Kabupaten Sukabumi

Senin, 28 Desember 2020 - 13:37 WIB

7 bulan yang lalu

Kades Pondok Kaso Landeuh Tolak Uang ‘Pelicin’ Rp300 Juta Dari Oknum Kontraktor Terkait Wacana Pembangunan PT Mayora

TBOnline [SUKABUMI] — Ramainya perbincangan di kalangan masyarakat terkait proyek pembangunan PT Mayora melalui anak Perusahaan PT Tirta Pretindo Jaya yang berlokasi di wilayah Desa Pondok Kaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda-Kabupaten Sukabumi, diklarifikasi Kades Ujang Sopandi.

Kantor Desa Pondokkasolandeuh Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi

“Pembebasan lahan masyarakat seluas 30 Hektar dan baru dibebaskan seluas 17 Hektar termasuk asset desa seluas 2 Hektar, rencana akan di ruislagh dan telah disiapkan lahan pengganti ruislagh seluas 3,4 Hektar di wilayah Kampung Warung Ceuri dekat dengan perbatasan Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug. Sampai saat ini belum dibayarkan asset desa tersebut”, tutur Ujang Sopandi, di ruang kerjanya, Senin (28 /12 /2020).

Masih kata Kades, ia masih menunggu dari pihak Pemerintah Kabupaten Sukabumi terkait diberikan tidaknya izin tersebut.

“Pasalnya kita tidak ada kapasitas dalam hal itu, yang terpenting kita sebagai pemerintah desa sangat berharap ketika pembangunan itu terjadi tentunya untuk kemaslahatan masyarakat Desa Pondok Kaso Landeuh baik dari tenaga kerja dan sebagainya, artinya mengurangi angka pengangguran di wilayah kami,” jelasnya.

Terkait hal pembebasan lahan masyarakat, menurut Ujang Sopandi,  sudah berjalan sekitar 1 tahun 7 bulan, dan sampai saat ini belum ada info kembali dari pihak perusahaan.

Beberapa Company Profil Perusahaan yang tersimpan di Kantor Desa

“Ada hal yang sangat membuat saya merasa teruji terkait wacana pembangunan PT Mayora ini, yakni ketika ada beberapa oknum dari kontraktor yang sengaja menemui saya ke rumah dengan membawa sejumlah uang hingga Rp300 juta. Alhamdulillah saya tolak, karena saya tidak mau ambil resiko dengan uang tersebut, ada juga yang coba mengiming-imingi dengan mobil Pajero, tetapi saya tetap menolak,” ungkapnya.

Karena ini bagian dari ujian dan cobaan saya selaku kepala desa.

“Saya tidak mau gegabah dalam hal ini, saya tidak mau ambil resiko karena pasti saya dan keluarga saya akan merugi”, jelasnya. M.Rizwan (Joy)

Artikel ini telah dibaca 604 kali

Baca Lainnya