Kabupaten Sukabumi

Minggu, 4 Oktober 2020 - 12:37 WIB

3 minggu yang lalu

H. Dedi Damhudi : Jika Tidak Mau Dengar Suara Rakyat, Jangan Jadi Pemimpin

TBOnline [SUKABUMI] — Tokoh masyarakat Kabupaten Sukabumi H. Dedi Damhudi, yang dikenal bersahaja dan kharisma nya tak lekang, memberikan nasehat bagi calon pemimpin Kabupaten Sukabumi ke depan.

“Apapun muaranya seorang pemimpin itu harus bisa mendengar suara rakyat, itu yang paling utama. Kalau pemimpin misalnya tidak dekat dengan rakyat, tidak mau mendengar suara rakyat, masukan dari rakyat, menurut saya lebih baik jangan jadi pemimpin. Sosok pemimpin hari ini harus all out dukung rakyat,” ucap H. Dedi Damhudi kepada TBO, Sabtu (3/10/2020).

Desa wisata Situ Sukarame, Parakan Salak, tempat H. Dedi Damhudi tinggal (Foto : TBO)

Dedi Damhudi yang tinggal berselaras dengan alam, di Kampung Wisata Situ Sukarame, Parakan Salak, ini mengungkapkan seorang pemimpin Kabupaten Sukabumi ideal ialah yang banyak dan pandai bersyukur.

“Bagaimana realisasi syukur seorang pemimpin, ialah dengan banyak terima kasih. Artinya apa yang ia ‘terima’ sebagai amanah dari rakyat, harus ‘kasih’ (baca: kembalikan) lagi kepada rakyat,” tutur nya.

Menurut mantan anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, yang setiap berbicara selalu menyelipkan ayat Al Qur’an ini, politik hanya merupakan sebuah jembatan untuk mencapai tujuan.

“Perbedaan itu fitrah, itu sunnatullah. Jangan dijadikan hambatan, berpolitik itu tujuannya mensejahterakan dan memakmurkan rakyat, jangan sampai kekuasaan yang menjadi tujuan dalam berpolitik,” katanya.

Lokasi pemukiman H. Dedi Damhudi di Desa Wisata Situ Sukarame, Parakan Salak-Kabupaten Sukabumi (Foto : TBO)

Ditambahkan Dedi, mengelola sebuah pemerintahan, sama hal nya menyeimbangkan sistem dan komponen yang melekat di pemerintahan itu sendiri. Namun manajer atau pemimpin juga harus turun langsung, sehingga mengetahui persoalan dan dinamika nya, sekaligus jalam keluarnya.

“Jangan hanya mendengar laporan sepihak, dari misalnya kadis atau kabag sebagai pembantunya dalam pemerintahan, ini namanya budaya ABS (Asal Bapak Senang). Idealnya pemimpin harus seimbang mendengar berbagai masukan dan mengetahui benar-benar persoalan. Dari sini, setelah akar masalah diketahui, baru diambil keputusan untuk menyelesaikannya,” sebut tokoh yang pernah mendapat penghargaan dari Bareskrim Polri, atas perannya membantu tugas kepolisian ini.

“Seperti contoh kecil dalam hal pembuatan identitas kependudukan berupa KTP. Kita ketahui bahwa KTP itu gratis, namun di lapangan banyak kejadian masyarakat yang harus mengeluarkan anggaran untuk mendapatkan KTP. Nah, seorang pemimpin harus peka dengan kondisi seperti ini. Istilahnya harus turun langsung, jangan hanya mendengar sepihak namun nanti belakangan baru mengetahui kejadian sesungguhnya. Tapi juga tidak perlu mengumbar kejelekan pembantunya, karena islam juga melarang hal-hal seperti itu, cukup selesaikan secara internal saja”.

Bentangan alam menakjubkan, serta lokasi ideal untuk wisata keluarga di Situ Sukarame, Parakan Salak (Foto : TBO)

Ditanya soal pilihannya terhadap 3 calon pasangan pemimpin Kabupaten Sukabumi yang akan berlaga di Pilkada tahun ini. H. Dedi Damhudi memberikan jawaban yang justru membuat publik penasaran.

“Nanti saya beritahu, calon pemimpin Kabupaten Sukabumi pilihan hati saya. Nanti seminggu sebelum pencoblosan yah,” singkatnya. Red

 

Artikel ini telah dibaca 109 kali

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A
Baca Lainnya