Metropolitan

Sabtu, 4 September 2021 - 16:39 WIB

3 minggu yang lalu

Presiden Jokowi dan Sertifikat vaksin Covid-19 yang diunduh dari PeduliLindungi (Istimewa/Ant)

Presiden Jokowi dan Sertifikat vaksin Covid-19 yang diunduh dari PeduliLindungi (Istimewa/Ant)

Ketua IPW Minta Polri Kejar Pelaku Terkait Bocornya Data Presiden Jokowi

TBOnline [JAKARTA] — Beredarnya sertifikat vaksinasi diduga Presiden Joko Widodo lengkap dengan NIK, tanggal lahir, nomor batch vaksin serta keterangan vaksinasi dosis kedua, di media sosial twitter ikut dikomentari Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso.

Sugeng menduga terjadi peretasan data dalam kasus bocornya data vaksinasi presiden ini, dan meminta dengan tegas Polri segera mengejar pelaku.

Sugeng Teguh Santoso, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) (Foto : Ist)

“Sangat besar kemungkinan terjadi peretasan data, dan tindakan demikian termasuk dalam koridor pelanggaran hukum. Karena itu Polri harus mengejar pelakunya,” kata Sugeng Teguh Santoso, Jumat (3/9).

Pihaknya menilai kejadian ini akibat lemahnya sistem perlindungan data pribadi di Indonesia. Sebab sebelum menyangkut presiden, ada berbagai kasus kebocoran data lainnya yang muncul serta meresahkan publik.

“Hal ini menunjukkan lemahnya sistem proteksi aplikasi seperti eHAC dan PeduliLindungi, dan secara umum dunia data Indonesia,” ujar Sugeng.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati menyampaikan, bocornya NIK Presiden Jokowi akibat warganet mengakses informasi mengenai vaksinasi Covid-19 milik presiden dengan menggunakan fitur pemeriksaan sertifikat di aplikasi PeduliLindungi. Namun ia menegaskan, informasi terkait NIK dan tanggal vaksinasi Covid-19 Presiden Jokowi yang digunakan untuk mengakses sertifikat tidak berasal dari sistem PeduliLindungi.

“Informasi NIK Bapak Presiden Joko Widodo telah terlebih dahulu tersedia pada situs Komisi Pemilihan Umum (KPU). Informasi tanggal vaksinasi Bapak Presiden Joko Widodo dapat ditemukan dalam pemberitaan media massa,” kata dia. FN

Artikel ini telah dibaca 418 kali

Baca Lainnya