Kabupaten Sukabumi Nasional

Kamis, 8 Oktober 2020 - 04:47 WIB

3 minggu yang lalu

Gedung Fatmawati bagi pasien paru, yang kemudian difungsikan sebagai gedung isolasi bertekanan negatif bagi pasien terkonfirmasi Covid 19 (foto : joy)

Gedung Fatmawati bagi pasien paru, yang kemudian difungsikan sebagai gedung isolasi bertekanan negatif bagi pasien terkonfirmasi Covid 19 (foto : joy)

Dikonfirmasi Terkait Ruang Isolasi di RS Sekarwangi, PPK Mendadak Kehilangan Sinyal

TBOnline [SUKABUMI] — Pembangunan ruang isolasi bertekanan negatif yang diperuntukan bagi pasien terkonfirmasi Covid 19 di BLUD RS Sekarwangi, Cibadak-Kabupaten Sukabumi, yang menghabiskan anggaran senilai Rp16 Miliar, justru kian menerbitkan keingintahuan.

Ruang Fatmawati yang di upgrade menjadi ruang isolasi Covid 19 di RS Sekarwangi (Foto : TBO)

Baca juga : Soroti Anggaran Covid Rp300 Miliar, Pansus III DPRD Kabupaten Sukabumi Kunjungi RS Sekarwangi

Pasalnya, gedung yang digunakan sebagai ruang privasi bagi pasien Covid 19 ini, merupakan peningkatan (upgrade) dari ruang Fatmawati, yang sebelumnya ditujukan khusus bagi pasien penyakit paru.

Bila kita runut, Ruang Fatmawati ini bukan tergolong bangunan tua. Setahun lalu, tepatnya pada Januari 2019, Bupati Marwan Hamami meresmikan gedung ini bersama Gedung IGD dan ICU di RS Sekarwangi, dengan anggaran Rp13 Miliar.

Nahas, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek ruang isolasi bertekanan negatif di RS Sekarwangi ini, seperti menutup rapat informasi.

Baca juga : Mengenal Ruang Isolasi Khusus Bertekanan Negatif di RS Sekarwangi Sukabumi

Dihubungi TBO melalui telepon ke nomor pribadi nya pada Kamis (1/10/2020) pekan lalu, PPK pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi ini mendadak hilang sinyal, saat pembicaraan masuk dalam pembahasan teknis proyek.

Ketika dihubungi kembali, meski  terdengar nada memanggil, yang bersangkutan tidak kunjung mengangkat telepon.

Mesin dengan ukuran dan kapasitas daya besar untuk menyuplai mesin khusus di ruang isolasi bertekanan negatif di RS Sekarwangi (foto : joy)

Berikut transkrip pembicaraan telepon TBO dengan PPK pada proyek pembangunan ruang isolasi bertekanan negatif di RS Sekarwangi senilai Rp16 Miliar ini.

TBO : Halo, Dengan Pa TN?

PPK : Iya, Muhun

TBO : Abdi dari redaksi TBO pak

PPK : Muhun

TBO : Bade klarifikasi perihal gedung isolasi di BLUD Sekarwangi

PPK : Muhun

TBO : Itu menghabiskan anggaran berapa pak, kalau boleh tau?

PPK : Sekarwangi itu (terdengar suara orang tertawa) sekitar Rp16 M an

TBO : Rp16 Miliar ya pak?

PPK : Yah

TBO : Itu untuk berapa ruangan pak?

PPK : Itu untuk 4 ruangan pak

TBO : Oh 4 ruangan ya pak, bukan 6?

PPK : Enggak, 4 ruangan

TBO : Jadi pak, dalam anggaran Rp16 Miliar itu, termasuk bangunan gedung atau peralatannya saja pak?

PPK : Haloo (hilang sinyal pada detik ke 54)

TBO : Halo Pak

PPK : Haloo

TBO : Halo Pak

PPK : Haloo, Haloo (deuh sinyalnya jelek euy, kunaon)

TBO : Tapi jelas bapak disini suara nya pak

Hingga berita ini tayang, PPK yang dimaksud tidak juga memberikan tanggapan, baik ketika dihubungi melalui nomor pribadinya, maupun layanan pesan WhatsApp, meski tampak tanda terbaca berupa dua centang biru. ***

Artikel ini telah dibaca 141 kali

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A
Baca Lainnya