Kabupaten Sukabumi

Jumat, 26 Februari 2021 - 14:57 WIB

4 bulan yang lalu

Dialog Langsung Dengan Warga Cidahu, Menko PMK Muhadjir Effendy Soroti Stunting dan Penanganan COVID19

TBOnline [SUKABUMI] — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy terjun langsung ke Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu-Kabupaten Sukabumi dan berdialog langsung bersama masyarakat Cidahu, Kamis (25/02/21).

Bertempat di Aula Kantor Desa Cidahu, Muhadjir menyampaikan pemahaman ke masyarakat tentang pencegahan stunting dan peningkatan gizi balita.

“Stunting pada anak dapat mempengaruhi dari ia kecil hingga dewasa dan dalam jangka pendek, stunting kepada anak ini jangan sampai menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme tubuh, fisik, proporsi tubuh anak supaya stunting terlihat baik dan normal jangan sampai pertumbuhannya menjadi tidak baik dari anak-anak yang lain nya seperti postur nya pendek dari anak-anak seusianya,” jelas Menteri PMK.

Lebih lanjut Muhadjir mengungkapkan jumlah kasus stunting di Indonesia pada tahun 2019 mencapai angka yang tinggi, sekitar 27-67 persen.

“Sekarang Alhamdulillah di tahun ini grafiknya semakin menurun,” katanya.

Penanganan stunting sendiri merupakan prioritas kelas nasional agar stunting bisa menurun serendah-rendahnya.“Maka saya langsung terjun ke bawah dan berdialog dengan masyarakat langsung. Target saya perlu kerja keras untuk penanganan masalah stunting ini sampai bisa benar-benar menurun,” tutur Menko PMK ini.

Hadir dalam dialog ini Kadis PMPD, Kapolres Sukabumi, Kepala BKKBN, Camat Cidahu dan para pejabat Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, Kades Cidahu Asep Saepul Parlan mengungkapkan terimakasih atas kehadiran Menko PMK di Cidahu, apalagi  melakukan dialog langsung dengan masyarakat yang berkaitan dengan persoalan stunting dan mekanisme penanganan COVID19.

“Saat ini Desa Cidahu sudah melakukan pembentukan Satgas COVID19 yang tergabung dalam wadah POSKO PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) skala mikro, anggotanya dari RT hingga pemerintahan desa, yang secara khusus melakukan penanganan kasus COVID19 ini. Harapan saya bahwa semua stakeholder, atau para pihak terkait dapat juga ikut berperan dalam pelaksanaan penanganan COVID19,” tutur kades.

Ditambahkan Asep Saepul Parlan, anggaran desa yang digunakan untuk penanganan masalah stunting ini sangat terbatas karena ada parimeternya.

“Upaya yang sudah kita lakukan terhadap korban dengan cara pemberian sembako, agar kebutuhan asupan gizinya terpenuhi, karena yang terpenting adalah menjaga imun manusianya agar tetap stabil. Alhamdulillah yang terkena penyakit ini bisa dikatakan sudah sembuh dan saat ini Desa Cidahu sudah hapir 0% yang terkena kasus COVID 19, karena penanganan yang terpadu dari kita semua,” tandasnya. Joy & Gun

Artikel ini telah dibaca 346 kali

Baca Lainnya