Kades Sukamanah beberkan fakta hukum terkait dugaan tanah sengketa

0
394
Musyawarah yang digelar di Kantor Desa Sukamanah (Teks&Foto; Deni Rukmansyah)

TB-Online (LEBAK) –Kepala Desa Sukamanah, Kiki Nugraha di musyawarah yang digelar didesa nya dihadapan pihak pengembang serta empat orang perwakilan Siti Fauziah yang mengaku sebagai ahli waris dari pemilik tanah (alm) Surna menerangkan bahwa dasar dibuatnya surat tidak sengketa dari desa karena pihak keluarga sudah menyatakan tidak sengketa, dan dibuktikan secara tertulis dibawa oleh Nana Sujana selaku pihak keluarga. “Ya dikeluarkannya surat tidak sengketa karena semua ahli waris sudah tidak ada masalah. Sehingga patut dikeluarkan surat tidak sengketanya,” ucap Kiki.

Dalam musyawarah tersebut perwakilan dari Siti Fauzah yang menerima surat kuasa tidak bisa membuktikan legalitas tanah secara hukum yang berlaku di Indonesia, yaitu fatwa ahli waris dan keterangan adopsi yang dikeluaran Pengadilan Negeri Rangkasbitung.

Dan secara legal tanah yang diakui para ahli waris tersebut, menurut Baidi Mukhtar selaku mantan Kades Sukamanah, bahwa tanah tersebut belum dibayar kepada masyarakat atau pemilik tanah awal dan hasil eksekusi Putusan MA itu antara H. Serna dan Suteja Lasmana selaku pemilik PT CAB Tirta Kencana dan Kiki Nugraha selaku Kades Sukamanah mengklarifikasi tanah tersebut sehingga menghadirkan pemilik awal yang atas nama Bakri. “Dan Kiki menanyakan dihadapan para saksi dan sebagian ahli waris H. Serna, bahwa Saudara Bakri belum pernah merasa menjual tanah kepada H. Surna (Alm),” kata Bakri.

Waktu mediasi yang pertama, pihak ahli waris H. Nawawi yang ahli warisnya bernama H. Ukar dengan pihak ahli waris H. Serna dari pihak H. Nawawi memperlihatkan bukti-buti AJB yang asli, sementara dari pihak ahli waris H. Serna tidak bisa membuktikan kepemilian tanah, dari mulai girik atau AJB dan yang lainnya.

Tanah seluas 7000 M2 yang terletak di Blok 13 Cilangkap Persil 119 telah dibuat surat somasi dari Siti Fauzah, itu adalah kepemilikan H. Hasanudin bernomor SHM : 24 total luas tanah H. Hasanudin (alm) seluas 30.000 M2 yang diklaim oleh Siti Fauzah karena telah membuat surat permohonan pemblokiran kepada pihak BPN Kabupaten Lebak.

Kiki Nugraha mengaku dirinya tidak memihak kepada salah satu pihak, baik pengembang maupun penggugat, namun musyawarah disini untuk mencari kesepakatan kedua belah pihak sehingga menemukan solusi bersama, tambahnya.

Sementara itu menurut Yadi perwakilan pengembang dari PT Bunyamun Marsus mengatakan jika Siti Fauzah yang mengaku ahli waris pemilik tanah (alm) Surna tidak dapat menunjukan surat pengadilan jika dirinya merupakan anak angkat dari pemilik tanah lokasi persil 22 seluas 7000 M2 bahkan dia sudah tiga kali datang ke saya meminta uang untuk kepentingan pribadi. Deni Rukmansyah

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of