Nasional

Kamis, 13 Januari 2022 - 19:53 WIB

7 bulan yang lalu

Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi saat mengunjungi Gerai Kerajinan Daerah Kabupaten Belitung Timur di Manggar (Foto : Babelprov)

Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi saat mengunjungi Gerai Kerajinan Daerah Kabupaten Belitung Timur di Manggar (Foto : Babelprov)

Kunjungi Gerai Kerajinan Untuk Sukseskan G20 di Beltim, Melati : Baca Situasi Maka Peluang Pasar Terbuka Lebar

TBOnline [BABEL] — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Melati Erzaldi mengunjungi gerai kerajinan daerah di Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, Selasa (11/1/2022).

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat kesiapan Kabupaten Belitung Timur sebagai tuan rumah G20 dalam menyediakan kerajinan-kerajinan yang menjadi daya tarik pengunjung.

Dalam kesempatan ini, Melati mengajak pengurus untuk dapat membaca situasi karena ketika G20 dilaksanakan di Belitung, maka peluang pasar akan semakin terbuka lebar. Akan sangat disayangkan jika momen ini tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Karenanya, sebelum G20 berlangsung produk sudah harus disempurnakan, agar pengunjung ini tidak kehabisan produk untuk dijadikan buah tangan.

“Patut disyukuri, Belitong (Belitung dan Belitung Timur) memiliki eco produk yang bervariasi, produk kita banyak yang natural. Sebagai fokus dunia terhadap limbah plastik, maka eco produk seperti purun straw bisa menjadi potensi besar untuk dikembangkan,” ungkapnya.

Ditemani Ketua Dekranasda Beltim Purwenda Puspita, Wakil Ketua Dekranasda Beltim Maisinun dan Ketua Harian Dekranasda Beltim Liatim, Ketua Dekranasda Melati berkeliling dan melihat hasil kerajinan masyarakat Belitung Timur, antara lain : gantungan kunci, songket limbongan, keramik dari kampit, anyaman lidi kabong, serai wangi, hiasan kaca dan juga laundry bag lidi nipah.

Tidak hanya kerajinan tangan, gerai ini juga ikut memasarkan makanan khas Belitung berupa produksi makanan olahan masyarakat Belitung Timur.

“Kalau bisa batiknya dilengkapi, semua batik di display. Jadi banyak pilihan pembeli, kemudian keramik yang dihasilkan harus lah punya nilai guna, jangan hanya jadi hiasan semata,” ungkap Melati.

Harapannya, semua barang dan makanan yang dijual di gerai ini telah memiliki merek, sertifikat halal, food grade dan telah memiliki izin sehingga pemasaran akan lebih mudah dilakukan.

“Kita bantu para pelaku usaha ini, beri semangat untuk melakukan produksi. Lihat potensinya, kasih bantuan, kita bimbing lalu bantu pemasarannya, ketika sudah mandiri baru kita lepas,” jelasnya.

Karena para pelaku usaha membutuhkan Dekranasda untuk membantu, membimbing, menjembatani dan mewadahi para pelaku usaha, sehingga seluruh potensi dan kerajinan di Beltim dapat terangkat.

Naskah & Foto » babelprov.go.id

Narasi » Jamal Indo

Artikel ini telah dibaca 375 kali

Baca Lainnya