Kabupaten Sukabumi

Kamis, 9 Juli 2020 - 20:56 WIB

2 bulan yang lalu

Agus Mulyadi, politisi Golkar yang juga Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi yang memancing polemik karena ingin maju Pilkada 2020 lewat PKB [foto; istimewa]

Agus Mulyadi, politisi Golkar yang juga Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi yang memancing polemik karena ingin maju Pilkada 2020 lewat PKB [foto; istimewa]

Ditanya Nasib Agus Mulyadi, Budi Azhar : Kita Tunggu Saja AM Melakukan Apalagi 

TBOnline [SUKABUMI] — Kontroversi seorang Agus Mulyadi, politisi senior Partai Golkar yang juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi hingga kini nyatanya belum juga benar-benar surut.

Pernyataannya yang memancing polemik untuk maju sebagai calon wakil bupati mendampingi calon bupati Adjo Sardjono di Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020 lewat Partai Kebangkitan Bangsa [PKB] ditanggapi singit Partai Golkar, yang sudah bulat mencalonkan Marwan Hamami sebagai satu-satunya calon bupati yang direstui partai berlambang pohon beringin.

Sekretaris DPD Golkar yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali saat dijumpai TBO di ruang kerjanya [foto; TBO]

DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi bahkan sudah mengeluarkan surat peringatan atas sikap Agus Mulyadi yang dianggap berseberangan dengan garis partai ini. “Kami sudah berikan surat peringatan pertama sesuai mekanisme organisasi, sejauh mana apa yang dilakukan kalau memang melanggar aturan AD/ART organisasi. Karena kita tidak bisa langsung memberhentikan karena ada tahapannya, kita sudah buat surat peringatan kepada yang bersangkutan dan sampai saat ini beliau belum mengklarifikasi hal tersebut sesudah surat diberikan,” ungkap Budi Azhar Mutawali, Sekretaris DPD Golkar Sukabumi, Rabu [08/07/2020].

Budi, yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi ini menjelaskan apa yang dilakukan partai terhadap Agus Mulyadi ini memiliki dasar. “Kita bukan berasumsi, karena beliau berbicara langsung lewat media, kita mengutip dari pernyataan beliau, salah satunya lewat foto dan bahasa lisan, bahwasanya beliau siap untuk maju di pilkada tahun ini melalui Partai Kebangkitan Bangsa [PKB] dan itu sudah melanggar bahwa Partai Golkar dengan hasil Rapimda sudah memutuskan Bapak H. Marwan Hamami untuk melanjutkan kembali menjadi calon bupati,” katanya.

Hingga kini, lanjut Budi, Partai Golkar masih menunggu apa yang akan dilakukan Agus Mulyadi. “Kita tunggu beliau melakukan apalagi dan akan dibuatkan lagi surat, terkecuali beliau tidak membuat pelanggaran lagi maka tidak perlu lagi kita tegur dengan surat peringatan. Jadi kita tunggu reaksi beliau semoga saja tidak melakukan pelanggaran lagi,” imbuh Budi.

Ia juga menambahkan sikap Partai Golkar yang menurutnya merupakan hak pribadi Agus Mulyadi dan tidak akan memaksakan namun ada mekanisme organisasi manakala partai sudah memutuskan, seharusnya patsun. “Kalau tidak patsun tentunya ada konsekuensi mekanisme organisasi partai, karena pemecatan itu tidak semudah memberhentikan orang yang seperti bekerja di perusahaan,” ucapnya.

Lebih lanjut Budi menyatakan jika Agus Mulyadi mencalonkan menjadi kandidat kepala atau wakil kepala daerah baik melalui Partai Golkar atau partai yang lainnya, maka harus mengundurkan diri sesuai syarat dari KPU.

PKB Sambut Baik Keinginan Agus Mulyadi  

Ketua DPC PKB Kabupaten Sukabumi Asep Supriatna [kiri] dan Adjo Sardjono [kanan] calon bupati Kabupaten Sukabumi yang diusung PKB [foto; pelita]

Ketua DPC PKB Kabupaten Sukabumi Asep Supriatna yang dikonfirmasi mengaku menyambut baik keinginan Agus Mulyadi ini. “Keinginan Pak Agus untuk pindah keanggotaan partai itu sebagai hak pribadi dan itu tidak ada larangan. Bagi kami PKB tentunya sangat terbuka, kita itu partai politik terus menerus mencari dukungan masyarakat untuk supaya partai itu besar. Nah hari ini ada nama AM mau masuk anggota kader PKB tentunya akan disambut baik, apalagi pak AM adalah tokoh yang sudah tidak diragukan lagi, tentunya PKB akan menyambut baik. Asal sanggup mengikuti tata aturan AD/ART PKB. Walaupun sampai hari belum ada permohonan resmi dari AM, dari obrolan memang katanya Pak Agus itu tertarik dengan PKB dan saya sebagai Ketua PKB Kab. Sukabumi sangat berbahagia kalau kenginan itu benar,” katanya, Kamis [09/07/2020].

Asep juga menegaskan bahwa PKB hingga kini tetap mengusung Adjo Sardjono sebagai calon bupati yang sudah diberi mandat surat tugas dari DPP PKB. “Dan belum ada perubahan atau intruksi terkait Pilkada,” tegasnya. red ***

 

Artikel ini telah dibaca 183 kali

Baca Lainnya