Headline Kabupaten Sukabumi

Minggu, 4 Oktober 2020 - 09:07 WIB

3 minggu yang lalu

Cawabup Iman Adi Nugraha saat diwawancarai TBO di Situ Sukarame, Parakan Salak (Foto : TBO)

Cawabup Iman Adi Nugraha saat diwawancarai TBO di Situ Sukarame, Parakan Salak (Foto : TBO)

Cawabup Iman Adi Nugraha : Quo Vadis Kabupaten Sukabumi?

TBOnline [SUKABUMI] — Sosok Iman Adi Nugraha, Calon Wakil Bupati Sukabumi nomor urut 1 yang maju bersama Adjo Sardjono dalam Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020, selama ini dikenal sebagai pribadi hangat dan figur berwawasan.

Pasangan Cabup dan Cawabup Sukabumi Adjo Sardjono dan Iman Adi Nugraha (Foto : TBO)

Publik tentu sangat ingin tahu, bagaimana impian suami dari Yulipah Ardiani Mustopa ini mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan di tanah kelahirannya Kabupaten Sukabumi.Dijumpai TBO ditengah keindahan alam Situ Sukarame, Parakan Salak, pada Sabtu (3/10/2020). Iman Adi Nugraha bercerita tentang realisasi visi misi program unggulan Adjo-Iman dalam bidang kesehatan, pendidikan, sektor ekonomi, situasi menghadapi pandemi, DOB Sukabumi Utara hingga tentang sosok Adjo Sardjono, berikut petikan wawancara nya :

Bagaimana pasangan Adjo-Iman merealisasikan kesejahteraan masyarakat, utamanya dalam hal kesehatan?

Kesehatan merupakan salah satu sektor penting yang terdapat dalam 17 program unggulan dan visi misi pasangan Adjo-Iman. Bidang kesehatan ini kami ciptakan agar menyentuh semua lapisan masyarakat di Kabupaten Sukabumi, bagaimana orang yang tidak mampu sekalipun, bisa terlayani dan terakomodir. Kita ingin masyarakat terutama yang jauh dari pusat kota dan kesehatan, bila memerlukan pertolongan akan kita jemput bola.Jadi Insya Allah nanti ada call centre kesehatan, jadi layanan kesehatan di Kabupaten Sukabumi semua terkoneksi, kita bisa seperti daerah lain. Kita sudah banyak mobil layanan kesehatan masyarakat seperti ambulance di desa-desa, tapi terkadang warga tidak bisa terlayani dengan maksimal, maka ke depan kita akan maksimalkan sektor kesehatan masyarakat ini.

Selain itu nanti, kita akan bangun juga  banyak fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, tentunya di wilayah yang belum terdapat fasililitas kesehatan. Ini mutlak Adjo-Iman lakukan sebagai wujud pelayanan kesehatan bagi seluruh warga Kabupaten Sukabumi.

Bagaimana dengan sektor pendidikan,  khususnya pendidikan agama?Dalam 17 Program Unggulan dan Visi Misi Pasangan Adjo-Iman, bidang pendidikan agama menjadi consen kami. Ke depan, infrastruktur pendidikan seperti pondok pesantren, madrasah kita akan bangun dan lebih kembangkan, termasuk tenaga pengajar seperti guru ngaji kita akan berikan intensif tambahan. Hal ini penting kita lakukan semacam investasi mewujudkan Sukabumi Unggul sekaligus Religius.

Bagaimana Adjo-Iman melayani sektor krusial yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak?Indikator kemajuan sebuah daerah diukur dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Variabel dalam IPM ini, termasuk kesehatan dan pendidikan yang tadi kita bicarakan, kemudian juga daya beli masyarakat atau masuk dalam sektor ekonomi. Kami juga memiliki program unggulan di sektor ekonomi atau daya beli ini.

