Headline Polres Bangka Barat

Kamis, 22 Maret 2018 - 01:07 WIB

3 tahun yang lalu

Imunisasi Difteri di SD Negeri Curug 2 Bojongsari Depok

Depok, TB-Online – Menurut Kementerian Kesehatan RI, Difteri disebabkan oleh bakteri berbentuk batang yang bernama Corynebacterium diphtheria. Bakteri ini menyebar melalui tiga rute, yakni bersin atau batu, kontaminasi barang pribadi. Difteri bisa tertular melalui barang-barang pribadi orang yang terinfeksi. Misalnya, jika menggunakan gelas bekas penderita yang belum dicuci dan kontaminasi barang rumah tangga.

Lies Karmawati, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, mengatakan imunisasi dberikan untuk anak di bawah 19 tahun. “Imunasi pada anak harus rutin dilakukan karena mereka rentan,” ujarnya, belum lama ini. Menurutnya, imunisasi tak hanya dilakukan hari ini. “Rencananya imunisasi dilakukan tiga kali. Selain Desember 2017, nanti dilakukan lagi pada Januari 2018 dan Juli 2018,” katanya.

Marwani, S.Pd, M.M (Kepala SDN Curug 2 Bojongsari)

Belum lama ini terlihat Sekolah Dasar Negeri Curug 2 Bojongsari, Depok melaksanakan penyuntikan vaksin dipteri kepada seluruh siswa.” Sosialisasi diberikan kepada orangtua melalui surat edaran dan menyetujui anaknya untuk diberikan suntikan imunisasi Diptery, jika otangtua menolak bukan berarti tidak menyetujui tetapi anak tersebut kurang sehat, setelah sembuh disuntik,” tutur Marwani, S.Pd, M.M, Kepala SDN Curug 2 Bojongsari kepada Target Buser Online.

“Penyebaran virus Dipteri saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, virus ini banyak menyerang anak usia sekolah dasar, difteri merupakan penyakit infeksi akut yang sangat menular dan bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani dan biasanya terjadi pada tenggorokan, hidung, terkadang pada kulit dan telinga. Gejala sakit tenggorokan, Selaput putih pada teggorokan dan amandel, demam dan leher menjadi bengkak, sulit bernafas serta suara serak, ruam pada kulit, batuk keras,” ungkapnya.

Kegiatan Imunisasi Diftery di SDN Curug 2 Depok

“ Imunisasi Dipteri ini adalah satu bentuk pencegahan, diberikan serum kekebalan terhadap serangan suatu penyakit, nanti jika anak terserang Diptery tidak terjangkit. Sebelum disuntik anak-anak harus sarapan dan bahwa mereka diberikan pemahaman untuk tidak takut disuntik, pihak sekolah menyiapkan data-data kepada Puskesmas melakukan untuk imunisasi,” tuturnya.

Marwani menambahkan, ada juga murid yang kabur dan nangis karena takut disuntik, setelah diberi pengertian dan melihat temannya berani akhirnya mau.” Setiap suntikan memang akan timbul rasa nyeri hingga peningkatan suhu tubuh. Namun, untuk mengurangi rasa nyeri sampai peningkatan suhu tubuh, pihaknya telah menyiapkan obat untuk dikonsumsi anak-anak setelah diimunisas,” ujarnya.

Pemberian Imunisasi dan penyuluhan gratis, Kepala Sekolah sudah diberikan pemahaman oleh pihak Dinas Kesehatan, Puskesmas, bahkan dalam kegiatan pelaksanaannya tidak dipungut dana apapun, kami tidak menyediakan apa-apa bagi Puskesmas karena tupoksi mereka, kemudian pihak sekolah menyediakan peserta didik untuk imunisasi. “SDN Curug 2 Bojomgsari disiapkan lima tenaga medis dari Dinas Kesehatan untuk mengimunisasi kl.500 murid, setiap sekolah berbeda tergantung jumlah peserta didik yang ada,” katanya. Freddy / Aswan

Artikel ini telah dibaca 827 kali

Jangan Lupa Tanggal 9 Desember 2020, Pilih Pasangan AMAN nomor 1 ( Adjo – Iman )
Baca Lainnya