Headline Kabupaten Sukabumi

Sabtu, 26 September 2020 - 02:13 WIB

4 minggu yang lalu

Ketiga pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, saat melakukan pengundian nomor urut paslon (foto : ist)

Ketiga pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, saat melakukan pengundian nomor urut paslon (foto : ist)

Dituding Kekayaannya Naik, Adjo Sardjono : Dulu Harga Beli, Sekarang Harga Prediksi

TBOnline [SUKABUMI] — Waspada ! Ada akun FB palsu, dengan nama dan gambar yang sama dengan akun saya yang ini (asli). Akun palsu itu minta pertemanan, minta partisipasi sedang penggalangan dana dan memberi nomor rekening. 

Kalimat diatas tetiba muncul dalam postingan akun facebook terverifikasi milik Calon Bupati Sukabumi nomor satu Adjo Sardjono, pada Rabu (23/9/2020).

Tangkapan layar pada akun FB milik Calon Bupati Adjo Sardjono, yang memuat postingan terkait akun palsu yang mengatasnamakan dirinya (foto: facebook)

Diketahui, fenomena yang disinyalir untuk menyerang nama baik Adjo Sardjono melalui jejaring media sosial bukan kali ini saja terjadi.

Jika kita flashback, pada Juni 2020 lalu juga muncul aksi serupa yang mencatut nama Adjo Sardjono melalui aplikasi WhatssApp. 

Sebuah nomor WA ‘palsu’ yang mencatut nama dan foto Calon Bupati Adjo Sardjono, meminta sejumlah uang kepada masyarakat (foto : ist)

Modus yang digunakan ialah menggunakan nama dan foto Adjo Sardjono pada profil WA, kemudian menghubungi warga atau calon korban dan meminta transfer uang melalui rekening BRI.

Rentannya sosok Adjo Sardjono sebagai sasaran fitnah dan tindak kejahatan —khususnya berkaitan dengan materi— ditengarai karena kehidupannya yang serba sederhana.

Meski sudah puluhan tahun menjadi ASN, dan pernah menduduki posisi paling puncak di birokrasi sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, namun untuk urusan finansial, Adjo Sardjono kerap dianggap sebagai pejabat dengan standar keuangan biasa saja.

Bahkan ketika namanya banyak dibicarakan dan dielukan masyarakat sebagai figur pemimpin masa depan Kabupaten Sukabumi yang paling pantas, tak sedikit pihak yang meragukan, karena tahu perjalanan politik yang bakal tak sebanding dengan kantong Adjo.

Urusan Duit, Siapa Nomor Wahid?

Beredarnya pemberitaan di salah satu media online, yang menyebutkan harta kekayaan petahana Calon Bupati Sukabumi Marwan Hamami yang menyusut, sementara laporan kekayaan Calon Bupati Adjo Sardjono meningkat, yang diperoleh berdasarkan data perbandingan dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kedua calon petahana pada periodisasi 2015 dan 2020, ditanggapi santai Adjo Sardjono.

Menurut Calon Bupati yang berpasangan dengan Cawabup Iman Adinugraha ini, tidak ada penambahan aset dalam LHKPN miliknya.

“Dibanding LHKPN 2015, tidak ada penambahan aset. Nominal pada LHKPN 2020 bertambah karena dulu menggunakan harga beli, sekarang pakai harga prediksi,” katanya, Jum’at (25/9/2020).

Berdasarkan informasi yang diakses melalui situs LHKPN KPK, diketahui Adjo sudah melaporkan kekayaannya pada 21 Agustus 2020 senilai Rp2.096.724.214 untuk jenis laporan khusus calon penyelenggara negara (PN). Sedangkan Calon Bupati Marwan Hamami, belum mengakses laporan khusus penyelenggara ini, kekayaan Marwan hanya tercatat dalam laporan periodik pada 31 Desember 2019, dengan total kekayaan sebesar Rp50.480.410.198.

Dalam laporan yang diakses TBO ini, Marwan yang berlatarbelakang pengusaha tercatat memiliki 56 aset tanah dan bangunan yang seluruhnya berada di Kabupaten dan Kota Sukabumi dengan jumlah total senilai Rp29.579.661.304.

Kemudian 12 alat transportasi dan mesin yang terdiri dari 1 kapal laut/perahu (honda perahu motor), 6 mobil dan 5 sepeda motor dari berbagai varian merk dan harga, yang keseluruhannya senilai Rp1.048.500.000.

Marwan juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp2.025.000.000. Kemudian surat berharga senilai Rp15.000.000.000, kas dan setara kas Rp2.827.248.894, serta tidak memiliki hutang.

Sedangkan untuk Calon Bupati Adjo Sardjono, tercatat memiliki aset tanah dan bangunan senilai Rp1.440.002.500. Kemudian harta bergerak lainnya sebesar Rp200.500.000, kas dan setara kas Rp456.221.714.

Infografis pejabat atau penyelenggara negara melaporkan LHKPN dan alur laporan (foto : ist)

Adjo tercatat tidak memiliki hutang, alat transportasi dan mesin serta surat berharga.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Fery Gustaman menjelaskan terkait pengumuman LHKPN calon, prosedurnya sama seperti yang lalu, KPK akan memverifikasi dulu secara keseluruhan dan kalau sudah selesai KPK akan menyerahkannya kepada KPU Kabupaten/Kota, setelah itu diagendakan pengumuman secara formal dan menyerahkannya langsung kepada calon.

“Seperti biasa diundang langsung paslon bersama rekan media,” ujarnya, Jum’at  (25/9/2020) malam.

Fery menambahkan data LHKPN calon kepala daerah Kabupaten Sukabumi akan diumumkan pada H -2.

“Maksimal H -2 pemungutan. Saat ini saya sedang komunikasi terus dengan orang KPK untuk memantau proses verifikasi kapan selesainya. Demikian,” tukasnya. ***

Artikel ini telah dibaca 1478 kali

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A
Baca Lainnya