Ketiga variabel ini merupakan satu kesatuan, jika kita bicara Visi Misi Adjo Iman maka keinginan kita ialah mewujudkan masyarakat Kabupaten Sukabumi yang unggul lahir dan batin. Salah satu implementasinya ialah meningkatkan perekonomiam masyarakat, ini mutlak kita tingkatkan.

Salah satu nya melalui bidang pariwisata dengan pengembangan pariwisata seperti desa wisata ini (baca : Situ Sukarame), kemudian pengembangan agri bisnis dan indutri yang menyentuh langsung lapisan bawah masyarakat, potensi ini akan kita gali. Kalau bicara Sukabumi secara global maka Adjo-Iman akan menyentuh ketiga variabel ini.

Kesehatan, pendidikan dan ekonomi atau daya beli dengan meningkatkan UKM. Jadi, banyak yang masih harus kita benahi di Kabupaten Sukabumi ini, parameter nya IMD dengan ketiga bidang tadi yang menjadi variabel nya.

Apa saran Iman Adi Nugraha terkait kondisi perekonomian di tengah pandemi ini, agar tidak terlalu berdampak, khususnya di Kabupaten Sukabumi?

Kita sama-sama ketahui, pandemi ini zaman susah, dan tidak bisa kita prediksi benar kapan akan berakhir. Jadi saya kira kini kita berfikir bagaimana agar masyarakat dapat bertahan dan pemerintah mencarikan jalan keluar dari akibat pandemi corona ini.

Bagi pasangan Adjo-Iman, salah satunya kita akan mengintensifkan bantuan bagi warga terdampak. Jelas banyak warga terdampak akibat pandemi ini, misalnya pemutusan lapangan pekerjaan, pelemahan perekonomian dan lain sebagainya.

Maka jika Adjo Iman terpilih, kita akan bekerja di Februari 2021 dengan memulihkan mentalitas masyarakat, meningkatkan kembali sektor perekonomian, kesehatan termasuk pendidikan masyarakat yang hari ini masih menggunakan metode online atau daring. Jadi ini merupakan konsentrasi pasangan Adjo-Iman pada 2021 nanti.

Bagaimana sosok Adjo Sardjono bagi seorang Iman Adi Nugraha?

Saya bersedia membangun Kabupaten Sukabumi bersama Adjo Sardjono, karena bagi saya Adjo merupakan sosok yang komplit, seorang bapak dan birokrat yang sudah berpengalaman.

Seorang yang punya karakteristik terbuka dan sederhana, kemudian berwawasan luas. Adjo Sardjono merupakan pemimpin yang mau turun ke masyarakat, mau menyapa dan mengetahui problematika di tengah masyarakat.

Saya kira Adjo Sardjono pemimpin komplit, tidak ada celah. Maka saya sebagai pembantu bupati, akan tetap menjaga keharmonisan ini, saling bahu membahu. Bagi kami tidak ada pertentangan, yang ada hanya kekompakan untuk bekerja bagi seluruh warga masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Terkait realisasi pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Kabupaten Sukabumi Utara, bagaimana pandangan Adjo-Iman?

Jika berkaitan dengan pemekaran, saya sewaktu menjabat anggota DPRD Kabupaten Sukabumi adalah yang membidangi lahir nya keputusan pemekaran ini, waktu itu saya sebagai sekretaris pansus pemekaran. Jadi tentu Pak Adjo dan saya punya konsistensi terhadap agenda pemekaran, Insya Allah agenda pemekaran ini kita akan terus dorong, supaya Sukabumi mekar, yang hari ini yang terdekat ialah Kabupaten Sukabumi Utara dengan ibukota nya Cibadak.

Saking luar biasanya mewujudkan agenda pemekaran ini, Adjo-Iman mencatat dalam 17 Program Unggulan dan Visi Misi kita. Jadi kita harus wujudkan, titik.

Editor : Redaksi TBO

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 155 kali

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A
Baca Lainnya