Berita Daerah Berita Polisi

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 12:02 WIB

6 bulan yang lalu

Laporan Rindi Rindiawan Masuk Tahap Penyelidikan Penyidik Polres Bogor

TBOnline [BOGOR] — Kepolisian Resort (Polres) Bogor menindaklanjuti laporan Rindi Rindiawan atas LY, yang diduga melanggar UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik), yang saat ini dinaikan ke tahap penyelidikan.

Ruby Falahadi SH, kuasa hukum Rindi, menjelaskan kliennya pada Jumat (30/10) sudah memenuhi panggilan penyidik Polres Bogor untuk dimintai keterangan atas laporannya.

“Panggilan tersebut untuk berita acara interogasi (BAI). Klien kami dicecar sekitar 13 pertanyaan,” kata Ruby.

Laporan atas pelanggaraan UU ITE, saat ini pihak kepolisian telah menganalisa dan memberikan pasalnya (untuk pelaku).

“Hemat saya sudah cukup, Pasal 184 unsur pidana terdapat dua (2) alat bukti sudah cukup, baik lisan atau tulisan,” terang Ruby.

Dari pihak kami sebagai advice, lanjut Ruby, demi hukum dan undang-undang. Siapapun yang bersalah, siapapun yang membuat tindak pidana, itu harus dihukum.

Diberitakan sebelumnya, permasalahan antara Rindi dengan LY yang berujung laporan polisi ini mulanya terkait kepengurusan sertifikat (SHM). Saat itu, seseorang berinisial ME meminta bantuan Rindi untuk mengurus sertifikat tanah LY, yang katanya hilang, untuk diterbitkan duplikatnya di Kantor Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Bogor.

Rindi pun menyanggupi pekerjaan ini, kemudian ME menyerahkan biaya pengurusan sertifikat dan operasional sebesar Rp15 juta.

“Keterangan yang saya dapat ternyata tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya, karena sertifikat itu bukan hilang tapi sudah dilelang oleh pihak bank,” jelas Rindi.

Ia bahkan sebelumnya sudah membuat laporan kehilangan di Polres Bogor.

“Juga sudah saya jelaskan kepada saudara ME bahwa sertifikat tersebut tidak dapat diproses. Karena yang saya kenal ME bukan LY. Sebelumnya saya tidak kenal LY, baru setelah ada pekerjaan, saling ketemu,” tambah Rindi.

Singkat cerita, LY kemudian meminta kembali dana sejumlah Rp15 juta yang pernah diserahkan ME ke Rindi agar dikembalikan.

“Namun saya menolak, sebab saya sudah menjalankan sesuai dengan SOP,” tukas Rindi.

Adapun laporan Rindi ke Polres Bogor berawal dari kedatangan LY, di kediaman Rindi, di bilangan Perumahan Bogor Asri pada (18/9/2020).

Di kediaman Rindi waktu itu, LY yang tidak mendapati Rindi, secara membabi-buta menyerang Ida Lilis Royani, ibu Rindi secara verbal.

“LY juga mencaci maki hingga ibu saya shock dan berurai air mata, kejadian tersebut disaksikan langsung oleh ME, EA dan para tetangga. Saat kejadian berlangsung saya sedang tidak berada di rumah. Kejadian inilah yang membuat saya melapor ke Polres Bogor,” terang Rindi.

Hingga berita ini naik, TBO sudah mencoba menghubungi LY melalui telepon seluler nya untuk klarifikasi, namun belum ada respon dari yang bersangkutan. Pencus Hutabarat

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya