 2 Depok terletak di Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran MAS, Kota Depok, memberikan kontribusi pendidikan kepada masyarakat terutama agama Islam dan pendidikan umum, sebagaimana sekolah dasar lainnya sesuai dengan standar Kementerian Agama RI, dengan prosentase pendidikan akademik 60 % agama Islam dan 40% pendidikan umum ditambah kegiatan non akademiik berupa pramuka.

Ahmad Sujai (Kepala SD Muhamadiyah 2 Depok)

Menurut Ahmad Sujai, S.Pd, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Depok mengatakan, pendidikan di sekolah yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan ini berbasis agama Islam, setiap murid mengikuti pendidikan berkarakter yang sudah sejak lama dilaksanakan dengan metode pendidikan Islam terpadu, khusus untuk pelajaran agama Islam dilaksanakan empat jam.

Sekolah yang dibangun pada tahun 1962 ini didirikan diatas lahan seluas 1320 m2, memiliki jumlah murid sebanyak 287, dan staf pengajar berjumlah 18 orang. Lahan sekolah SD Muhammadiyah 2 Depok ini menjadi satu bagian dengan SMP Muhammadiyah yang berhadapan dan terpisah dengan halaman sekolah.

“ Berbagai fasilitas yang tersedia di sekolah ini yaitu Ruangan, Kelas, Lab (Untuk Kegiatan Sekolah) Aula / Ruang Serbaguna, Bimbingan Konseling, Kelas, Ruang Kesenian, Playground, halaman upacara serta penunjang olahraga,” tutur Ahmad Sujai kepada Target Buser Online di ruang kerjanya belum lama ini.

Guna peningkatan kualitas dan mutu, SD Muhammadiyah 2 Depok memperbaiki kinerja guru karena guru dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap hasil yang dicapai oleh siswa. “Kinerja guru adalah persepsi guru terhadap prestasi kerja guru yang berkaitan dengan kualitas kerja, tanggung jawab, kejujuran, kerjasama dan prakarsa,” ungkapnya.
Secara moral dan etika, pendidikan dasar Islam adalah implementasi insan muslim yang bertanggung jawab terhadap ajaran agamanya.

Akan tetapi pada usia sekolah dasar hal ini diterapkan dengan pendekatan persuasif, dibimbing dan diajar, seperti contoh siswa ke sekolah masih diantar orangtua, secara keseluruhannya merupakan manifestasi pembentukan karakter dan bertujuan menjadi pintar dan disiplin.

“ Saya berharap pada peningkatan kualitas pendidikan, mari kita bersama-sama bekerjasama antara masyarakat sebagai wali murid dan pihak sekolah dalam pembinaan pendidikan, karena jika berbicara kualitas dan mutu pendidikan bukan saja diberikan di sekolah akan tetapi masyarakat ikut berperan di rumah untuk mendidik putera-puterinya agar disiplin belajar, rajin beribadah dan patuh terhadap orang tua,” tuturnya. Freddy / Aswandi

Artikel ini telah dibaca 2685 kali

Jangan Lupa Tanggal 9 Desember 2020, Pilih Pasangan AMAN nomor 1 ( Adjo – Iman )
Baca Lainnya