Headline Metropolitan

Jumat, 5 Agustus 2022 - 12:21 WIB

2 bulan yang lalu

Irjen Ferdy Sambo saat diperiksa Bareskrim Polri terkait kasus kematian Brigadir J (foto ; pikiranrakyat)

Irjen Ferdy Sambo saat diperiksa Bareskrim Polri terkait kasus kematian Brigadir J (foto ; pikiranrakyat)

Buntut Penanganan Kematian Brigadir J, IPW Minta 25 Personel Polri di PTDH

TBOnline, JAKARTA ¤ Pemeriksaan terhadap 25 anggota Polri terkait kasus kematian Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, merupakan bersih-bersih pimpinan Polri terhadap “tangan-tangan kotor” yang mencoreng institusi. Hal ini sesuai dengan keinginan Presiden Jokowi yang memerintahkan agar kasus polisi tembak polisi ini diproses hukum, jangan ditutup-tutupi dan terbuka.

“Sehingga pemeriksaan 25 personil Polri, yang terdiri dari 3 Brigadir Jenderal (Brigjen), 5 Komisaris Besar (Kombes), 3 Ajun Komisaris Besar (AKBP), 2 Komisaris Polisi (Kompol), 7 Perwira Pertama dan 5 Bintara serta Tamtama, plus pencopotan 1 Inspekrut Jenderal (Irjen) yang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini, bertujuan menjaga marwah lembaga Polri yang sedang terpuruk oleh hujatan masyarakat,” tulis Indonesia Police Watch (IPW) dalam siaran berita yang dikirimkan kepada TBO, Jum’at (5/8/2022).

Tidak tanggung-tanggung, Kapolri Jenderal Sigit menegaskan kalau personil tersebut tidak profesional dalam penanganan TKP di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga Jakarta dan akan diperiksa secara etik. “Bila ada pelanggaran pidana maka akan diproses secara pidana,” kata IPW.

Dengan kenyataan ini, IPW meminta tim khusus internal bentukan Kapolri yang terdiri dari anggota Polri senior dan peraih Adhi Makayasa untuk menerapkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap anggota polri tersebut. Sebab, mereka telah melakukan pelanggaran berat Kode Etik Profesi Polri (KEPP) berupa ketidakprofesionalan dalam melaksanakan tugas.

“Hal ini sesuai dengan tekad Kapolri Listyo Sigit dalam Surat Edaran Nomor : SE/9/V/2021 Tentang Pedoman Standar Pelaksanaan Penegakan Pelanggaran Kode Etik Profesi Polri tanggal 18 Mei 2021. Kapolri selalu mengingatkan kepada bawahannya yang memimpin wilayah untuk tegas dan menegakkan hukum kepada anggota yang melanggar peraturan disiplin anggota Polri pada PP 2 Tahun 2003 dan Peraturan Etika Polri yang tertuang dalam Perkap 14 Tahun 2011,” sebut IPW.

Bahkan pada rapat kerja dengan Komisi III DPR pada 24 Januari 2022, Kapolri Jenderal Listyo Sigit menegaskan tidak segan-segan untuk memecat langsung anggotanya yang melakukan pelanggaran.

“Untuk melakukan perbaikan kami berkomitmen untuk terus berbenah. Kami tegaskan sekali lagi bahwa Polri, kami tidak ragu memecat 30, 50 atau 500 anggota Polri yang merusak institusi,” ujar IPW menirukan Kapolri.

Menurut IPW, dalam kasus polisi tembak polisi di rumah Irjen Ferdy Sambo ini telah menyeret banyak anggota yang terpaksa harus diperiksa secara etik karena melakukan obstruction of justice. Sehingga, terjadi ketidakprofesionalan, ketidakproporsionalan dan tidak prosedural yang dilakukan terperiksa.

“Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh 25 anggota Polri dalam melakukan penanganan atas kematian Briptu Yosua sangat bertentangan dengan pasal 13 dan 14 Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri,” tegas IPW.

Isi pasal 13 ayat 1 berbunyi : Setiap Anggota Polri dilarang. (b) Mengambil keputusan yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan karena pengaruh keluarga, sesama anggota Polri, atau pihak ketiga. (e) Menyalahgunakan kewenangan dalam melaksanakan tugas kedinasan. Sementara pada pasal 14 ditegaskan bahwa setiap anggota Polri dalam melaksanakan tugas penegakan hukum sebagai penyelidik, penyidik pembantu, dan penyidik dilarang: (c) Merekayasa dan memanipulasi perkara yang menjadi tanggung jawabnya dalam rangka penegakan hukum. (d) Merekayasa isi keterangan dalam berita acara pemeriksaan. (f) melakukan penyidikan yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan karena adanya campur tangan pihak lain. Ilham

Artikel ini telah dibaca 1233 kali

Baca Lainnya