Nasional

Kamis, 28 Oktober 2021 - 09:23 WIB

1 bulan yang lalu

SMK 17 Kota Serang yang berada di Jln. Kh. Amin Jasuta, Kaloran, Serang, Banten (Foto : Ist)

SMK 17 Kota Serang yang berada di Jln. Kh. Amin Jasuta, Kaloran, Serang, Banten (Foto : Ist)

Diduga Karena Tunggakan, Ijasah Asli Siswi Ditahan Pihak SMK 17 Kota Serang

TBOnline [KOTA SERANG] — Pihak SMK 17 Kota Serang di bawah Yayasan Pendidikan Rachmatoellah Sidik, diduga menahan ijazah asli siswi berinisial (RT) yang baru lulus, lantaran RT memiliki tunggakan sebesar Rp3.565.000, meski wali siswa RT sudah menghadap dan melakukan negosiasi di Ruang TU, namun belum menemukan kesepakatan.

Wali Siswa RT bernama Jack, kepada awak media mengatakan, dirinya menghadap Kepala TU SMK 17 Kota Serang bernama Heldi disaksikan rekannya, saat itu Jack memohon kepada Heldi agar ijazah anaknya dikeluarkan karena untuk keperluan melamar pekerjaan. “Namun negosiasi saya gagal walau hanya memohon fotokopi ijasah yang sudah di legalisir, untuk ijazah asli memang tidak bisa diberikan, katanya bisa diberikan tapi harus masuk cicilan/angsuran dulu sebesar Rp1 juta dan sisa nya bisa dicicil/angsur dengan dibuatkan perjanjian,” kata Jack, Rabu (27/10/2021).

Lanjut Jack, ia bahkan sudah mengajukan opsi ke dua, yaitu permohonan kebijakan pengurangan dari tunggakan sebesar Rp3.565.000. “Namun kata Heldi harus di sampaikan dulu dengan kepala sekolah, hasilnya nanti di kabari,” ujar Jack.

Sementara Kepala TU SMK 17 Kota Serang Heldi, mengatakan ini keputusan pihak sekolah jika ada tunggakan yang belum lunas. “Ijazah tidak bisa diberikan ke siswa, atau bayar dulu Rp1 juta nanti saya kasih fotokopi ijasah yang sudah di legalisir, kan bisa untuk keperluan melamar pekarjaan dan sisanya bisa di cicil/angsur tapi harus dibuatkan perjanjian,” kata Heldi.

Lanjut Heldi, adapun wali siswa yang memohon supaya ada kebijakan dari tunggakan tersebut, ia tidak bisa mengambil keputusan sekarang, akan tetapi akan disampaikan kepada kepala sekolah dahulu. “Terkait besaran berapa kebijakan tersebut biasanya tidak besar, karena sekolah memerlukan banyak operasional,” ucapnya. Deni

Artikel ini telah dibaca 87 kali

Baca Lainnya