Nasional

Rabu, 27 Oktober 2021 - 08:29 WIB

1 bulan yang lalu

Proyek pembangunan Puskesmas Kemang, Kabupaten Bogor (Foto : Tbo)

Proyek pembangunan Puskesmas Kemang, Kabupaten Bogor (Foto : Tbo)

Masuk Proyek Puskesmas Kemang Bogor, Kontraktor Sebut Jurnalis Bisa Terancam Pidana

TBOnline [BOGOR] — Kontraktor proyek pembangunan Puskesmas Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat bernama Reza menyoal kegiatan jurnalis TBO yang akan melakukan kroscek terkait material yang digunakan CV. Tema Karya Mandiri, perusahaan pelaksana proyek pembangunan Puskesmas Kemang senilai Rp4.555.856.394. Lebih jauh, Reza bahkan membuat kesimpulan dengan menggenalisir kegiatan jurnalis yang masuk dalam azas lex specialis —mengacu UU Pers Nomor 40/1999— dapat dijerat dengan pidana umum memasuki pekarangan orang lain (rumah tangga) tanpa hak, sebagaimana tertuang dalam KUHP Pasal 167 Ayat (1).

Kejadian ini bermula ketika jurnalis TBO meminta izin melakukan kroscek ihwal pengakuan Reza terkait penggunaan baja ringan dalam proyek pembangunan Puskesmas Kemang.

Penempatan papan (plang) proyek pembangunan Puskesmas Kemang, yang diletakkan di sudut gedung dan nyaris tak terlihat dan terbaca masyarakat luas (Foto : Tbo)

“Yang saya maksud Bos Reza, hanya untuk membuktikan penjelasan dari bapak seperti: Ketebalan baja ringan O.75 mm, Stempel SNI dll, itu yang saya maksud bos. Hanya memastikan melalui bukti, contoh kalau berstempel SNI pasti ada nempel di baja ringan, untuk ukuran tebal nya bisa nanti kami ukur, begitu Bos Reza. Makasih,” demikian bunyi WA TBO kepada Reza, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga » Pembangunan Puskesmas Kemang Diduga Tertutup, Begini Dalih Pelaksana Proyek

“Baja ringan sudah naik smua. Ada resiko kecelakaan kalo saya izinkan bapak naik ke atas tanpa ada instruksi dari PPK. Bersurat dulu saja ke PPK pak. Mohon maaf. Bukan kami melarang. Tapi sudah prosedural. Untuk ketebalan dll sudah pernah dicek oleh PUPR dan dinas teknis terkait. Seharusnya tau prosedur,” tangkis Reza.

“Justru saya paham prosedur bos, tidak ada UU yang mengatur media harus izin ke PPK PUPR hanya untuk mengecek fisik sebuah bangunan. Saya kasih contoh ya bos”

“Lho ada om, masuk ke lahan / property orang harus seizin pemilik. KUHAP boss”

“Hhhhh…itu milik rakyat juragan”

“Belum om. Kalo sudah operasional baru. Selama proses pembangunan masih tanggungjawab kami. Ada namanya proses penyerahan lapangan. Syah dan….”

“Baik bos, kita saling membuktikan”

“Ok”

“Besok 150 media saya undang tolong di buktikan KUHP nya”

Papan (plang) proyek pembangunan Puskesmas Kemang, sebelumnya berada di sudut gedung dan kini sudah dipindahkan (Foto : Tbo)

“Yang bilang ga ada undang2nya kan situ. Saya cuma nunjukin ada. Peraturannya”

Dalam percakapan ini Reza juga mengirimkan screenshot sebuah gambar yang menampilkan isi Pasal 167 Ayat (1) : “Barang siapa memaksa masuk ke dalam rumah, ruangan atau pekarangan tertutup yang dipakai orang lain dengan melawan hukum atau berada di situ dengan melawan hukum, dan atas permintaan yang berhak atau suruhannya tidak pergi dengan segera, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.”

TBO juga sempat menanyakan kapasitas Reza yang mewakili pelaksana CV. Tema Karya Mandiri, karena dalam penelusuran TBO nama Reza tidak spesifik tercantum dalam susunan direksi perusahaan yang beralamat di Jalan Muniran No.8, Limes, Desa Pamegarsari, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ini. Muncul dugaan nama CV. Tema Karya Mandiri digunakan hanya untuk kepentingan prosedural dan formalitas belaka.

“Kalo bapak gak yakin saya sah mewakili atau tidak, kenapa bertanya ke saya,” kata Reza. PM Hutabarat

Artikel ini telah dibaca 96 kali

Baca Lainnya