Berita Polisi Nasional

Senin, 1 Februari 2021 - 19:34 WIB

3 bulan yang lalu

Libatkan Eks Ketua Ormas, Polres Sumedang Tangani Dugaan Penggelapan Mobil Rental CV. Anak Emas Suhara

TBOnline [SUMEDANG] — Jajang Suhara, pemilik CV. Anak Emas Suhara, perusahaan rental & sewa mobil di Kabupaten Sumedang, mengalami kerugian materiil hingga Rp1 Miliar akibat mobil yang direntalkannya kepada YR alias O —yang diketahui sebagai salah satu ex Ketua Ormas di Kabupaten Sumedang— sejumlah 4 unit dari 10 unit yang hingga kini belum diketahui rimbanya.

“Mau tidak mau saya harus bertanggung jawab, karena sebagian unit tersebut bukan milik pribadi sendiri melainkan mitra kerja yang bekerja sama dengan CV Anak Emas Suhara,” tutur Jajang.

Jajang Suhara, ketika menceritakan kronologis peristiwa yang menimpa dirinya kepada awak media (Foto : Pencus Hutabarat)

10 unit mobil tersebut, lanjut Jajang, baru ditemukan 6 itu pun melalui rekanan Jajang, sementara yang diduga digadaikan oleh YR kepada pihak lain tanpa sepengetahuan pemilik unit kendaraan tersebut tersisa 4 unit.

“Dua unit sudah masuk LP, sementara  dua unit lagi masih proses, karena menurut pihak kepolisian masih terdapat berkas yang kurang,” tuturnya.

Adapun 4 unit mobil yang diduga digadaikan YR alias O masing-masing: Honda Brio Sayta No Pol : D 1519 UAM, Honda Brio Satya No Pol : D 1772 XG, Toyota Avanza No Pol : B 2720 SOI dan Daihatsu Xenia No Pol : D 1751 UAW.

Modus yang digunakan YR alias O ialah menyewa mobil ke perusahaan milik Jajang secara bertahap.

“Ia (YR alias O -red) menyewa tidak langsung, tapi secara bertahap, sampai 10 unit dan itu dengan perjanjian tertulis, gak asal saya kasih saja, apalagi dia salah satu Ketua ORMAS waktu itu dan untuk keperluan operasional proyek kata dia ke saya,” ucap Jajang, Senin (01/02/2021).

Kendaraan tersebut diduga diketahui digelapkan YR setelah jajang dan rekannya menemui langsung penerima mobil yang mengaku mendapatkan unit secara gadai dari YR, bahkan Jajang sempat membawa pihak keluarga YR untuk membuktikan bahwa YR sudah menggadaikan mobil rental yang dikelolanya.

“Betul saya menerima gadai dari YR bukan dari Jajang, dan saya juga gak tau kalo itu mobil rental,” ungkap Jajang menuturkan jawaban si penerima gadai.

Lebih jauh, penerima gadai yang enggan disebutkan namanya itu mengungkapkan keberatannya jika unit diambil pemiliknya hanya dengan perjanjian tertulis saja tanpa ada pengembalian uang yang sudah ia berikan kepada YR.

“Saya sudah mencoba untuk menyelesaikan secara kekeluargaan dengan pihak keluarga YR, cuman mereka enggak mau secara tertulis dan enggak ada titik temu lah, alhasil saya serahkan perkara ini ke pihak Polres Sumedang. Alhamdulillah baru hari ini saya kembali dipanggil, semoga tidak berlarut dan pihak yang berwajib sangat kooperatif,” ujar Jajang.

Bukti panggilan Polres Sumedang kepada Jajang Suhara berdasarkan laporan yang dibuatnya (Foto : Pencus Hutabarat)

Diketahui hingga kini Jajang sudah beberapa kali membuat laporan ke pihak Polres Sumedang, sejak 29 Desember 2020, adapun laporan yang sudah keluar, antara lain: LP : B / 29.b / I / 2021 / Reskrim, SPT NO : Sp. Gas/ 02 / XII / 2020 / Reskrim Tanggal 31 Desember 2020, SP Penyelidikan NO : Sp.Lidik / 02 / XII / 2020 / Reskrim Tanggal 31 Desember 2020, SP Penyelidian NO : sp.Lidik / 02.a / I / 2021 / Reskrim Tanggal 14 Januari 2021.

Informasi yang dihimpun TBO, Senin ini (1/2/2021) pihak Polres Sumedang sudah memanggil Jajang untuk dimintai keterangan, karena keterangan yang didapat dari Aiptu Dede Kosasih (Ka Tim Idik Ranmor) perkara tersebut sudah di ditangani oleh Aipda Arie Richie Noviana (Ka Tim Idik Ranmor) yang saat ini telah memanggil Jajang, dua kali panggilan baru hari ini bisa direalisasikan karena Jajang baru tiba dari luar kota.

Adapun YR bisa saja dikenakan Pasal 378 KUHPidana dan atau Pasal 327 KUHPidana yang berbunyi : Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. Pencus Hutabarat

Artikel ini telah dibaca 276 kali

Baca Lainnya