Bangka Belitung Headline

Sabtu, 9 Januari 2021 - 13:07 WIB

4 bulan yang lalu

Mediasi di Mapolres Bangka Barat, Sepakat Dukung KIP Untuk Belo Laut Sejahtera

TBOnline [BANGKA BARAT] — Kasus dugaan pengerusakan inventaris Kantor Desa Belo Laut oleh puluhan warga terkait protes aktivitas KIP di wilayah mereka pada Senin (28/12/2020) lalu, yang perkaranya ditangani Polres Bangka Barat dengan melakukan pemanggilan kepada 16 warga pada Senin (04/01/2021), kini berujung kesepakatan damai.

Proses perdamaian melalui mediasi dilakukan Kades dan Sekdes Belo Laut dengan warga kontra KIP di Gedung Catur Prasetya Mapolres Bangka Barat, Jum’at (08/01/2021).

Turut hadir dalam mediasi yang dimulai pukul 14.00 Wib ini Kapolres Bangka Barat, Kasat Intel, Kasat Polair, Kasat Reskrim beserta jajaran, kemudian Rian Kepala Unit Tambang Laut Bangka, Bong Ming-Ming selaku penjamin, Arbi Yanto (Yan Belo) Anggota DPRD Provinsi Babel, Ibnu Kades Belo Laut serta Sekdes, Mitra KIP, Andi selaku lawyer masyarakat Belo, Panitia KIP, Masyarakat nelayan dan pegawai Bank BRI Muntok.

“Kami berada di posisi yang tidak pro (netral), namun kami diskusi terkait kasus ini dengan rekan-rekan penyidik untuk kita sama-sama saling memahami, bahwa segala sesuatu harus kita ambil hikmahnya. Namun saya tentunya dalam kesempatan ini mendengarkan harapan semua pihak,” imbuh Kapolres AKBP Fedriansyah.

Sementara Ibnu, Kades Belo Laut menjelaskan pihaknya sudah terbiasa dengan asam garam politik dan kehidupan sosial masyarakat.

“Terkadang sesama masyarakat pun sulit untuk saling rangkul, jadi mungkin gak ada salahnya di kesempatan yang baik ini, saya selaku orang tua, selaku kepala desa menginginkan masyarakat saya berdamai apapun permasalahannya, karena saya tahu Belo Laut ini kalau mau dibahas silsilah masih keluarga semua, kait mengait,” katanya.Ibnu menginginkan agar menghadapi setiap permasalahan tidak mengedepankan ego. “Ketika berbeda pandangan, berbeda sikap, maka hargai jangan dimusuhi. Setuju,” tandas kades.

Andi, kuasa hukum masyarakat Belo Laut menjelaskan dirinya sudah berembug dengan warga terkait Undang-Undang Minerba. “Kita bersyukur sudah dikaruniai Allah SWT kekayaan alam yang ada,” kata Andi.

Anggota DPRD Provinsi Babel Arbi Yanto, mewakili Dapil Bangka Barat mengungkapkan agar PT Timah bisa memahami bahwa ada nelayan pinggir tangkap udang. “Maka agar KIP tidak bekerja terlalu pinggir,” ujar Arbi Yanto yang akrab disala Yan Belo ini.

Mewakili pihak BRI Cabang Muntok, Rian dalam kesempatan ini menjelaskan terdapat pembagian buku tabungan tahap kedua —untuk mempermudah kompensasi aktivitas KIP— kepada warga Belo Laut sebanyak 704 buku tabungan BRItama.“Ketika itu diterima dan diwakili oleh panitia dan disaksikan masyarakat nelayan, sisa nya 67 buah buku tabungan BRItama akan rampung minggu depan,” sebutnya.

Dalam mediasi ini semua pihak yang hadir sepakat, untuk kedepannya tidak ada pro kontra aktivitas KIP di tengah masyarakat Belo Laut, warga masyarakat akan bersinergi membangun Belo Laut bersama PT. Timah dan mitra. Fani Tamzona

Artikel ini telah dibaca 240 kali

Baca Lainnya