Headline

Sabtu, 25 September 2021 - 14:14 WIB

3 minggu yang lalu

Suasana hearing yang digelar di DPRD Kabupaten Kotabaru, terkait kompensasi pihak STC sebesar Rp700 Milyar kepada Pemerintah Daerah Kotabaru (Foto : Tbo)

Suasana hearing yang digelar di DPRD Kabupaten Kotabaru, terkait kompensasi pihak STC sebesar Rp700 Milyar kepada Pemerintah Daerah Kotabaru (Foto : Tbo)

LSM KOTABARU Pertanyakan Kompensasi STC Senilai Rp700 Miliar

TBOnline [KOTABARU] — LSM KOTABARU turun ke jalan menyoal kompensasi berbentuk fisik senilai Rp700 Miliar yang akan digulirkan perusahaan Sebuku Tanjung Caol (STC) kepada Pemerintah Daerah Kotabaru. Pengunjuk rasa diterima Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru Syairi Mukhlis yang didampingi beberapa anggota DPRD serta pengawalan anggota Polres Kotabaru, Senin (20/9).

Dalam hearing yang di pimpin Ketua DPRD, hadir Sekda Kotabaru Said Akhmad yang mewakili Bupati H. Sayed Jafar, Kepala BPKAD Riza Ahyani, Dinas PU PR, Perwakilan Kapolres dan Dandim 1004, Lanal Kotabaru, Kajari dan unsur Forkopimda Kotabaru lainnya.

Dalam hearing terungkap pihak LSM KOTABARU mempertanyakan kompensasi dari pihak STC sebesar Rp700 Milyar kepada pemerintah daerah terkait tambang yang ada di wilayah Pulau Laut Tengah Kabupaten Kotabaru.

Usai hearing Ketua DPRD Syairi Mukhlis kepada awak media menjelaskan bahwa terkait realisasi kompensasi pihak STC ialah merupakan jumlah akumulasi di tahun 2020 sampai tahun 2021, dimana komitmen ini di buat tahun 2020. “Tadi sudah disampaikan sebesar Rp200 Milyar,” kata Syairi. Dimana di tahun 2020 sebesar Rp100 Milyar dan tahun 2021 senilai Rp100 Milyar. “Pada tahun 2020 karena terkendala covid 19, maka di tahun 2021 itu direalisasikan Rp200 Miliar,” sambung Syairi.

LSM KOTABARU saat melakukan unjuk rasa terkait kompensasi STC senilai Rp700 Miliar (Foto : Tbo)

Tadi ada beberapa kegiatan yang disampaikan Tim Kompensasi, dari beberapa item baru satu yang berkontrak yakni kontraktor Jati Baru, untuk pembangunan jalan ke tempat wisata Goa Lowo yang ada di Kecamatan Kelumpang Hilir. “Dan tadi ada beberapa item pekerjaan sesuai yang disampaikan tim, juga pihak STC,” kata Ketua DPRD.

DPRD Kabupaten Kotabaru, kata Syairi, pada saat ini menekankan pada tim agar secapatnya melakukan kontrak itu, dan kemudian apabila sampai akhir bulan ini tidak dilakukan pihak STC, maka DPRD akan memanggil pihak STC untuk klarifikasi kenapa ini terlambat. Sedangkan terkait ring 1 (satu) dimana lokasi tambang berada, Ketua DPRD Syairi Mukhlis juga mendukung apa yang sudah disampaikan untuk mengutamakan daerah ring 1 (satu).

Ketua DPRD Syairi Mukhlis saat memberikan keterangan pers usai hearing terkait kompensasi senilai Rp700 Miliar dari PT. STC ke Pemkab Kotabaru (Foto : Tbo)

“Makanya tadi disampaikan tim, bahwa program tahun ini ada lanjutan program pembangunan DPRD
sebesar Rp37 Milyar, maka kita minta batalkan pembangunan Kantor DPRD dan tolong di kaji ulang. Sedangkan kalau ring 1 itu lebih prioritas,” kata nya.

Syairi Mukhlis juga meminta agar kita tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan, tetapi juga peningkatan SDM di Kabupaten Kotabaru. “Tadi sudah disampaikan dalam hearing, tolong juga dari Rp700 Miliar perlu juga disisihkan 10% untuk peningkatan SDM, apakah infrasrukturnya baik itu hal-hal lainnya, jadi dari Rp700Miliar maka 10 persen nya yang berarti Rp70 Miliar untuk sekolah yang ada di Kabupaten Kotabaru,” tutup nya. Run

Artikel ini telah dibaca 136 kali

Baca Lainnya