Nasional

Rabu, 16 September 2020 - 14:17 WIB

1 minggu yang lalu

KIP di Laut Terentang dan Pantai Lepar Tetap Operasi, Nelayan ‘Amsiong’ dan Gigit Jari

TBOnline [BANGKA BELITUNG] — Warga masyarakat nelayan di pesisir Kelurahan Mantung dan Kelurahan Air Jukung, Kecamatan Belinyu-Bangka, sangat menyayangkan sikap PT. timah [Tbk] atas keberadaan 4 Kapal Isap Produksi [KIP] yang menjadi mitra nya tetap beroperasi di sekitar Laut Terentang dan Pantai Lepar tanpa sosialisasi ke masyarakat.

Padahal di pesisir Pantai Lepar ini terdapat wisata pantai yang menjadi kebanggaan masyarakat Mantung dan Air Jukung.“Karena KIP beroperasi di pesisir Pantai Lepar dan Laut Terentang di bawah nol mil dari bibir pantai. Seharusnya PT. Timah lebih peduli dengan dampak lingkungan dari hasil produksi KIP yang membuat dataran pantai berlumpur sehingga menjadi kotor,” ungkap salah seorang nelayan yang dijumpai TBO, Selasa [15/09/2020].

Lebih menyesakkan lagi, nelayan tradisional pukat tidak lagi bisa mencari ikan.

“Padahal kalau mereka mencari nafkah dengan mengunakan alat tangkap pukat masih bisa mereka mendapatkan penghasilan Rp100 ribu per hari,” kata sumber ini.

Masyarakat pesisir pantai dan nelayan berharap agar pihak terkait perlu meninjau kembali dampak dari aktivitas KIP ini.

Informasi yang dihimpun TBO, terdapat kompensasi bagi masyarakat nelayan dari hasil pengelola dan produksi KIP ini.” Nilai nya variatif, berkisar Rp100 ribu setiap bulan per KK,” tukasnya. Andi Mulya

Artikel ini telah dibaca 146 kali

Baca Lainnya