Nasional

Friday, 20 April 2018 - 13:59 WIB

2 years yang lalu

Hj. Indah Damayanti Putri - Dae Dinda

Hj. Indah Damayanti Putri - Dae Dinda

Dinda Dinilai Gagal, Ke Malaysia Dalam Rangka Apa?

BIMA-Kinerja Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri mendapat sorotan, Istri mendiang Alm H Ferry Zulkarnain ST itu dianggap gagal memimpin Kabupaten Bima.

Sudah dua tahun berjalannya Dinda- Dahlan memimpin Kabupaten Bima. Namun, belum ada satupun terobosan dan program yang bisa dibanggakan. Kali ini, Bupati Bima kabarnya tengah berada di Negera Malaysia.

“Bupati Bima, bupati kita ini prestasinya hanya jalan- jalan”, ungkap Anggota DPRD Kabupaten Bima, Edi Muhlis, kemarin.

Menurutnya, selama tahun petama mempin sejak 2016 silam tercatat sebanyak 32 kali Bupati Bima keluar daerah. Belum lagi di tahun 2017 dan tahun 2018 ini. Jika diamati, hampir setiap pekan bupati selalu keluar daerah.

“Lantas pertanyaannya, apa hasil dari jalan-jalan ini”, ujar Politisi NasDem ini.

Dia mengaku, sudah mendapat bukti otentik terkait perjalanan dinas yang dilakukan Bupati Bima tersebut, Itu diperolehnya dari catatan pihak Bandara Sultan M Salahudin Bima.

“Saya punya data soal perjalanan bupati, Dan saya merasa kasian sekali pada daerah ini. Karena dipimpin oleh orang-orang yang tidak serius”, sebutnya.

Edi mengatakan, selama bupati keluar daerah belum pernah mengkritinya. Namun, setelah diamatai, nampak tidak ada danpak positif dari perjalan dinas selama ini.

‘’Terbukti selama dua tahun, apa pembangunan yang laur bisa yang bisa kita dibanggakan, Pembangunan kantor Bupati Bima saja belum jelas,’’ katanya.

Edi mencontohkan salah satu bentuk kegagal Bupati Bima. Yaitu, gagalnya mendatangkan program pengembangan ternak sapi. Padahal, Bupati Bima selama ini sering keluar daerah, namun tidak satupun kantor dirjen didatangi.

“Terbukti kemarin kita konsultasi ke Dirjen Pertanian dan Pertenakan. Kita kaget jatah Kabupaten Bima dialihkan ke Kabupaten Dompu” ujarnya.

edy muhlis (Politisi Partai NasDem) Kota Bima, NTB

Edi menjelaskan, gagalnya program pengembangan sapi dibawah ke Bima karena tidak ada respon dari pemerintah daerah. Dirjen telah menyediakan sebanyak 500 ekor sapi untuk Kabupaten Bima. Namun, program sapi brahman itu dialihkan ke Kabupaten Dompu.

“Ini akibat tidak ada penjemputan dari daerah, Dirjen tidak pernah mendapat tawaran dari daerah ini”, tutur Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bima ini.

Dia mengaku, program sapi tersebut sengaja disiapkan dirjen untuk Kabupaten Bima. Sebab, potensi pengembangan sapi di wilayah Bima sangat menjanjikan dengan kondisi alamnya.

“Kegagalan ini bukti jika Bupati Bima tidak pandai melobi” tegasnya lagi.

Sorot Bupati dan Anggota DPRD ke Malaysia, Edi juga menyoriti keberangkatan Bupati Bima bersama anggota DPRD setempat ke negara jiran, Malaysia. Mantan Ketua HMI Cabang Bima menilai keberangkatan itu tida ada manfaat.

“Kalau saya menilai dari jadwal kegiatannya. Itukan kegiatan Kementrian Desa. Lantas untuk apa Bupati dan Suryadin hadir ke sana” sebutnya.

Dia mengaku, akan mempersoalkan keberangkatan Ketua Komisi II itu ke Malaysia, Apakah yang bersakutan sudah memenuhi ketentau atau tidak.

“Saya sudah tanya ke pimpinan DPRD. Jawabanya belum memberikan surat ijin ke Suryadin untuk ikut bersama Bupati Bima” pungkasnya. Sirat

Artikel ini telah dibaca 593 kali

Baca Lainnya