Limbah Rik PT Apeksindo di Cluster C Pertamina Ulu Belu, Luber ke Sungai dan Kolam Warga Mekarsari

TBOnline, TANGGAMUS ¤ Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) merupakan salah satu sumber energi yang ramah lingkungan karena menghasilkan limbah yang rendah, salah satunya adalah limbah cair.

Limbah cair ini berasal dari fluida panas bumi, fluida panas bumi yang tidak diinjeksikan kembali akan menjadi limbah cair.

Salah satu zat kimia yang terkandung dalam limbah cair adalah Arsen (As), pada lapangan panas bumi di cluster C Ulu Belu, limbah cair yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga panas bumi dibuang ke sungai Ulu Belu.

Konsentrasi Arsen (As) pada limbah cair tersebut sampai dengan saat ini belum pernah diukur dan diteliti. padahal penelitian ini sangatlah penting bertujuan untuk mengetahui besarnya konsentrasi Arsen (As) pada limbah cair yang dibuang ke Sungai air Ulu Belu terhadap lingkungan masyarakat setempat.

Sehingga limbah masuk ke pipa air minum warga Mekarsari dan masuk ke kolam ikan warga dimana ikan ikan warga banyak yang mabuk, ujar salah seorang warga mekar sari yang terkena dampak kebocoran limbah ujarnya.

PT Apek Sindokah yang harus bertanggung jawab atas lubernya limbah rek apeksindo tersebut dikarenakan penampungan yang disediakan pihak PT diduga tidak sesuai dengan aturan yang ada.

Pada saat kejadian pihak Septi Rik datang ke lokasi kejadian tutur salah satu warga setempat.kejadian ini terjadi pada sabtu 16 Desember 2023 sekira jam 18.30 WIB, ungkapnya.

Narasi di atas apakah memang sudah memenuhi prosedur dan apabila tidak sesuai harus di pertanggung jawabkan pihak Pertamina Ulu Belu yang menaungi perusahaan di ruang lingkup Gheotermal Pertamina Ulu belu Tanggamus. Bersambung (Tim)