Headline Nasional

Monday, 13 November 2017 - 00:52 WIB

2 years yang lalu

Gugatan Cerai Dengan Akta Nikah Milik Orang Lain

Musbikhin, SH (Kuasa Hukum Rosih) : “ Kami mengakui salah tapi bukan disengaja”

Target Buser, Indramayu

Pengajuan gugatan cerai oleh Rosih binti Muhidin, terhadap suaminya Karim, memang sudah pungkas di Pengadilan Agama (PA) Indramayu dengan putusan nomor: 1091/Pdt.G/2017/PA.IM pada 15 Maret 2017 lalu. Namun putusan ini nyatanya meninggalkan kejanggalan, karena kemudian terungkap terdapat data yang keliru dalam gugatan cerai tersebut, karena penggunaan akta nikah yang bukan milik pasangan Rosih dan Karim. Akta nikah bernomor: : 0149/039/III/2015, rupanya milik pasangan Yanto – Sari, yang beralamat di Desa Karang Tumaritis, Kecamatan Haurgeulis, Indramayu. “Akta nikah Rosih binti Muhidin selaku penggugat dengan Karim bin Ading sebagai tergugat seharusnya beromor: 1061/181/X/2013,” ungkap sumber Target Buser yang minta namanya tidak disebut.

Sumber ini bahkan menduga, pengacara Rosih binti Muhidin, Desa Haurkolot, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, mencatut nama dan surat nikah orang lain.

Musbikhin, SH, kuasa hukum Rosih binti Muhidin yang dihubungi melalui nomor pribadinya, pada Minggu (15/10), tidak menampik terdapat kekeliruan dalam akta nikah yang menjadi gugatan. “Memang benar kami adalah kuasa hukum Rosih binti Muhidin yang telah mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Indramayu dan pengajuannya telah selesai atau sudah ada keputusan tetap (incraht). Jadi bagi kami sudah tidak ada masalah lagi walaupun suaminya Karim bin Ading tidak terima atas keputusan tersebut, maka silahkan ajukan PK kalau memang sudah ada novum atau bukti baru. Adapun setelah kami mendengar ada ribut-ribut di Desa Haurkolot dan Lebe Rasta menghubungi kami, maka kala itu baru tahu bahwa dalam pengajuan gugatan cerai itu ada kesalahan dalam hal nomor akta nikah yang mengunakan data orang lain. Kami juga mengakui memang salah tapi bukan karena disengaja, ya manusiawi tiap orang pasti ada salahnya apalagi yang kami tangani ratusan perkara, lebih lagi waktu itu kami sedang sakit, jadi kurang detail mengoreksinya. Untuk selanjutnya setelah persoalan itu selesai kami sudah tidak lagi sebagai kuasa hukumnya, silahkan menghubungi kuasa hukum yang baru Johan,” beber Musbikhin.

Sementara itu, Djaja DJ Ketua DPD Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi RI Kabupaten Indramayu yang dikonfirmasi terkait penggunaan akta nikah yang keliru dalam gugatan cerai Rosih binti Muhidin dengan Karim bin Ading, menyatakan bahwa putusan PA Indramayu cacat hukum. “Kami sudah melayangkan surat ke Ketua Pengadilan Agama (PA) Indramayu, dengan nomor: 78/GNPK-RI/IM/X/2017 tanggal 2 Oktober 2017, untuk klarifikasi terkait masalah gugatan cerai yang tertera pada surat gugatan nomor: 1091/Pdt.G/2017/PA.IM. Bahwa kutipan akta nikah nomor: 0149/039/III/2015 milik pasangan Sari binti Burhani dengan Yanto bin Kasim yang tercatat di KUA Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Sedangkan untuk kutipan akta nikah atas nama Rosih binti Mukidin dan Karim bin Ading nomor: 1061/181/X/2013 tanggal 17 Oktober 2013, maka atas persoalan itu sudah cukup jelas diduga kuat bahwa proses gugatan cerai yang diajukan Rosih binti Mukidin adalah mengunakan dokumen palsu karena milik orang lain. Oleh karena itu putusan gugatan cerai oleh Pengadilan Agama Indramayu nomor: 1091/Pdt.G/2017/PA.IM tanggal 15 Maret 2017 adalah cacat hukum. Maka sesuai dengan PP RI nomor: 68 tahun 1999 pasal 10 terkait Aparatur Pemerintah Sipil dan Militer pada saat dimintai klarifikasi, informasi dan penjelasannya wajib memberikan keterangan dan informasi yang benar,” terangnya. (SarjoPranoto)

Artikel ini telah dibaca 385 kali

Baca Lainnya