Jangan Lupa Tanggal 9 Desember 2020 Coblos Nomor 1 Adjo Sardjono – Iman Adinugraha

Berita Daerah Headline Hukum Pariwisata

Jumat, 20 November 2020 - 17:28 WIB

5 hari yang lalu

Di Duga Keras Gelanggang Permainan Nagoya Gamezone Sarat Perjudian, “Para Ibu Rumah Tangga Resah”

TBOnline [BATAM] — Pertumbuhan gelanggang permainan (gelper) semakin tidak terkontrol baik para penikmat ataupun para aparat penegak hukum dan Pemerintah setempat yang sampai saat ini tidak ada tindakan tegas sehingga membuat efek jera.

Hal ini dapat di temukan dibeberapa Kota Batam yang diantaranya gelanggang permainan Nagoya Gamezone dibilangan Nagoya Kota Batam, selain lokasi yang berada di pemukiman padat penduduk, gelanggang permainan Nagoya Gamezone disinyalir bertentangan dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2003.

Dalam penelusuran TBOnline di lokasi, para penikmat yang berinisial AS dan ISR mengatakan, “Kami baru selesai main mas, habislah uang kami, tetapi kalau menang tadi bisa kita langsung uangkan, bisa juga kita ambil hadiahnya untuk ditukarkan dengan uang”, tutur As.

Penelusuran dilanjutkan dengan pemilik Nagoya Gamezone yang berinisial AK melalui via seluler/WA, alhasil tidak mendapatkan jawaban.

Salah satu warga masyarakat ASM yang kebetulan bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi arena menyampaikan dengan penuh harap, “Kepada para pihak yang terkait baik Walikota agar lakukan tindakan tegas seperti mencabut izin gelanggang permainan Nagoya Gamezone yang diduga melanggar perijinan pariwisata Kota Batam dan KUHP 303 perjudian Serta melanggar protokol kesehatan yang saat ini sedang gencar gencarnya diarahakan Presiden Joko Widodo, para pengunjung/penikmat ada juga yang tidak menggunakan masker, menjaga jarak hingga berkerumun di meja permainan, sangat ironis disaat Pemerintah baik Pusat ataupun Daerah sedang gencarnya seakan tidak peduli dengan hal tersebut”, pukasnya.

Berbeda akan halnya ibu rumah tangga yang menuturkan seakan resah dengan adanya arena permainan tersebut, “para kepala rumah tangga (suami) sampai lupa pulang serta sudah tidak ingat lagi rumahnya, belum lagi gajinya habis dimeja judi gelanggang permainan Nagoya Gamezone, kebutuhan rumah tangga, biaya anak sekolah tak terhiraukan akibat pengaruh yang sangat amat dalam perjudian ini, tolong bapak media sampaikan kepada Walikota, Dewan serta aparat penegak hukum akan penyakit masyarakat itu agar ditindak sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku”, tuturnya. Herman

Artikel ini telah dibaca 175 kali

Baca Lainnya