Desa Kita

Monday, 9 September 2019 - 16:16 WIB

1 month yang lalu

Kaur Pembangunan Desa Pulau Medang, Fikri diduga ketika bersama seorang wanita di Tanjungpinang [foto: sinarkepri]

Kaur Pembangunan Desa Pulau Medang, Fikri diduga ketika bersama seorang wanita di Tanjungpinang [foto: sinarkepri]

Diduga Tilap Anggaran dan Plesiran ke Tanjung Pinang, Kaur Pembangunan Pulau Medang Masih Bungkam

TBOnline [LINGGA] – Dana kegiatan perayaan HUT RI Ke- 74, tingkat Desa Pulau Medang, Ketang Bedari, Kabupaten Lingga diduga disalahgunakan Fikri, Kaur Pembangunan Desa setempat.

Dana lebih kurang Rp 7 juta untuk kegiatan HUT RI ini awalnya diserahkan istri Kades Rusli Tapa kepada Fikri. Namun penyerahan ini sedari awal menyulut kecurigaan warga, karena Fikri tidak masuk dalam susunan kepanitian HUT RI di Pulau Medang. “Seharusnya diserahkan ke panitia bukan ke Kaur Pemerintahan,” ujar seorang warga.

Kecurigaan terhadap Fikri semakin menjadi karena terbukti hadiah kepada para pemenang lomba dalam perayaan  HUT RI di Pulau Medang sangat minim dan tidak sesuai dengan alokasi anggaran. Seperti halnya pemenang pertama dalam pertandingan sepakbola yang hanya mendapatkan sepatu, sedangkan juara kedua mendapat sandal, dan pemenang ketiga memperoleh hadiah mangkok atau cangkir. “Lomba yang lain pun demikian, hadiah seadanya saja, sangat minim dan sangat tidak sesuai dengan anggaran yang diterima,” cerita sumber Target Buser. Sumber ini bahkan menyarankan agar penerimaan dan pengeluaran anggaran dalam perayaan HUT RI lalu dibuka secara transparan. “Agar tidak menimbulkan fitnah,” ujarnya.

Dilansir dari sinarkepri.co.id- Kaur Pemerintahan Fikri kemudian diketahui plesiran ke Tanjungpinang diduga bersama seorang wanita yang bukan istrinya, prilaku inilah yang kian menimbulkan syakwasangka ditengah warga Pulau Medang, Fikri menilap sebagian anggaran perayaan HUT RI Ke- 74 untuk kepentingan pribadinya.

Sayang hingga berita ini diturunkan Fikri masih bungkam dan enggan memberikan klarifikasinya terkait penyalahgunaan anggaran HUT RI termasuk kegiatannya bersama wanita yang diduga bukan istrinya di Tanjungpinang, beberapa kali dihubungi Fikri seperti enggan menjawab dan terkesan menghindar.

Masyarakat Desa Pulau Medang berharap agar Bupati Lingga maupun Camat Ketang Bedari dapat menjawab keresahan warga dengan mengevaluasi kinerja Kaur Pembangunan, Fikri yang dikaitkan dengan tudingan penyalahgunaan anggaran.  Awang Sukowati

 

Artikel ini telah dibaca 950 kali

Baca Lainnya