Headline TNI - POLRI

Thursday, 25 October 2018 - 17:06 WIB

10 months yang lalu

Mayjen Hartomo foto Antara

Mayjen Hartomo foto Antara

Mayjen Hartomo : “TMMD Merupakan Strategi Pembinaan Territorial”

TB- Online, JAKARTA — TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) secara umum merupakan komitmen TNI untuk ikut membangun bangsa dan negara bersama komponen bangsa lainnya secara sinergi dan berkesinambungan. Program ini berupa akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.

Namun jarang masyarakat tahu, apa sebenarnya hakikat dari kegiatan yang dahulu bernama AMD (ABRI Masuk Desa) ini.

Dijumpai di Markas Komando Pusterad (Pusat Teritorial Angkatan Darat) di Jalan Raya Setu No. 27 Cipayung, Cilangkap, Jakarta Timur. Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Mayjen TNI Hartomo menguak sedikit filosofi TMMD ini.

Menurut Jenderal bintang dua ini TMMD merupakan bagian dari bakti TNI kepada rakyat, dan merupakan strategi pembinaan territorial serta pertahanan TNI sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat Indonesia. “Strategi pertahanan melalui TMMD ini sudah dilaksanakan sejak dahulu. TNI lahir dari rahim rakyat Indonesia, sehingga kemanunggalan dengan rakyat ini harus kita pertahankan sepanjang masa. Salah satunya melalui kegiatan TMMD ini,” jelas Mayjen Hartomo.

Dalam kegiatan TMMD ini, lanjutnya anggota TNI bahkan menginap dirumah masyarakat, hal ini tentunya agar saling mengenal dan agar rakyat tahu karakter TNI. “Rakyat akan tahu bahwa tentara itu kalau bekerja untuk rakyat selalu ikhlas”.

TMMD sebagai strategi pembinaan territorial, sambung Hartomo merupakan ke-khasan TNI yang tidak dimiliki tentara lain didunia. “Sistem pertahanan masing-masing negara berbeda dan memiliki ciri tersendiri. Negara lain hanya memiliki satuan tempur, sedangkan Indonesia memiliki tentara territorial karena kebutuhan dan sejarahnya berbeda”.

Ditambahkannya, TMMD ini sesuai dengan 8 wajib TNI yang ke 8, yakni mengatasi kesulitan warga sekitar. Makanya sudah pasti didukung rakyat, karena langsung menyentuh kepentingan rakyat. Misalnya dalam pekerjaan fisik membangun jembatan, membuka akses jalan atau meningkatkan jalan setapak. Kegiatan ini melibatkan lintas sektor serta bermanfaat langsung dan besar pengaruhnya bagi rakyat. “Contohnya kegiatan TMMD di Situbondo, dimana TNI bersama rakyat meningkatkan jalan setapak sepanjang 12 KM. Dahulu masyarakat beraktivitas melalui jalan ini dengan jalan kaki, kini mobil bahkan sudah dapat melintas,” terangnya.

Fenomenalnya TMMD atau AMD ini bahkan merajut kenangan Hartomo ketika masih bertugas di Serang, Banten tahun 80 an silam, kala itu masyarakat sekitar sangat familiar dengan nama Jembatan Marinir. “Jembatan ini dibangun lewat kegiatan AMD (ABRI kala itu -red), dan fungsinya sangat berpengaruh dengan aktivitas keseharian warga, maka sebagai bentuk rasa syukur dan agar mudah pelafalan, warga menamainya jembatan marinir”.

Merasa pentingnya TMMD ini bagi rakyat, Mayjen Hartomo menyatakan agar idealnya kegiatan ini dilaksanakan 4 kali dalam setahun. “Sebetulnya kegiatan TMMD ini dapat mengikis korupsi, untuk itu seharusnya ditingkatkan minimal 4 kali dalam setahun,” terangnya.

Andi Tigor (Redaksi)

 

Artikel ini telah dibaca 265 kali

Baca Lainnya