Divonis 3 Tahun Penjara, Polres Bangka Barat Kawal Ketat Sidang Putusan Penistaan Agama

Anggota Kepolisian Polres Bangka Barat mengawal terdakwa kasus penistaan agama, Daud Rafles [Istimewa]

TBOnline [BANGKA BARAT] – Sidang putusan kasus penistaan agama dengan terdakwa Daud Rafles Lumban Toruan digelar di Pengadilan Negeri Muntok, Bangka Barat, Selasa [27/8/2019]. Vonis dibacakan langsung Ketua Majelis Hakim Golom Silitonga didampingi hakim anggota Erica Mardelina dan Listyo Arif Budiman.

Hakim menyatakan bahwa terdakwa Daud terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman selama 3 tahun kurungan penjara, vonis 3 tahun ini sesuai dengan tuntutan JPU. “Terdakwa terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman 3 tahun penjara denda Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara,” ucap Golom Silitonga.

Bacaan Lainnya

Sidang kasus penistaan agama [foto; klikbabel]
Terdakwa Daud terbukti melanggar pasal 45A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) Undang Undang RI Nomor 19 Tahun 2017 tentang perubahan atas Undang Undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan pasal 156 A KUHP.

Menanggapi vonis ini Daud Rafles pun mengakui kesalahan atas perbuatannya yang melawan hukum.

Sementara itu, untuk mengamankan sidang yang menyedot perhatian publik ini, Polres Bangka Barat menurunkan sebanyak 105 personil.

Kabag Ops Polres Bangka Barat AKP Robertus Whardana Utama, S.I.K seizin Kapolres Bangka Barat AKBP Firman Andreanto, S.H, S.IK, M,Si menerangkan pengerahan personil ini sesuai dengan surat perintah (sprint) Kapolres Bangka Barat Nomor: SPRINT/VIII/HUK.6.6./2019 tanggal 26 Agustus 2019. “Ini demi keamanan agar persidangan berjalan lancar,” tegas Kabag Ops.

Dilansir dari kompas.com polisi menahan Daud Rafles (25) warga Jebus, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung karena mengunggah rekaman video yang berisi dugaan penistaan agama. Aksi DR tersebut sempat mematik kemarahan sejumlah ormas. “Dari Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus), pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Maladi saat dikonfirmasi, Selasa (9/4/2019).

Pada video berdurasi sekitar empat menit, pelaku mengomentari salah satu ibadah yang dilakukan salah satu agama. Pada adegan lain, pelaku memeragakan azan dan mengatakan kata-kata sindiran. “Hanya omong besar,” kata pelaku dalam adegan tersebut.

Video ini pun beredar dengan cepat di akun grup WhatsApp, Facebook dan YouTube. Beruntung polisi bertindak cepat dengan mengamankan Daud agar terhindar dari aksi main hakim sendiri, karena sebelumnya massa sempat mendatangi rumah Daud.  La Arafat, Andi, Mad Sari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *