Headline Kriminal Nasional

Thursday, 22 November 2018 - 22:06 WIB

12 months yang lalu

Pembunuhan keji dengan meletakan mayat korban kedalam drum biru diwilayah Klapanunggal, Bogor. Korban pembunuhan diidentifikasi bernama Abdullah Fikri Setiawan atau  Dufi Abdullah (Foto: Sumeks)

Pembunuhan keji dengan meletakan mayat korban kedalam drum biru diwilayah Klapanunggal, Bogor. Korban pembunuhan diidentifikasi bernama Abdullah Fikri Setiawan atau Dufi Abdullah (Foto: Sumeks)

Ditemukan Meringkuk Dalam Drum, Kematian Wartawan Dufi Abdullah Masih Misteri

TB-Online (BOGOR) – Penyebab kematian Abdullah Fikri Setiawan atau  Dufi Abdullah, wartawan yang jasadnya ditemukan didalam drum plastik diwilayah Klapanunggal, Bogor hingga kini masih menyisakan misteri.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kombes Pol Edy Purnomo, menyatakan pada mayat Dufi terdapat luka dibagian leher. “Luka senjata tajam di sekitar leher,” ujar Edy. Namun demikian, Edy enggan menyebut luka penyebab kematian yang bersangkutan. Ia menegaskan hal itu harus menunggu hasil dari laboratorium.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi termasuk yang pertama kali menemukan jasad tersebut. Dari bukti yang dikumpulkan sementara, diduga TKP tersebut merupakan lokasi pembuangan jasad korban. “Kalau ini kan dilakban, dimasukan ke dalam drum, faktanya. Kemudian dibuang di tempat terpencil lah, meskipun di kawasan industri tapi jauh dari kalangan masyarakat,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/11).

Suasana duka pemakaman Dufi Abdullah (Foto: Oz)

Saat ini kepolisian tengah menelusuri siapa pelaku pembunuhan tersebut. Polisi juga tengah menggali kemungkinan pembunuhan itu dilatarbelakangi dendam, perampokan, atau unsur perencanaan lain. “Ini akan kita dalami terus motif dari pembunuhan tersebut. Karena kita belum tahu lokasi dieksekusinya dimana, yang kita ketahui di lokasi terakhir tempat korban dibuang. Doakan segera terungkap,” ucap dia.

Selain itu, hasil autopsi sementara menunjukkan adanya tanda-tanda penganiayaan sebelum Dufi tewas. Bahkan ditemukan luka terbuka di beberapa bagian tubuhnya.

Penemuan mayat Dufi ini sebelumnya membuat geger warga Desa Kembang Kuning, Klapanunggal, Bogor. Pada Minggu pagi itu (18/11/2018) sekira pukul 06.00 WIB seorang pemulung berinisial SA (56) pertama kali menemukan drum plastik berwarna biru yang tertutup rapat dan terikat oleh lakban hitam. Pada mulanya, dia mengira isi drum itu adalah sampah.

Namun saat dibuka, pemulung tersebut kaget melihat bahwa di dalam drum plastik tersebut adalah sesosok mayat. Sontak dia berteriak meminta bantuan warga sekitar. Warga sekitar lokasi kawasan Industri Kembang Kuning pun berdatangan.

Setelah mendapatkan informasi dari warga, Polsek Klapanunggal bergegas merapat ke lokasi temuan mayat tersebut dan memasang garis polisi, olah TKP, dan meminta keterangan dari saksi-saksi. Ciri-ciri dari mayat tanpa identitas tersebut antara lain berjenis kelamin laki-laki, dan memakai kaos putih.

Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. “Iya betul, (ada penemuan mayat dalam tong, -red). Ditemukannya di Klapanunggal, Desa Kembang Kuning,” katanya. Ruhyan (berbagai sumber)

 

7 Fakta Seputar Kematian Wartawan Dufi Abdullah

Almarhum Abdullah Fikri Setiawan atau Dufi Abdullah semasa hidup, bersama istri (Foto: Tribun)

  1. Penyelidikan Motif Pembunuhan

Menurut Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena, mayat dalam drum tersebut merupakan warga Tangerang. “Berdasarkan hasil penyelidikan, didapati identitas korban bernama Abdullah Fithri Setiawan, pekerjaan karyawan swasta, agama Islam, alamat Tangerang,” ungkap Ita dalam keterangannya, Senin (19/11/2018) pagi. Hingga kini polisi masih menyelidiki motif pembunuhan dari mayat dalam drum tersebut. Pihak keluarga juga meminta agar polisi menuntaskan kasus kematian Dufi.

  1. Harapan keluarga

Adik Dufi, Muhammad Ali Ramdoni, mengatakan pihak keluarga ingin motif pembunuhan Dufi segera diungkap. “Karena bagaimana pun kami pengin tahu motifnya kenapa, karena selama yang kami ketahui semasa hidupnya almarhum tidak pernah mencari musuh,” kata Doni setelah pemakaman Dufi di TPU Semper, Jakarta Utara, Senin (19/11/2018) seperti dikutip dari Kompas.com. Menurut Doni, Dufi memang biasa berdebat dalam konteks pekerjaannya. Tapi, kata Doni, perdebatan Dufi tak pernah berniat untuk menyakiti hati orang lain. “Kalau cari musuh sampai akhirnya kayak begini sepertinya mustahil, apakah ada persaingan bisnis atau apa,” ujar Doni.

  1. Mobil Hilang Dua hari Sebelum ditemukan tewas

Doni mengatakan, mobil milik Dufi hilang pada Jumat (16/11/2018). Mobil Dufi hilang saat akan pergi kerja dari Stasiun Rawabuntu. “Kepolisian belum ada titik terang bahwa ini memang ini mobilnya, tetapi pelat nomor sudah dicatat kepolisian, fotokopi STNK sudah diterima,” ucapnya. 

  1. Tasyakuran Anak

Menurut Doni, Dufi sempat menyebar undangan acara tasyakuran anak kepada keluarga dan kerabat pada Minggu (18/11/201. “Beliau ngirim WA hari Rabu atau Kamis, beliau bilang mengundang kakak atau ibu semua, hari Ahad jam 11 sampai selesai untuk tasyakuran, rupanya itu benar jam 11 beliau diambil oleh Allah,” kata Doni dikutip dari Warta Kota. Dufi disemayamkan di TPU Budi Dharma, Semper, Jakarta Utara pada Senin (19/11/2018) pagi.

  1. Ulang tahun Dufi

Dilihat dari akun Facebook Dufi Abdullah, Dufi baru saja merayakan ulang tahunnya. Dufi diketahui lahir pada 8 Oktober 1975. Ucapan selamat ulang tahun untuk Dufi juga mengalir deras dari rekan. 

  1. Profesi

Dufi diketahui merupakan mantan wartawan di sejumlah media ternama. Kini Dufi diketahui mempunyai perusahaan bidang periklanan setelah meninggalkan dunia jurnalistik. Dari linimasa Facebook Dufi, diketahui jika dia pernah menjadi Head of Marketing di First Media Productions, Manager Pengembangan Usaha di Harian Rakyat Merdeka, sales Group Head di INews, dan sales Group Head di BeritaSatu TV.

Adik Dufi, Muhammad Ali Ramdoni, mengatakan, sang kakak sempat bekerja di sejumlah perusahaan media cetak maupun televisi. “Beliau yang kami tahu bergelut di bidang jurnalistik, entah advertising ataupun peliputan, karena karier beliau berawal dari jurnalis di harian Rakyat Merdeka,” kata Doni setelah pemakaman Dufi di TPU Semper, Jakarta Utara, Senin (19/11/2018).

Setelah itu, Dufi melanjutkan kariernya di Indopos yang juga merupakan media cetak. Kemudian, Dufi mencoba peruntungan masuk industri televisi dengan bergabung dalam Berita Satu disusul iNews. “Untuk yang dua terakhir ini beliau merasa lebih tertantang di dunia marketing-nya. Nah beberapa tahun lalu, beliau minta izin berhenti dari tugasnya di iNews TV sebagai marketing,” ucap Doni.

Dufi pun membuat usahanya sendiri di dunia periklanan sambil bekerja sebagai staf khusus Dewan Pengurus TVRI. Ia juga bekerja freelance di TV Muhammadiyah. Pekerjaan-pekerjaan itu dilakoninya hingga ia ditemukan meninggal pada Minggu kemarin.

Doni menambahkan, Dufi tercatat sebagai alumni SMAN 13 Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Jakarta.

  1. Kronologi Penemuan Mayat

Kasubag Humas Polres Bogor Ajun Komisaris Ita Puspita Lena mengatakan, mayat tersebut pertama kali ditemukan pemulung sampah di wilayah tersebut. Ita menuturkan, pemulung sampah itu awalnya mengira kalau isi dalam drum tersebut adalah sampah. “Namun setelah dibuka, dia (pemulung sampah) kaget karena melihat mayat di dalam drum itu. Dia berteriak dan minta bantuan kepada warga sekitar,” ucap Ita.

(Tribun)

Artikel ini telah dibaca 540 kali

Baca Lainnya