Satu Komando

Senin, 10 Agustus 2020 - 00:40 WIB

1 bulan yang lalu

Kisah 3 Menit Aksi Legendaris Kopassus Yang Diakui Dunia

TBOnline [SATU KOMANDO] – Operasi pembebasan pesawat penumpang Garuda 206 DC-9 Woyla dari pembajakan kelompok ektremis pada 1981 membuat Kopassus diakui dunia sebagai salah satu pasukan khusus paling mematikan.

Itu adalah operasi yang dipimpin oleh Letkol Sintong Panjaitan.

Letkol Sintong memimpin operasi legendaris itu dalam kondisi fisik yang kurang baik, kakinya sedang patah setelah mengikuti latihan terjun payung.

Namun ia tetap memimpin operasi pembebasan sandera itu karena seluruh kekuatan pasukan ABRI kala itu sedang menggelar latihan gabungan di Ambon. Begitu juga dengan para prajurit Kopasandha [Kopassus].

Para pasukan Kopassus yang sudah mendapatkan latihan antiteror juga sedang mengikuti Latgab di Ambon.

Hanya Letkol Sintong yang tersisa sebagai perwira paling senior di Markas Baret Merah di Jakarta. Uniknya, Sintong tetap memaksakan diri berjalan tanpa tongkat begitu Komandan Kopasandha Brigjen Yogie S Memet memerintahkannya memimpin operasi.

Selain kondisi fisik pemimpin operasi yang sedang tidak maksimal, tantangan lainnya yaitu karena operasi ini sebenarnya merupakan operasi yang rumit.

Pasalnya, berlangsung di negara lain dan membutuhkan kerja sama secara diplomatik, kehadiran Kopassus harus diketahui otoritas negara setempat.

Meski begitu, operasi pembebasan sandera pesawat Garuda 206 diselesaikan dengan spektakuler.

Dari sisi waktu untuk membebaskan sandera, pasukan Kopassus pimpinan Letkol Sintong mampu membebaskan sandera dalam waktu 3 menit pada dini hari 31/3/1981. Juga tak ada satu pun sandera yang terbunuh.

Atas prestasi spektakuler itu, media-media internasional seperti The Asian Wall Street Journal pun mendudukkan Kopassus yang notabene berasal dari negara dunia ketiga sebagai pasukan khusus terbaik di dunia.

Kopassus pun berada dalam jajaran pasukan khusus paling mematikan di dunia sejajar dengan Navy Seal dari Amerika Serikat dan SAS dari Inggris. int

Artikel ini telah dibaca 253 kali

Baca Lainnya