Nasional

Friday, 17 January 2020 - 12:02 WIB

1 month yang lalu

Gabungan Personil Polres Bogor dan TNI Tutup Lubang PETI Penyebab Bencana Alam

TBOnline [POLRES BOGOR] — Setelah pengungkapan kasus gurandil [penambang emas tanpa izin] yang dilakukan Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor sebelumnya.  Gabungan personil Polres Bogor dan TNI yang dipimpin langsung Kapolres Bogor AKBP Muhamad Joni, menutup puluhan lubang penambangan emas tanpa ijin [Peti] di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Bogor, Senin [13/01].

“Jumlah lubang penambang emas tanpa izin di wilayah Bogor Barat memang cukup banyak, namun yang paling memprihatinkan ada di Kecamatan Nanggung ini,” ungkap Kapolres di lokasi.

Kegiatan penutupan lubang penambangan emas liar ini, lanjut Kapolres, merupakan hasil kerjasama dan sinergitas dengan pihak Muspida Kabupaten Bogor dengan BUMN PT. Antam [Tbk]. “Terkait dampak atau efek langsung perbuatan ilegal ini salah satunya bencana longsor di wilayah Sukajaya dan Jasinga. Ini masih dalam tahap kajian dari Dinas ESDM dan pihak Dirjen. Karena aliran sungai dan batas geografis antara wilayah Kecamatan Nanggung dengan wilayah kecamatan yang terdampak bencana longsor [01/01], berjauhan,” sambung AKBP M. Joni.

Namun berdasarkan hasil pantauan kita bersama dengan Muspida, bahwa benar terdapat lubang-lubang gurandil yang diduga mengakibatkan longsor. Sehingga jika dikorelasikan langsung mengenai dampaknya di Kecamatan Sukajaya dan Jasinga. Ditambah dengan Kabupaten Bogor sebagai kota hujan. “Curah hujan tinggi hingga 18 jam yang terus-menerus tentunya menjadi faktor juga pada bencana longsor yang terjadi,” kata Kapolres.

Sehingga satu persatu penyebab yang menjadi faktor bencana longsor ini diformulasikan bersama dengan stakeholder Pemerintahan Kabupaten Bogor, khususnya dari segi penegakkan hukum yang dilakukan oleh Polres Bogor bagi para pelaku penambang emas liar [Peti].

“Sudah jelas tentunya kegiatan penegakkan hukum yang kami lakukan ini berkat kerjasama dan sinergi antara Polres Bogor, Kodim 0621, Pemda Kab. Bogor hingga ke tingkat kecamatan dan polsek jajaran. Bhabinkamtibmas yang bertugas sebagai pembina keamanan di tingkat desa/kelurahan pun turut ambil bagian dalam kegiatan ini melalui himbauan-himbauan dan penyekatan-penyekatan terhadap alur dari bahan baku, sarana prasarana yang digunakan dalam pengolahan emas tanpa izin yang secara umum melanggar Pasal 158 jo Pasal 37 dan atau Pasal 161 UU Republik Indonesia No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara,” jelas Muhammad Joni. Pencus M. Hutabarat

Sumber: Humas Polres Bogor

 

Artikel ini telah dibaca 53 kali

Baca Lainnya