Berita Daerah Headline Kabupaten Sukabumi

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 16:01 WIB

2 minggu yang lalu

Kamis Nahas di Desa Benda, Beradu Kening Dalang Banjir [Bagian Kesatu]

TBOnline [SUKABUMI] — Hujan deras yang melanda wilayah Cicurug, Kamis (15/10) sore, yang membuat pembuangan di aliran sungai Cimanggis tak mampu menahan debit air, menjadi malapetaka bagi sebagian warga yang tinggal di Perumahan Griya Benda Asri Valley di Desa Benda, Kecamatan Cicurug-Kabupaten Sukabumi.Dalam video amatir warga yang diterima TBO, terekam gemuruh deras air berwarna cokelat datang secara sporadis menerjang dan merendam pemukiman, sarana ibadah dan fasilitas warga lainnya. Sedikitnya 60 an rumah warga terdampak musibah ini.

“Air bertahan disini dari segala arah, seperti pembuangan akhir saja wilayah tempat tinggal kami ini,” cetus salah seorang warga perumahan di Blok BV 15.

Menurut warga ini, banjir yang dialami pemukimannya sudah beberapa kali terjadi, dan hal ini membuat khawatir warga, apalagi sudah memasuki musim penghujan seperti saat ini.

“Inilah yang kami (warga) takutkan pak, jangan menunggu sampai kejadian banjir bandang seperti di Mekarsari lalu yang memakan korban jiwa. Maka kami berharap pihak terkait segera menyelesaikan masalah banjir ini,” katanya.

Keesokan hari nya, Jum’at (16/10) terlihat beberapa tembok penahan aliran sungai Cimanggis di sekitar pemukiman warga rusak, ditambah banyaknya sisa material lumpur yang cukup dalam, yang berada sejak di akses jalan masuk hingga pemukiman dan di beberapa fasilitas warga lainnya.Tampak juga beberapa petugas pemadam kebakaran (damkar) yang membersihkan lumpur di sekitar area pemukiman warga terdampak banjir.

Lempar “Angin” Musabab Banjir

Mungkin pihak yang paling repot akibat banjir yang memasuki wilayah pemukiman warga di Perumahan Griya Benda Asri Valley, ialah pihak pengembang PT. Anugerah Bangun Sentosa.

“Handphone saya tak henti-hentinya menerima panggilan dari warga, yang melaporkan dampak dan kerugian banjir ini,” tutur Adhitia yang mewakili developer, di kantornya, Jum’at (16/10).

Adhitia mengaku pihaknya sudah menginventarisir penyebab banjir, yang menurutnya berasal dari hulu di proyek pembangunan jalan tol Ciawi-Sukabumi Seksi II milik Trans Jabar Tol (TJT) dengan kontraktor PT Waskita Karya (persero). Selain itu di hilir, terdapat juga proyek pembangunan rel kereta api double track milik PT KAI.

Foto yang ditunjukan Adhitia, memperlihatkan sebuah boks (gorong-gorong) penampungan dan penyaluran air skala besar yang dibangun PT Waskita Karya

“Sebelum mereka datang kita tidak pernah terdampak. Posisi kita memang curam di lembah, jadi air mengalir langsung kesini,” tukas nya.

Analisis Adhitia, di hulu karena resapan berkurang, kemudian pihak PT Waskita membangun sebuah kolam besar yang digunakan sebagai boks penampungan air, celakanya penampungan air ini sifatnya tidak menyeluruh mengatasi banjir, karena dari kolam besar ini air dialirkan melalui saluran sungai kecil Cimanggis.

Situasi pembuangan air atau gorong-gorong di hilir yang kecil dan menyempit, sehingga menyebabkan air tumpah karena tidak mampu menampung debit ait dari hulu (Foto : Adhitia)

“Tujuan pembangunan penampungan air ini apa? Mereka (PT Waskita -red) menggunakan saluran aliran Cimanggis yang tidak masuk dalam aset atau pengelolaan PSDA, bahkan itu berada di atas tanah milik warga untuk menyalurkan air. Seharusnya kan urusan ini koordinasi dulu,” terangnya.

Sebetulnya, lanjut Adhitia, upaya mediasi dan pertemuan sudah pernah ditempuh untuk menanggulangi dampak banjir ini, bahkan sudah enam kali dilakukan dengan pihak terkait di kantor desa. Namun pertemuan ini tidak menghasilkan apa-apa.

“Pihak Waskita kerap menyalahkan pembangunan double track milik PT KAI, sehingga terjadi penyempitan di hilir saluran air. Jadi tidak pernah sampai pada kesepakatan, bahkan pihak Pemerintah Kecamatan Cicurug terakhir katanya sudah meneruskan permasalahan ini ke Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi,” tukasnya.

Untuk banjir yang terjadi pada Kamis (15/10) kemarin, Adhitia mengaku ada kesepakatan untuk melakukan pertemuan kembali. Sementara itu, pihaknya masih menghitung sejumlah kerugian yang diakibatkan banjir.

“Kalau tidak ada penyelesaian juga, berarti mereka mungkin merasa tidak bersalah, makanya langkah awal nanti kita layangkan somasi, selanjutnya gugatan di pengadilan,” tandas Adhitia.

Sementara itu, Amin dari pihak PT Waskita mengungkapkan kejadian banjir pada Kamis (15/10) sore merupakan faktor alam, akibat curah hujan tinggi. Selain itu, ia enggan bila dianggap pihaknya menjadi satu-satunya penyebab banjir.

Papan infomasi proyek pembangunan jalan tol Ciawi-Sukabumi Seksi II, yang berada di Kantor Waskita (foto : joy)

“Kita kan nggak tahu namanya alam, kita nggak bisa melawan. Posisi kita di hulu dataran tinggi, untuk air sudah kita bangun kolam penampungan, hanya gorong-gorong ke jalan nasional di sekitar proyek double track itu sempit, ditambah debit air yang besar. Makanya hilir nya harus dibesarkan,” ungkap Amin, di Kantor Waskita, Jum’at (16/10).

Untuk mengclearkan masalah, Amin mengklaim pihaknya pada dua bulan lalu sudah membuat kesepakatan bertemu di kantor desa, namun pihak kecamatan dan double track tidak hadir.

“Kita menunggu di kantor desa pada Sabtu pagi itu, tidak ada satu orang pun yang datang, itu sekitar dua bulan lalu, yang hadir hanya saya dan tim saya,” katanya.

Menanggapi rencana somasi yang akan dilakukan pihak pengembang PT. Anugerah Bangun Sentosa, Amin enggan berkomentar jauh, namun ia ingin menghadapi masalah ini dengan kepala dingin.

“Kalau somasi, monggo-monggo saja. Namun harus dilihat dulu ada beberapa faktor, antara lain alam dan pekerjaan. Ibaratnya kecuali yang di hulu (penampungan kolam) di Desa Benda jebol, itu gara-gara proyek. Kalau alam dan hujan besar siapa yang mau disalahkan. Menurut saya langkah terbaik double track nya duduk bareng dengan Waskita, kita tunggu saja itikad double track nya itu. Kita sudah upayakan di hulu, kalau menyalahi proyek Waskita saja kita nggak mau,” tukas Amin. M. Rizwan (joy)


 

TBO mendukung pemerintah mencegah penyebaran COVID 19. Situasi dan perkembangan terkini sebaran VIRUS COVID 19 nasional tekan disini 

Artikel ini telah dibaca 389 kali

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A
Baca Lainnya