Nasional

Jumat, 2 Oktober 2020 - 22:09 WIB

3 minggu yang lalu

Hak Jawab PT Berkah Angkasa Perkasa (BAP)

Assalamu’alaikum wr wb

Salam sejahtera buat kita semua, semoga hari ini kita semua dalam lindungan Allah SWT dan sukses dalam melaksanakan tugas sehari-hari.. Aamiin.

Sehubungan dengan pemberitaan yang dimuat dalam Target Buser Online, pada 1 Oktober 2020, dalam link (judul) : http://targetbuser.co.id/konflik-lahan-tambak-udang-vaname-di-bakit-parittiga-jalan-saja-dulu-izin-kemudian/

Izinkan kami, dari Humas PT Berkah Angkasa Perkasa (PT BAP) menyampaikan terimakasih atas perhatian yang lebih dari wartawan targetbuser.co.id di Bangka Belitung dalam melakukan tugasnya terhadap perkembangan perusahaan kami, semoga dapat memberikan manfaat dan perbaikan bagi kemajuan perusahaan kami kedepannya.

Kemudian, terkait dengan link berita tersebut, kami mewakili humas PT BAP menganggap perlu untuk menggunakan hak jawab kami untuk menyampaikan klarifikasi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Adapun yang perlu kami klarifikasikan atau sampaikan sebagai berikut :

1. Lahan tambak udang seluas 5 hektar yang sudah dibeli oleh Perusahaan kami tidak dalam konflik dengan masyarakat, dan tambak udang kami beli melalui orang pertama langsung yakni saudara Yusuf, terkait dengan judul dan isi berita tersebut kami merasakan keberatan seolah-olah lahan tambak udang milik perusahaan kami sedang berkonflik dengan masyarakat setempat dan kami tegaskan bahwa tidak benar dalam berkonflik.

2. Seperti diketahui masyarakat setempat (dusun Bakit) bahwa usaha tambak udang tersebut dibangun oleh Yusuf warga Bakit, Direktur perusahaan PT BAP yang saat ini bukanlah orang yang membuka/merintis awal usaha tambak udang, sehingga sewaktu kami membeli tambak udang dari pemiliknya tidak mengetahui bahwa sebagian lahan di tambak udang tersebut ternyata masuk kawasan sepadan pantai.

3. Saat ini kami sudah mendapatkan rekomendasi dari pemerintah kabupaten Bangka Barat seluas 3 hektar dari 5 hektar, dan rekomendasi tersebut sudah kami terus ke Pemprov Babel dan surat perizinan lainnya dari pemprov Babel dalam proses. Dan saat ini kami juga masih berupaya melakukan pengurusan perizinan untuk sisa 2 hektar di kementerian terkait.

4. Perlu diketahui lahan tambak udang yang saat ini beraktivitas milik PT BAP tidaklah seluas yang dimiliki oleh pelaku usaha tambak atau perusahaan tambak udang yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan bahkan perusahaan tambak udang yang ada di Bangka Belitung saat ini pun masih ada yang belum memiliki dokumen perizinan yang lengkap, hal ini bukan berarti kita tidak taat peraturan namun saat itu sebelum usaha tambak udang menjadi booming sebagai peluang usaha yang menjanjikan, dan dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi didaerah barangkali saat itu pemerintah daerah (pemda) setempat memberi kemudahan dengan kebijakannya kepada para pelaku usaha tambak udang memberi kelonggaran untuk mempersilahkan membangun tambaknya terlebih dahulu sembari mensikronisasi peraturan atau regulasi yang ada antara pemprov dengan pemkab, maka bukan menjadi rahasia umum lagi saat ini masih ada perusahaan yang bergerak di usaha tambak udang di Bangka Belitung masih ada yang belum memiliki dokumen perizinan yang lengkap.

5. Kami menyadari apa yang menjadi kekurangan bagi perusahaan kami saat ini adalah ketidaktahuan kami dan pelajaran yang berharga bagi kami agar dikemudian hari kami lebih berhati-hati lagi dalam bertransaksi untuk memiliki atau membeli usaha/produk yang ditawarkan kepada kami, namun demikian kami tetap mematuhi peraturan yang ada, dengan melengkapi dokumen-dokumen perizinan yang saat ini berproses dalam pengurusan di Pemprov Bangka Belitung.

6. Beri kami keadilan dalam pemberitaan yang berimbang, sehingga kami tidak berasumsi kepada wartawan yang melaksanakan tugasnya berpihak kepentingan pelaku usaha lain atau kompetitor yang ada.

Demikian klarifikasi disampaikan sebagai hak jawab kami untuk dimuat di media bapak, terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Bangka Belitung, 2 Oktober 2020

Salam Hormat,

Humas PT BAP


Tanggapan Redaksi :

1) Kata ‘konflik’ dalam judul berita TBO dimaknai sebagai pertentangan, percekcokan dan atau perselisihan. Yang dalam hal (berita) ini ‘konflik’ menggambarkan lahan tambak udang PT BAP di Bakit, Parittiga yang belum memiliki dokumen perizinan lengkap, serta masuk dalam garis batas sempadan pantai, namun usaha tersebut masih berjalan. Selain itu, tidak ada satu kalimat pun dalam berita tersebut yang menyebut terdapat konflik antara PT BAP dengan masyarakat setempat.

2) Rekomendasi (bukan izin) dari pihak Pemkab Babar atas usaha tambak udang vaname PT BAP hanya seluas 2 hektar dari keseluruhan 5 hektar, sedangkan 3 hektar tidak diberikan rekom karena masuk di dalam batas sempadan pantai. Penjelasan ini merupakan hasil wawancaraTBO dengan salah satu kepala bidang pada Dinas PUPR Babar. TBO menyimpan bukti rekaman dimaksud.

3) PT BAP dapat bekerjasama atau melaporkan informasi kepada pihak atau instansi berwajib, bila mengetahui perusahaan tambak udang lain di Provinsi Bangka Belitung yang belum memiliki dokumen perizinan yang lengkap.

Terimakasih,-

Artikel ini telah dibaca 196 kali

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A
Baca Lainnya