Nasional

Sabtu, 10 September 2022 - 21:14 WIB

3 bulan yang lalu

Detik-detik dugaan pengusiran yang dilakukan puluhan oknum warga Semulut terhadap oknum penambang asal Belinyu (Foto : Tbo)

Detik-detik dugaan pengusiran yang dilakukan puluhan oknum warga Semulut terhadap oknum penambang asal Belinyu (Foto : Tbo)

Kilas Balik Aksi Penambang Semulut, Ada Yang Dilanggar Dibalik Penolakan

TBOnline, BABEL ¤ Aksi pengusiran yang dilakukan puluhan oknum diduga penambang asal Desa Semulut, Parittiga-Jebus, Bangka Barat, terhadap warga desa lain saat ingin melakukan aktivitas penambangan timah laut di IUP PT Timah (Tbk) di sekitar Lubuk Udang —yang di klaim warga Semulut masuk dalam wilayah perairan mereka— pada awal September 2022 kemarin, usut punya usut memiliki cerita bagaimana sesungguhnya justru warga Semulut sendiri yang diduga mengkhianati kesepakatan untuk tidak menambang di sekitar wilayah Lubuk Udang. 

Kesepakatan ini terekam pada dokumen berita acara bertanggal 20 Juni 2020 yang didapat TBO, dalam draft ini tertuang kesepakatan antara Pemdes Semulut dengan Pemdes Bakit terkait wilayah bebas tambang yang tidak boleh dimasuki aktivitas pertambangan baik legal maupun ilegal karena termasuk dalam wilayah tangkap nelayan. Komposisi kehadiran dalam rapat ini pun berimbang, masing-masing 8 orang warga dari pihak Semulut dan Bakit, 4 orang perwakilan Pemdes Semulut dan Pemdes Bakit serta 4 orang perwakilan nelayan kedua desa. Dalam kesepakatan ini juga dibubuhi 3 ketentuan : 1) Daerah tangkap nelayan terlampir dalam berita acara; 2) Apabila ada yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku; 3) Nelayan Desa Bakit maupun nelayan Desa Semulut dihimbau agar melapor ke Pemdes Bakit atau Pemdes Semulut, apabila ada aktivitas tambang di wilayah tangkap nelayan tersebut.

Dokumen berita acara tanggal 20 Juni 2020, berisi kesepakatan antara Pemdes Semulut dengan Pemdes Bakit terkait wilayah bebas tambang (Foto : Tbo)

Dokumen ini kemudian ditandatangani Pj Kades Bakit Rusli bersama Ketua BPD Martoni, sementara Pemdes Semulut diwakili Sekdes Musdalifah bersama Wakil Ketua BPD Semulut Maharudin. Untuk perwakilan nelayan Bakit ditandatangani Markus dan nelayan Semulut diwakili H. Bujang.

Nah, dalam lampiran wilayah bebas tambang yang disebut sebagai daerah tangkap nelayan ini, nama wilayah laut Lubuk Udang yang menjadi pemantik pengusiran awal September 2022 lalu tertera sebagai salah satu zona bebas tambang.

“Waktu itu warga penambang Bakit sudah melakukan aktivitas di sekitar wilayah Laut Lubuk Udang dan sekitarnya, sedangkan penambang warga Semulut ke bagian dalam atau beberapa mil dari pesisir pantai. Karena dianggap mengganggu aktivitas tangkap, saat itu masyarakat nelayan dari Semulut meminta agar warga Bakit jangan lagi menambang di sekitar Lubuk udang, dan meminta diadakan pertemuan di Kantor Desa Bakit itu,” tutur salah seorang sumber TBO yang mengetahui cerita di balik rapat ini.

Lampiran peta daerah tangkap nelayan (wilayah bebas tambang) yang terdapat dalam surat kesepakatan (Foto : Tbo)

Sumber yang minta namanya tidak disebutkan ini kemudian menjelaskan bahwa setelah kesepakatan ditandatangani, warga penambang Bakit mematuhi dengan tidak melakukan aktivitas di lokasi yang disepakati, sementara justru pihak Semulut yang melanggar perjanjian. 

“Sampai tahun 2021 kemarin, tidak ada aktifitas di tempat yang telah disepakati kedua desa. Namun sekitar Agustus 2022 justru penambang asal Semulut yang melanggar perjanjian. Diduga hanya warga mereka yang boleh menambang di wilayah tersebut,” ungkap sumber ini.

Untuk itu, kata sumber ini, warga penambang Desa Bakit berharap agar Pemerintah Desa Semulut tidak mengingkari kesepakatan yang telah dibuat. Selain itu tidak ada alasan lagi warga penambang Desa Semulut melarang warga lain mencari nafkah.

“Warga Bakit juga berharap peran serta pihak Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Kecamatan Parittiga dan instansi lainnya, untuk ikut menyelesaikan permasalahan ini agar tidak berkepanjangan”. Mulia Andy 

Artikel ini telah dibaca 3510 kali

“Kebaikan Berawal dari Sini” Danone-AQUA
Baca Lainnya