Headline Hukum Kriminal Nasional

Sunday, 1 September 2019 - 21:57 WIB

3 months yang lalu

Gedung DPRD Kota Pekanbaru, Riau [Foto: SindoNews ]

Gedung DPRD Kota Pekanbaru, Riau [Foto: SindoNews ]

Di Gedung Wakil Rakyat Amponiman Digebuki, Polisi Lidik 5 Pelaku Persekusi Wartawan

TBOnline [PEKAN BARU] – Gedung DPRD Kota Pekanbaru – Riau belum lama ini beralih fungsi layaknya sasana adu jotos. Namun bukan pertarungan setimpal seperti yang kita bayangkan, tapi sebuah persekusi yang merampas keadilan , dan lacur terjadi di kantor wakil rakyat.

Ialah Amponiman Bate’e [42 tahun], wartawan media online riausidik.com yang pada Senin [26/8/2019] melakukan konfirmasi kepada Kasubag Humas DPRD Kota Pekanbaru, Badria Rikasari yang kerap disapa Rika, ihwal anggaran kerjasama media tahun 2019 yang dikelola Sekretariat DPRD [Sekwan] Kota Pekanbaru. “Saya SMS ibu Rika kapan bisa ada waktu konfirmasi seputar anggaran media 2019, namun tak ada dibalas. Selanjutnya pada Selasa [27/8/2019] saya mendapat telepon dari Yona, staf Rika dan mengatakan bahwa Rika ingin ketemu dengan saya, dan bertanya kapan saya ada waktu. Namun hari itu saya tengah meliput kegiatan pelantikan anggota DPRD Pelalawan, ” cerita Amponiman.

Bukti LP Amponiman di Polres Kota Pekanbaru [Foto: Istimewa]

Melalui pesan WhatsApp [WA] kembali Yona menanyakan kesediaan Amponiman menemui Rika. “Saya jawab pada Rabu [28/8/2019] sekitar pukul 09.00 pagi. Mendapat balasan itu, Yona menjawab baik pak. Ok, kalau gitu ditunggu besok di kantor yah pak, jam 9,” ujar Amponiman menirukan pesan WA yang ia terima dari Yona.

Keesokan harinya, Rabu [28/8/2019] sekira pukul 09.00 Wib, Amponiman tiba di ruang kerja Kasubag Humas, Badria Rikasari di gedung DPRD Kota Pekanbaru, namun saat itu Rika belum berada di ruangannya. “Yona yang melihat kedatangan saya, kemudian mengambil inisiatif mempersilahkan duduk diruangan,” katanya.

Tidak berapa lama menunggu, Rika datang dan menerima Amponiman. Hanya beberapa  menit dialog antara keduanya, datang sejumlah orang yang menanyai Amponiman dengan kasar sejurus melakukan penganiayaan. “Saat saya sedang melakukan konfirmasi dengan ibu Rika kurang lebih 3 menit, tiba-tiba ada sejumlah orang datang dari belakang dan memegang bahu saya, seraya bertanya kamu wartawan apa? Jawab saya wartawan riausidik.com. Kemudian ramai-ramai mereka mengeroyok saya ditempat itu, dihadapan bu Rika dan Yona serta sejumlah pegawai Humas,” tuturnya.

Belum selesai, pengeroyok yang berjumlah 5 orang itu kemudian menggiring Amponiman ke lokasi parkir roda dua, yang berada di belakang Kantor DRPD kota Pekanbaru. “Disana saya kembali diinterogasi dengan berbagai pukulan, ditinju, ditendang. Dengan bertanya siapa dibelakangmu, siapa yang nyuruh kamu, tanya preman itu. Jawab saya tidak ada,” terangnya. Sekitar 30 menit dianiaya di lokasi parkir, para pengeroyok kemudian membawa kembali Amponiman ke dalam ruangan Rika. “Seraya memaksa saya untuk minta maaf kepada bu Rika. Setelah itu saya dilepas, dengan ancaman oleh preman-preman itu untuk tidak mengganggu bu Rika lagi”.

Tak terima atas perlakuan yang ia terima, pada hari itu juga Amponiman melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Pekanbaru. “Saya sudah melaporkan kasus pengeroyokan ini ke Polresta Pekanbaru, sesuai LP No : STPL/691/VIII/2019/SPKT I RESTA PKU,” ungkap Amponiman, Rabu [28/8/2019].

Sementara itu, Badria Rikasari [Rika], Kasubag Humas DPRD Kota Pekanbaru yang dikonfirmasi sigapnews.co.id atas pengeroyokan Amponiman, mengaku tidak mengetahui karena tidak berada dilokasi. “Saya tidak tahu kejadian itu [pengeroyokan]. Saya waktu itu lagi diluar kota. Terkait konfirmasi penggunaan anggaran untuk media tertentu silakan buktikan,” jawab Rika menutup pembicaraan. Redaksi ***

Artikel ini telah dibaca 90 kali

Baca Lainnya