Metropolitan

Jumat, 8 Oktober 2021 - 07:12 WIB

4 bulan yang lalu

Surat terbuka Irjen Napoleon Bonaparte yang viral di media (Foto : Ist)

Surat terbuka Irjen Napoleon Bonaparte yang viral di media (Foto : Ist)

IPW Tanggapi Surat Napoleon Bonaparte, Sugeng : Seumpama Tenggelam, Ia Sedang Menyelamatkan Diri Dengan Memegang Ranting Apapun

TBOnline [JAKARTA] — Indonesia Police Watch (IPW) menilai Irjen Napoleon Bonaparte membuat ulah lagi untuk mendapatkan simpati publik. Pasalnya, isu rekaman pembicaraan keterlibatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menjadi Kabareskrim dalam kasus Penghapusan Red Notice Joko Tjandra dihembuskan secara terbuka ke media.

“Pengangkatan isu tersebut, terlihat disengaja setelah dua kali Irjen Napoleon Bonaparte membuat surat terbuka kepada publik dari Rutan Bareskrim Polri. Pertama, saat membela diri ketika melakukan pemukulan dan melumuri muka M. Kace dengan kotoran manusia. Kedua, yaitu mengaku dirinya bukan koruptor dan diperalat oleh seseorang,” ungkap Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dalam siaran pers, Jum’at (8/10/2021).

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso (Foto : Ist)

Kedua surat terbuka itu, lanjut Sugeng, langsung viral di portal-portal dan media sosial. Kemudian, muncul pula foto Irjen Napoleon saat makan di sel rutan Bareskrim Polri dengan di atasnya ada baju seragam polri dengan dua bintang terpampang jelas. “IPW melihat isu keterlibatan Kapolri Listyo Sigit yang diangkat oleh Irjen Napoleon Bonaparte sekarang ini diduga sebagai upaya agar kasusnya terutama pada peristiwa penganiayaan M. Kace tidak diteruskan. Kalau dicontohkan, seumpama seorang yang sedang tenggelam, Napoleon Bonaparte berusaha menyelamatkan diri memegang ranting apapun agar dirinya tidak tenggelam,” kata Sugeng.

Padahal Isu-isu yang diangkat tersebut, tidak akan mengubah tindakan pidana yang dilakukannya, apalagi hembusan terakhir mengaitkan nama Kapolri Listyo Sigit di rekaman pada 14 Oktober 2020 antara Napoleon Bonaparte, Tommy Sumardi dan Brigjen Prasetijo Utomo saat berada di rutan Bareskrim.

“Ocehan Napoleon Bonaparte selaku terdakwa kasus korupsi penghapusan red notice dan tersangka kasus penganiayaan M. Kace adalah sebatas isu saja dan tidak akan pernah menjadi fakta hukum yang diperiksa dan didalami dalam proses hukum, akibatnya isu tersebut hanya sebagai gosip saja. Bila memang Napoleon Bonaparte memiliki fakta yang bisa bernilai hukum maka hal itu semestinya sudah ada dalam berita acara pemeriksaan (BAP) saat diperiksa oleh penyidik dalam perkara korupsi penghapusan red notice yang telah menjadikan terpidana Brigjen Prasetijo Utomo dan dirinya sebagai terdakwa,” jelas Sugeng.

Oleh karena itu, IPW berpendapat kasus tersebut sudah selesai bahkan tuduhan keterlibatan Listyo Sigit Prabowo telah dijawab kalau dirinya tidak terlibat, dengan dibuktikan melalui sikapnya yang tidak ragu mengusut tanpa pandang bulu pihak yang terlibat. Hal itu diungkapkan Listyo Sigit saat menjabat sebagai Kabareskrim pada kumparannews, 26 November 2020.

Berikut isi surat terbuka (kedua) Napoleon Bonaparte yang dikutip pada Rabu (6/10/2021) :

SAATNYA BANGKIT

Saudara-saudaraku sebangsa dan se-tanah air,

Sebenarnya selama ini saya sudah mengalah dalam diam karena terbelenggu oleh seragamku.. untuk tutup mulut dan menerima nasib apapun yang mereka tentukan.

  1. Hari ini aku berteriak, “AKU BUKAN KORUPTOR” seperti yang dibilang oleh Pengadilan sesat itu.
  2. Hari ini aku tunjukkan kepadamu, bukti nyata itu… yaitu pengakuan orang yang telah diperalat untuk menzolimiku.. demi menutupi aib mereka.
  3. Namun, tirani ini memang tidak mengenal batas.. bahkan telah berani mulut-mulut kotor itu.
  4. Ini saatnya untuk bangkit, menyatakan yang benar itu benar… dan yang salah itu salah, apapun resikonya.

Semoga kita selalu dalam perlindungan ALLAH SWT dan menjadi bangsa yang merdeka dari penjajahan kompeni berambut hitam itu.

ALLAHUAKBAR..!!

Hormat dan salamku,

Napoleon Bonaparte alias NAPO BATARA.

Ilham

Artikel ini telah dibaca 348 kali

Baca Lainnya